17 Oktober adalah hari Pemberantasan Kemiskinan Internasional (International Day for Eradication of Poverty) yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan yang masih dialami oleh sebagian orang diseluruh dunia. Peringatan ini diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1992, namun pertama kali diperingati pada 1987 ketika 100.000 orang berkumpul di Human Right and Liberties Plaza di Trocadéro, Paris, Prancis untuk menghormati korban kelaparan, kemiskinan, kekerasan, dan ancaman.

Tema dari hari Pemberantasan Kemiskinan Internasional 2024 adalah Mengakhiri Penganiayaan Sosial dan Kelembagaan Bertindak bersama untuk masyarakat yang adil, damai dan inklusif.
Tema dari tahun ini akan menyoroti salah satu dimensi tersembunyi kemiskinan yaitu perlakuan buruk sosial dan kelembagaan yang dialami oleh orang-orang yang hidup dalam kemiskinan, serta mempertimbangkan cara-cara untuk bertindak bersama dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 16 (SDGs 16) untuk mempromosikan masyarakat yang adil, damai, dan inklusif.
Orang yang hidup dalam kemiskinan menghadapi berbagai sikap negatif seperti stigmatisasi, diskriminasi, dan dinilai berdasarkan aksen, penampilan, dan alamat atau tempat tinggal.
Penganiayaan sosial menciptakan kemungkinan terjadinya penganiayaan institusional. Dengan adanya gabungan sikap-sikap negatif seperti rasa tidak percaya, tidak hormat, serta kebijakan dan sikap diskriminatif yang bersifat mengendalikan dan mengingkari hak asasi manusia yang bersifat fundamental seperti akses terhadap perawatan kesehatan, pendidikan, perumahan, dan hak atas identitas hukum.
Penganiayaan sosial dan institusional yang berinteraksi serta memperkuat satu sama lain dapat memicu bedang bermata dua dan memperburuk ketidakadilan. Hal tersebut lebih terasa pada orang-orang yang menghadapi bentuk prasangka yang lainnya seperti ras, etnis, gender, dan orientasi seksual.
Oleh karena itu pemahaman terhadap kemiskinan dan bagaimana bentuk kekerasan serta dominasi berinteraksi akan berdampak terhadap orang-orang yang hidup dalam kemiskinan sangatlah penting.
Pengalaman sehari-hari berupa ketidakadilan dan dehumanisasi tersebut akan merusak harga diri, menghancurkan kebabasan pribadi, menghilangkan martabat serta menghancurkan kesempatan orang-orang untuk keluar dari kemiskinan.
Hari Pemberantasan Kemiskinan Internasional bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan dialog antara orang-orang yang hidup dalam kemiskinan serta masyarakat luas. Melalui peringatan ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nation) mengundang semua negara untuk mendedikasikan Hari tersebut untuk memperkenalkan serta mempromosikan kegiatan-kegiatan konkrit dalam pemberantasan kemiskinan.
