Agrowisata Pasir Haur Panjalu: Optimalisasi Aset Desa Menuju Panjalu Emas 2029

Agrowisata Pasir Haur Panjalu: Optimalisasi Aset Desa Menuju Panjalu Emas 2029

Pemerintah Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, terus berkomitmen mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan. Selain dikenal luas sebagai destinasi wisata religi melalui Situ Lengkong dan Pulau Nusa Gede yang menjadi lokasi makam Prabu Hariang Kencana (Syekh Panjalu), Desa Panjalu kini mempersiapkan pengembangan kawasan Agrowisata Pasir Haur Panjalu sebagai langkah strategis menuju visi besar Panjalu Emas 2029.

Program ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi aset desa sekaligus penguatan sektor pertanian, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat.


Optimalisasi 20 Hektar Aset Desa

Kepala Desa Panjalu, H. Yuyus Surya Adinegara, menyampaikan bahwa pemerintah desa bersama masyarakat telah bersepakat untuk memanfaatkan lahan aset desa seluas kurang lebih 20 hektar di kawasan Pasir Haur.

“Ada lahan aset desa seluas 20 hektar yang selama ini dinilai kurang produktif. Maka Pemdes Panjalu bersama masyarakat sepakat menjadikannya kawasan pertanian dan wisata yang diharapkan mampu mengedukasi generasi muda untuk bersama-sama membangun desa,” jelasnya.

Lahan tersebut sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai lapangan sepak bola yang kurang optimal penggunaannya. Saat ini, pemerintah desa telah mengawali proses penataan dan pematangan lahan sebagai tahap awal pembangunan.


Konsep Agrowisata Terpadu Berbasis Pemberdayaan

Agrowisata Pasir Haur dirancang sebagai kawasan terpadu yang memadukan sektor pertanian, wisata, edukasi, dan olahraga. Pengembangannya tidak hanya berorientasi pada peningkatan daya tarik wisata, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan desa.

Beberapa rencana pengembangan meliputi:

  • Lahan ketahanan pangan desa
  • Taman buah, termasuk penanaman alpukat sebagai komoditas unggulan
  • Budidaya palawija
  • Bumi perkemahan
  • Area olahraga dirgantara seperti paralayang dan paramotor

Kepala Desa Panjalu juga menegaskan bahwa lahan tersebut kini mulai dimanfaatkan secara produktif.

“Saat ini kami mengawali penataan dan pematangan lahannya, dengan menanami pohon tegakan berupa alpukat dan palawija yang akan dikelola oleh warga setempat,” ungkapnya.

Pengelolaan berbasis masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi warga sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Panjalu.


Kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis

Dalam rangka memastikan pembangunan berjalan terarah dan berkelanjutan, Pemerintah Desa Panjalu menjalin sinergi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis serta BAPPENDA Kabupaten Ciamis.

Kerja sama ini bertujuan memperkuat perencanaan, promosi kawasan wisata, serta mendorong peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui sektor pariwisata dan pertanian.


Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Tarik Wisata

Pengembangan Agrowisata Pasir Haur diproyeksikan memberikan dampak positif yang signifikan, antara lain:

  1. Meningkatkan produktivitas dan nilai aset desa
  2. Membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal
  3. Mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif
  4. Menambah destinasi wisata unggulan Desa Panjalu
  5. Mendukung program ketahanan pangan berkelanjutan

Dengan pengembangan kawasan ini, Desa Panjalu tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata religi, tetapi juga sebagai desa wisata berbasis pertanian, edukasi, dan olahraga alam.


Menuju Panjalu Emas 2029

Agrowisata Pasir Haur merupakan langkah nyata Pemerintah Desa Panjalu dalam mewujudkan Panjalu Emas 2029, yaitu desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

Pemerintah desa mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung pembangunan ini. Melalui kolaborasi yang solid antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemerintah daerah, Agrowisata Pasir Haur diharapkan menjadi ikon wisata baru Kabupaten Ciamis serta memperkuat posisi Desa Panjalu sebagai destinasi unggulan di Jawa Barat.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *