CIAMIS – Pemerintah Kabupaten Ciamis mengadakan rapat besar yang disebut Musrenbang untuk menyusun rencana pembangunan tahun 2027. Rapat ini berlangsung pada Senin, 30 Maret 2026, di Aula Adipati Angganaya Bapperida Kabupaten Ciamis.
Acara ini dihadiri oleh Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya, Ketua DPRD Nanang Permana, serta seluruh kepala desa se-Kabupaten Ciamis. Dalam sambutannya, Bupati secara khusus memberikan pujian kepada warga Kecamatan Panjalu.
Kenapa Bupati Memuji Warga Panjalu?
Bupati Herdiat memberikan contoh nyata tentang program perbaikan rumah tidak layak huni atau Rutilahu. Pemerintah kabupaten memberi bantuan stimulan sebesar Rp20 juta per rumah. Namun, berkat gotong royong warga, nilai pembangunan rumah tersebut meningkat hingga Rp100 juta.
Kejadian ini terjadi di beberapa desa di Kecamatan Panjalu. Hal ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan lebih penting daripada sekadar uang dari pemerintah.
Keterbatasan Anggaran Bukan Halangan
Pemerintah Kabupaten Ciamis saat ini memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp374 miliar. Akan tetapi, sebagian besar uang tersebut sudah dipakai untuk rumah sakit dan lampu jalan. Akibatnya, anggaran yang tersedia untuk pembangunan lain menjadi terbatas.
Meskipun demikian, Bupati Herdiat tidak patah semangat. Menurutnya, kekuatan terbesar Kabupaten Ciamis bukanlah APBD, melainkan partisipasi dan gotong royong masyarakat.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Ciamis juga berhasil menjaga kondisi jalan kabupaten tetap mantap hingga 90%. Prestasi ini diraih berkat kerja sama antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemerintah kabupaten.
Bentuk Partisipasi Masyarakat Lainnya
Tidak hanya program Rutilahu, ada beberapa bentuk kontribusi masyarakat yang diapresiasi Bupati. Misalnya:
- Pengumpulan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas mencapai lebih dari Rp20 miliar.
- Gerakan Jumat Bersih yang dilakukan rutin oleh aparat desa dan warga.
Perhatian pada Perlindungan Anak dan Perempuan
Selain pembangunan fisik, Bupati juga menyoroti pembangunan non-fisik. Sebagai contoh, pada tahun 2025 tercatat 83 kasus kekerasan di Kabupaten Ciamis. Dari jumlah itu, 50 kasus melibatkan perempuan dan anak.
Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk meningkatkan perlindungan anak. Dalam acara Musrenbang tersebut, juga dideklarasikan Suara Anak Kabupaten Ciamis Tahun 2026. Isi deklarasi itu antara lain:
- Meningkatkan perlindungan anak.
- Memperkuat pendidikan karakter.
- Mencegah perkawinan anak.
- Menciptakan lingkungan ramah anak di seluruh Ciamis.
Apa Kata Ketua DPRD?
Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana, juga memberikan pernyataan. Ia mengatakan bahwa meskipun anggaran terbatas, semangat pemerintah untuk melayani masyarakat tetap kuat. Ia menambahkan, penyusunan rencana pembangunan 2027 harus mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kemampuan keuangan daerah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Kapan Musrenbang RKPD Ciamis 2027 dilaksanakan?
Musrenbang dilaksanakan pada Senin, 30 Maret 2026, di Aula Adipati Angganaya Bapperida Kabupaten Ciamis.
2. Apa contoh keberhasilan gotong royong dari Panjalu?
Program Rutilahu dengan bantuan Rp20 juta dari pemerintah kabupaten berhasil ditingkatkan menjadi Rp100 juta berkat partisipasi warga di beberapa desa di Kecamatan Panjalu.
3. Berapa besar PAD Kabupaten Ciamis?
PAD Kabupaten Ciamis sekitar Rp374 miliar, namun sebagian besar sudah digunakan untuk rumah sakit dan lampu jalan.
4. Apa itu Deklarasi Suara Anak Ciamis 2026?
Deklarasi yang berisi komitmen untuk melindungi anak, mencegah perkawinan anak, dan menciptakan lingkungan ramah anak.
5. Apakah artikel ini bisa dijadikan referensi resmi?
Ya, karena bersumber dari hasil Musrenbang RKPD Kabupaten Ciamis 2027 dan pernyataan langsung Bupati Ciamis.
Musrenbang RKPD Ciamis 2027 membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah akhir dari segalanya. Gotong royong masyarakat Panjalu dalam program Rutilahu menjadi contoh nyata bahwa kebersamaan bisa melipatgandakan manfaat bantuan pemerintah.
Pemerintah Desa Panjalu mendukung penuh visi kabupaten untuk membangun daerah secara kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan. Dengan semangat kebersamaan, Kabupaten Ciamis optimis menjadi daerah yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.
