Situ Lengkong di Desa Panjalu, Kabupaten Ciamis, kembali menjadi primadona wisata Jawa Barat pada awal tahun 2026. Setelah melalui proses revitalisasi, kawasan ini mencatat peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan. Memasuki awal 2026, antusiasme wisatawan terus meningkat.
Artikel ini akan mengupas faktor-faktor penyebab peningkatan minat wisatawan, dampaknya terhadap ekonomi lokal, serta informasi praktis bagi Anda yang berencana berkunjung ke Situ Lengkong Panjalu.
Sekilas tentang Situ Lengkong Panjalu
Situ Lengkong adalah danau alami yang terletak di Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis. Di tengah danau terdapat Pulau Nusa Gede (dikenal juga dengan sebutan Nusa Larang) yang menyimpan situs sejarah, termasuk makam leluhur dan peninggalan Kerajaan Panjalu, seperti Prabu Borosngora dan Prabu Hariang Kancana .
Selain keindahan alamnya, kawasan ini juga terkenal dengan budaya lokal, perahu kayu tradisional, serta spot-spot foto yang menarik. Di tepi danau, terdapat kawasan wisata baru bernama Nusa Pakel yang menawarkan area bersantai dan spot foto dengan latar belakang pemandangan danau .
- Lokasi: Jl. Raya Panjalu, Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat
- Jam operasional: Setiap hari, 08.00 – 17.00 WIB
- Fasilitas: Area parkir, toilet, warung kuliner, penginapan sekitar, spot foto, serta penyewaan perahu
Faktor-Faktor yang Mendorong Peningkatan Kunjungan
Berikut adalah faktor utama yang menyebabkan minat wisatawan ke Situ Lengkong meningkat pesat pada awal 2026:
1. Kawasan Dibuka Kembali Setelah Revitalisasi
Situ Lengkong sempat menjalani revitalisasi. Setelah proses perbaikan fasilitas selesai, pengelola secara resmi membuka kembali destinasi ini pada awal Januari 2026 . Masyarakat dan wisatawan yang telah menantikan pembukaan menyambut dengan antusias, sehingga terjadi peningkatan kunjungan yang signifikan. Suasana yang lebih bersih dan fasilitas yang lebih baik menjadi nilai tambah tersendiri.
2. Penghapusan Biaya Ojek Odong-Odong
Salah satu kebijakan yang diapresiasi oleh pengunjung adalah penghapusan biaya ojek odong‑odong di kawasan Nusa Pakel. Sebelumnya, wisatawan dikenakan tarif tambahan untuk menggunakan odong‑odong sebagai kendaraan keliling area. Kini biaya tersebut dihapus, sehingga pengunjung dapat menikmati seluruh area tanpa beban biaya transportasi internal .
Koordinator Wisata Panjalu, Teteng Supriatna, menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan hasil evaluasi bersama untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi wisatawan .
3. Pembukaan Spot Wisata Baru
Selain mengembalikan fasilitas yang sudah ada, pengelola juga menambahkan spot-spot wisata baru, seperti kawasan Nusa Pakel yang menawarkan area bersantai dengan pemandangan langsung ke danau, spot foto dengan latar belakang Pulau Nusa Gede, serta beberapa titik kuliner khas Panjalu . Inovasi ini membuat pengalaman wisata menjadi lebih beragam dan menarik untuk dikunjungi berulang kali.
4. Pengelolaan yang Lebih Rapi dan Aman
Pasca revitalisasi, sistem pengelolaan kawasan wisata terus diperbaiki. Patroli rutin oleh Polsek Panjalu dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Penerapan protokol keselamatan bagi pengelola perahu, termasuk larangan kelebihan kapasitas penumpang, juga terus ditingkatkan.
Kombinasi tata kelola yang lebih baik dan rasa aman yang terjamin turut meningkatkan kepercayaan wisatawan.
Dampak Posatif bagi Masyarakat dan Desa
Meningkatnya jumlah wisatawan membawa dampak langsung bagi perekonomian warga sekitar. Para pelaku UMKM, terutama pedagang makanan, penyewa perahu, serta penjual oleh‑oleh dan kerajinan lokal, merasakan peningkatan omzet dibandingkan masa sebelumnya .
Kepala Desa Panjalu, Yuyus Surya Adinegara, menyampaikan bahwa dengan peningkatan kunjungan wisatawan, pihaknya berharap sektor ekonomi masyarakat juga ikut tumbuh .
Dari sisi Pendapatan Asli Desa (PADes), kontribusi sektor pariwisata juga menunjukkan tren positif. Pemerintah Desa Panjalu bersama pengelola terus berupaya agar manfaat ekonomi ini dapat dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat.
Kolaborasi Menuju Wisata Berkelanjutan
Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak:
- Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis – pendampingan dan promosi .
- Polsek Panjalu – keamanan dan ketertiban.
- Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) – pengelolaan sehari‑hari .
- Seluruh masyarakat Desa Panjalu – menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.
Pemerintah Desa Panjalu menyampaikan apresiasi dan berharap kolaborasi ini terus berlanjut untuk menciptakan pariwisata yang tidak hanya ramai, tetapi juga berkelanjutan dan memberdayakan warga .
FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Berapa harga tiket masuk Situ Lengkong saat ini?
Untuk wisatawan dari luar Kecamatan Panjalu, tarif yang berlaku adalah Rp25.000 per orang yang sudah termasuk tiket masuk dan biaya sewa perahu. Khusus warga Kecamatan Panjalu, diberikan kemudahan dengan tarif gratis pada momen-momen tertentu .
2. Apakah ada biaya parkir?
Ya, tersedia area parkir dengan tarif yang terjangkau.
3. Apakah bisa naik perahu ke Pulau Nusa Gede?
Bisa. Pengunjung dapat menyewa perahu tradisional. Keselamatan menjadi prioritas, setiap perahu dilengkapi pelampung dan tidak diperbolehkan melebihi kapasitas.
4. Kapan waktu terbaik untuk berkunjung?
Akhir pekan dan hari libur nasional biasanya lebih ramai, dengan jumlah pengunjung bisa mencapai lebih dari 1.000 orang per hari . Untuk suasana yang lebih tenang, disarankan berkunjung pada hari kerja. Pemandangan terbaik di pagi hari sekitar pukul 08.00 – 10.00.
5. Apakah tersedia penginapan di sekitar Situ Lengkong?
Tersedia beberapa homestay dan penginapan sederhana di Desa Panjalu. Untuk akomodasi yang lebih lengkap, dapat ditemukan di pusat kota Ciamis.
Panduan Singkat Berkunjung ke Situ Lengkong
- Persiapan: Kenakan pakaian nyaman, bawa kamera, dan pastikan kendaraan dalam kondisi prima karena akses jalan cukup baik.
- Transportasi: Dari pusat kota Ciamis, perjalanan ke Situ Lengkong memakan waktu sekitar 45 menit dengan kendaraan pribadi .
- Aktivitas: Menikmati danau, mengelilingi Pulau Nusa Gede, berfoto di spot-spot baru seperti Nusa Pakel, mencicipi kuliner khas, dan belajar sejarah Kerajaan Panjalu .
- Tips: Bawa uang tunai secukupnya. Jaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.

