Sinergi antara Pemprov Jawa Barat yang dipimpin oleh Gubernur terpilih Dedi Mulyadi dan Pemkab Ciamis di bawah Bupati terpilih Herdiat Sunarya membuka jalan menuju berbagai inovasi strategis yang bertujuan untuk membawa Ciamis ke arah kemajuan yang lebih baik. Berbagai isu penting yang mencakup pelestarian lingkungan, pengembangan infrastruktur, hingga branding budaya menjadi fokus utama dalam pertemuan keduanya.
Pelestarian Gunung Syawal: Menjaga Keseimbangan Ekosistem
Dalam pertemuan ini, Dedi Mulyadi menekankan pentingnya menjaga kawasan Gunung Syawal sebagai kawasan konservasi.
“Kita harus jaga aset Gunung Syawal. Kalau ada domba yang dimakan hewan liar, lebih baik diganti daripada membunuh maung tutul. Ini soal keseimbangan ekosistem,” ujarnya.
Sebagai respons, Herdiat Sunarya menjelaskan bahwa kawasan Gunung Syawal telah diatur dalam Peraturan Daerah dengan pendekatan berbasis zonasi, yang memungkinkan masyarakat di sekitar hutan tetap memanfaatkan lahan secara bijak.
Langkah ini menunjukkan komitmen bersama untuk memastikan keseimbangan antara pelestarian alam dan keberlanjutan aktivitas masyarakat lokal. Pendekatan zonasi yang dipilih memungkinkan terciptanya harmoni antara kebutuhan manusia dan kelestarian lingkungan.
Infrastruktur: Dari Jembatan Cirahong hingga Alun-Alun Ciamis
Salah satu isu infrastruktur strategis yang dibahas adalah Jembatan Cirahong, penghubung utama antara Ciamis dan Tasikmalaya. Dedi menyebut jembatan ini sebagai “aset penting” dan berjanji bekerja sama dengan Pemprov Jawa Barat dan PT KAI untuk memperbaiki dan mempercantiknya.
“Ini aset penting. Kami akan bekerja sama dengan Pemprov Jabar dan PT KAI untuk menata ulang jembatan ini agar lebih estetis dan fungsional,” ungkapnya
Jika pembebasan lahan oleh Kabupaten Tasikmalaya selesai tepat waktu, pembangunan jembatan ini direncanakan akan dimulai pada tahun 2026.
Herdiat menambahkan bahwa saat ini akses terbatas di Jembatan Cirahong menghambat mobilitas warga.
“Kalau akses jalan itu bisa dibuka, jarak Ciamis-Tasikmalaya hanya lima kilometer. Selama ini harus memutar hingga 30–40 kilometer,” jelasnya.
Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan efisiensi transportasi di wilayah tersebut.
Di sisi lain, pengembangan Alun-Alun Ciamis juga menjadi sorotan. Rencana pembangunan food court tiga lantai terkendala dana untuk pengadaan lift, dengan kebutuhan tambahan sekitar Rp7 miliar. Dedi berkomitmen untuk menyelesaikan proyek tersebut.
“Kami akan rapikan alun-alun Ciamis, termasuk melengkapi fasilitas yang diperlukan,” janjinya.
Mendorong Olahraga melalui Lapangan Road Race
Herdiat mengusulkan pembangunan lapangan road race di atas lahan seluas tujuh hektare sebagai solusi untuk mencegah balapan liar. Proyek ini diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp60 miliar. Dedi menyambut baik usulan ini dan berjanji untuk mengalokasikan anggaran secara bertahap hingga 2027.
“Insyaallah, anggaran bisa dialokasikan secara bertahap hingga 2027. Road race ini penting untuk mendorong olahraga dan mengurangi balapan liar,” ujarnya.
Branding Ciamis: Kabupaten Toleran dan Bersejarah
Ciamis juga memiliki potensi besar sebagai kabupaten yang mengedepankan toleransi dan sejarah. Dedi Mulyadi terinspirasi oleh Desa Susuru di Panawangan, yang dikenal dengan kehidupan masyarakatnya yang rukun meski berbeda keyakinan.
“Ini bisa dijadikan Kampung Toleransi. Pariwisata berbasis sejarah dan budaya juga harus digarap lebih serius,” tegasnya.
Herdiat menambahkan bahwa sejarah Ciamis memiliki nilai tinggi, mulai dari Makam Diah Pitaloka hingga situs Kawali dan Panjalu.
“Ini sering dikunjungi saat peringatan hari jadi Ciamis,” ujarnya singkat.
Dengan pendekatan yang serius, potensi ini dapat dikembangkan untuk meningkatkan daya tarik wisata dan memperkuat branding Ciamis sebagai kabupaten yang istimewa.
Komitmen Menuju Kemajuan
Dedi Mulyadi menutup diskusi dengan komitmen membangun Ciamis sebagai daerah yang mengedepankan keindahan alam, sejarah, dan toleransi antarumat beragama.
“Ciamis harus menjadi kabupaten yang istimewa di Jawa Barat,” tegasnya.
Melalui kolaborasi yang erat antara Pemkab Ciamis dan Pemprov Jawa Barat, berbagai program dan proyek strategis ini memiliki peluang besar untuk membawa Ciamis menuju masa depan yang lebih cerah. Sinergi ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan visi bersama untuk kemajuan daerah secara berkelanjutan.

