Perkuat Kompetensi Digital ASN, Kementerian PANRB dan UID Jalin Sinergi

Perkuat Kompetensi Digital ASN, Kementerian PANRB dan UID Jalin Sinergi

Di era digital yang semakin berkembang, Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk memiliki kompetensi digital yang mumpuni. Dalam upaya mewujudkan pemerintah yang lebih modern dan efisien, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menjalin kerja sama dengan Yayasan Upaya Indonesia Damai (UID) atau United in Diversity. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital ASN guna mendukung tata kelola pemerintah yang lebih transparan dan responsif.

Meningkatkan Kapabilitas Digital ASN

Wakil Menteri PANRB, Purwadi Arianto, menyatakan bahwa transformasi digital dalam birokrasi merupakan bagian dari visi besar menuju Indonesia Emas 2045. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita 7, yang mengamanatkan penguatan teknologi digital dalam pelayanan publik.

“Pemerintah harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Transformasi ini bukan hanya soal infrastruktur digital, tetapi juga membangun talenta ASN yang memiliki pemahaman, keterampilan, dan kepemimpinan digital,” ujar Purwadi.

Menurutnya, pengembangan kompetensi digital ASN harus dilakukan secara berkelanjutan agar birokrasi mampu menghadapi tantangan zaman dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Kolaborasi untuk Mewujudkan Smart Governance

Dalam kerja sama ini, UID berperan dalam memberikan masukan kebijakan, riset ilmiah, serta mendukung pendidikan dan pelatihan kepemimpinan bagi ASN. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah memastikan kurikulum di Lembaga Administrasi Negara (LAN) relevan dengan kebutuhan zaman.

“Pola pikir ASN perlu berkembang agar mereka tidak hanya menjadi pelaksana kebijakan, tetapi juga mampu berinovasi dalam melayani masyarakat. Melalui pelatihan digital yang tepat, ASN dapat lebih adaptif terhadap perubahan,” kata Wakil Ketua UID, Suyoto.

Kolaborasi ini juga mendukung konsep governance 5.0, yaitu pendekatan pemerintahan yang lebih berbasis teknologi dan data dalam pengambilan keputusan. Dengan begitu, sistem birokrasi dapat berjalan lebih efisien, transparan, dan inklusif.

Mewujudkan ASN yang Siap Menghadapi Tantangan Digital

Peningkatan kompetensi digital ASN bukan hanya tentang penguasaan teknologi, tetapi juga perubahan budaya kerja dalam birokrasi. Dengan adanya pelatihan dan pendampingan yang tepat, ASN diharapkan mampu berkontribusi lebih optimal dalam menciptakan layanan publik yang berkualitas.

“Kami siap mendukung transformasi ini dan menjadi mitra strategis bagi Kementerian PANRB dalam pengembangan talenta digital ASN,” tambah Suyoto.

Kolaborasi antara Kementerian PANRB dan UID ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi digital birokrasi. Dengan SDM ASN yang lebih kompeten di bidang teknologi, pemerintah dapat semakin siap dalam menghadapi tantangan global serta memberikan pelayanan yang lebih efektif kepada masyarakat.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *