Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan rencana pemanfaatan masjid yang berada di sepanjang jalur mudik sebagai posko alternatif bagi pemudik selama 24 jam. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Kantor Kemenko PMK sebagai bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan pemudik saat perjalanan Idul Fitri 1446 H.
“Kementerian Agama akan berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam menghadapi arus mudik. Salah satu langkah yang diusulkan adalah membuka masjid di jalur mudik agar dapat diakses pemudik selama 24 jam,” ujar Menteri Agama.
Dengan kebijakan ini, pemudik diharapkan memiliki pilihan tempat istirahat yang lebih nyaman tanpa harus terpusat di rest area atau SPBU yang sering mengalami kepadatan.
“Langkah ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan di titik-titik perhentian seperti rest area atau SPBU yang kerap mengalami lonjakan pemudik akibat keterbatasan fasilitas,” jelasnya.
Masjid yang difungsikan sebagai posko pemudik nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas memadai, seperti toilet bersih dan tempat wudhu. Jika memungkinkan, masjid juga akan menyediakan air minum serta makanan berbuka puasa bagi pemudik yang masih dalam perjalanan.
Selain itu, Menteri Agama juga mengusulkan pemasangan rambu petunjuk arah menuju masjid di sepanjang jalur mudik. Menurutnya, keberadaan tanda ini akan membantu pemudik menemukan lokasi masjid dengan lebih mudah.
“Rambu penunjuk arah menuju masjid perlu disediakan di jalur mudik. Jika lokasinya tidak berada persis di tepi jalan utama, maka perlu ditambahkan keterangan jarak, misalnya ‘Masjid 100 meter di depan’ atau ‘Masjid 20 meter ke kiri’,” tuturnya.
Terkait pihak yang bertanggung jawab atas pemasangan rambu tersebut, Menteri Agama menyampaikan bahwa hal ini masih dalam tahap koordinasi lebih lanjut, baik dengan kepolisian maupun instansi terkait lainnya.
