Situ Lengkong Panjalu adalah danau alami yang terletak di Desa Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Luasnya mencapai hampir 58 hektare. Tempat ini telah ditetapkan sebagai kawasan lindung sejak 21 Februari 1919. Karena itu, danau ini dikenal sebagai salah satu danau cagar alam tertua di Indonesia. Penetapan ini dilakukan melalui Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 6.
Kawasan ini menawarkan perpaduan antara keindahan alam, wisata religi, edukasi sejarah, dan budaya lokal. Pengunjung bisa menikmati semuanya dalam satu tempat. Setelah menyelesaikan revitalisasi tahap II, Situ Lengkong resmi dibuka kembali pada 1 Januari 2026. Kini, tempat ini mengusung konsep wisata ramah lingkungan. Selain itu, pengelola juga mengutamakan pelestarian alam dan pemberdayaan ekonomi warga sekitar.
Daftar Isi
- Harga Tiket dan Biaya Masuk Situ Lengkong 2026
- Jam Operasional dan Waktu Terbaik Berkunjung
- Lokasi dan Rute Menuju Situ Lengkong
- Daya Tarik dan Keistimewaan Situ Lengkong
- Aktivitas Wisata yang Bisa Dilakukan
- Fasilitas yang Tersedia
- Tips Berkunjung
- FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan
Harga Tiket dan Biaya Masuk Situ Lengkong 2026
Berikut rincian biaya masuk dan retribusi objek wisata Situ Lengkong Panjalu terbaru per Juli 2026:
| Komponen Biaya | Besaran Biaya |
|---|---|
| Tiket Masuk Situ Lengkong | Rp10.000 per orang |
| Sewa Perahu (Pulang-Pergi ke Nusa Gede) | Rp15.000 per orang |
| Parkir Motor | Rp2.000 |
| Parkir Mobil | Rp5.000 |
Hal Penting yang Perlu Diketahui:
- Tiket masuk sudah mencakup akses ke jalur kayu (boardwalk), area danau, dan pusat informasi.
- Perlu diketahui, harga tiket naik dari Rp7.500 menjadi Rp10.000 per orang pada tahun 2026.
- Sewa perahu memiliki batas minimal penumpang. Karena itu, disarankan datang bersama rombongan atau bergabung dengan pengunjung lain.
- Perlu diingat, harga bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pengelola.
- Untuk itu, bawalah uang tunai. Pasalnya, sinyal untuk pembayaran digital seringkali tidak stabil di kawasan ini.
Jam Operasional dan Waktu Terbaik Berkunjung
Situ Lengkong buka setiap hari. Tempat ini juga buka pada akhir pekan dan hari libur nasional. Jam operasionalnya adalah 24 jam.
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Jam Operasional | 24 jam |
| Waktu Terbaik | Pukul 05.30 – 09.00 WIB (pagi hari) |
| Suasana Pagi Hari | Kabut tipis menyelimuti permukaan danau, udara terasa segar dan sejuk |
| Suasana Sore Hari | Cahaya keemasan di atas air menjadi saat favorit bagi para fotografer |
Jika Anda datang saat libur panjang, sebaiknya tiba lebih awal. Dengan begitu, Anda bisa menghindari kepadatan pengunjung.
Lokasi dan Rute Menuju Situ Lengkong
Situ Lengkong terletak di Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Jaraknya sekitar 35 km di sebelah utara Kota Ciamis.
Rute dari Ciamis Kota
- Jaraknya sekitar 35 kilometer.
- Waktu tempuhnya sekitar 1 jam (atau 45 menit dengan kendaraan pribadi).
- Rutenya adalah Ciamis → Cijeungjing → Panawangan → Panjalu.
- Kondisi jalan sudah beraspal mulus. Meski begitu, beberapa ruas masih berkelok-kelok.
Rute dari Tasikmalaya
- Jaraknya sekitar 50 kilometer.
- Waktu tempuhnya sekitar 1,5 jam.
- Sebagai pilihan lain, tersedia jalur sekitar 60 km. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum menuju terminal Panjalu.
Rute dari Bandung
- Waktu tempuhnya sekitar 3 jam dengan kendaraan pribadi.
- Jalan yang ditempuh: Ciawi → Panumbangan → Panjalu.
Transportasi Umum
- Jika naik kereta api, turunlah di Stasiun Ciamis. Sesudah itu, lanjutkan perjalanan dengan kendaraan umum menuju Panjalu.
- Bus dari Bandung juga melayani rute ke kawasan Panjalu. Anda bisa memilihnya sebagai alternatif.
Daya Tarik dan Keistimewaan Situ Lengkong
1. Danau Cagar Alam Tertua di Indonesia
Situ Lengkong ditetapkan sebagai cagar alam pada 21 Februari 1919. Luas kawasan lindung ini mencapai 16 hektare. Danau ini berada di lereng Gunung Sawal, pada ketinggian lebih dari 700 meter di atas permukaan laut. Kedalaman airnya sekitar 4–6 meter.
2. Pulau Nusa Gede – Pusat Sejarah dan Spiritual
Di tengah danau, terdapat Pulau Nusa Gede. Masyarakat setempat juga menyebutnya Nusa Larang. Luas pulau ini mencapai 9,25 hektare. Kawasan ini masih ditumbuhi hutan hujan tropis asli. Di dalamnya, tumbuh 30 jenis pohon dengan total 307 individu pohon.
Makam Prabu Sanghyang Borosngora berada di pulau ini. Beliau adalah Raja Panjalu Islam pertama. Selain itu, beliau juga tokoh penyebar Islam di Tatar Sunda. Makam putranya, Prabu Hariang Kencana (Syekh Panjalu), juga ada di sini. Karena itu, ribuan peziarah datang setiap tahun. Mereka datang untuk berziarah ke makam leluhur tersebut.
3. Museum Bumi Alit
Museum kecil ini terletak di tepi danau. Di dalamnya, tersimpan benda-benda peninggalan Kerajaan Panjalu. Beberapa koleksi yang bisa Anda lihat antara lain:
- Senjata tradisional (Pedang, Genta, Cis)
- Naskah kuno
- Menhir, Batu Penyucian, dan Batu Penobatan
4. Hutan Mangrove Air Tawar – “Amazon-nya Ciamis”
Situ Lengkong memiliki keunikan tersendiri. Di sisi danau, terdapat ekosistem mangrove air tawar. Ini adalah salah satu ekosistem paling langka di Jawa. Hutan bakau air tawar ini dijuluki “Amazon-nya Ciamis”. Julukan itu diberikan karena kerapatannya yang luar biasa. Mangrove ini berfungsi sebagai penahan erosi. Selain itu, tempat ini juga menjadi habitat bagi berbagai spesies burung air dan kalong (Pteropus vampyrus).
5. Tradisi Nyangku
Setiap tahun, masyarakat Panjalu mengadakan Upacara Adat Nyangku. Ini adalah ritual pembersihan benda-benda pusaka peninggalan Prabu Sanghyang Borosngora. Kata “Nyangku” berasal dari dua bahasa. Pertama, dari bahasa Arab “yanko” yang berarti membersihkan. Kedua, dari bahasa Sunda “nyaangan laku” yang berarti menerangi perilaku.
Tradisi ini digelar pada Senin atau Kamis terakhir bulan Maulud (Rabiul Awal). Acara ini menjadi daya tarik budaya yang besar. Bahkan, ribuan wisatawan datang setiap tahun untuk menyaksikannya.
Aktivitas Wisata yang Bisa Dilakukan
| Aktivitas | Deskripsi |
|---|---|
| Naik perahu ke Nusa Gede | Perahu tradisional dengan waktu tempuh 10–15 menit. Pengelola lokal akan menemani dan bercerita tentang legenda serta sejarah danau. |
| Berziarah ke makam Syekh Panjalu | Mengunjungi makam Prabu Hariang Kencana di Pulau Nusa Gede. |
| Berjalan di boardwalk | Menikmati jalur kayu yang mengelilingi danau. |
| Mengunjungi Museum Bumi Alit | Belajar sejarah Kerajaan Panjalu secara langsung. |
| Fotografi alam | Mengabadikan momen terbaik saat matahari terbit atau terbenam. |
| Mengamati burung & mangrove | Melakukan ekowisata di hutan mangrove air tawar. |
| Bersantai dan piknik | Memanfaatkan area gazebo yang tersedia. |
Fasilitas yang Tersedia
Berbagai fasilitas telah disediakan untuk kenyamanan pengunjung:
| Fasilitas | Keterangan |
|---|---|
| Area parkir | Sistem zonasi khusus untuk motor dan mobil. |
| Dermaga kayu | Kokoh dan aman untuk naik turun perahu. |
| Boardwalk | Jalur pejalan kaki yang mengelilingi danau. |
| Toilet umum | Lokasinya strategis, dekat pintu masuk. |
| Mushola | Sarana ibadah yang nyaman. |
| Tempat sampah terpilah | Tersebar di beberapa titik untuk menjaga kebersihan. |
| Pusat informasi | Dilengkapi papan edukasi tentang ekosistem danau. |
| Warung makan | Kios kuliner dan pusat oleh-oleh UMKM lokal. |
| Gazebo | Tempat duduk yang tersebar di beberapa sudut. |
Tips Berkunjung
- Datanglah pada pagi hari (05.30–09.00 WIB). Dengan begitu, Anda bisa menikmati kabut dan suasana yang masih tenang.
- Jangan lupa membawa uang tunai. Pasalnya, sinyal untuk pembayaran digital seringkali tidak stabil.
- Kenakan pakaian sopan saat akan berziarah ke Nusa Gede. Namun, jika lupa, kain atau sarung tersedia di dermaga.
- Sebaiknya datang dalam rombongan. Dengan cara ini, kuota penumpang perahu (15–20 orang) bisa cepat terpenuhi.
- Jagalah kebersihan. Buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan.
- Sebelum berangkat, konfirmasikan kembali harga tiket. Sebab, harga bisa berubah sewaktu-waktu.
- Terakhir, jangan lupa membawa kamera. Spot foto terbaik ada saat sunrise dan sunset.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Situ Lengkong
Apa yang membuat Situ Lengkong istimewa?
Situ Lengkong adalah danau cagar alam tertua di Indonesia (ditetapkan 1919). Di tengahnya, terdapat Pulau Nusa Gede yang menyimpan makam Raja Panjalu Islam pertama. Selain itu, kawasan ini juga memiliki hutan mangrove air tawar yang langka, sehingga dijuluki “Amazon-nya Ciamis”.
Berapa harga tiket masuk Situ Lengkong 2026?
Harga tiket masuk adalah Rp10.000 per orang. Untuk sewa perahu pulang-pergi ke Nusa Gede, tarifnya Rp15.000 per orang.
Jam berapa Situ Lengkong buka?
Situ Lengkong buka setiap hari, 24 jam. Namun, waktu terbaik untuk berkunjung adalah pukul 05.30–09.00 WIB.
Bagaimana cara ke Situ Lengkong dari Ciamis?
Jaraknya sekitar 35 km dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Rutenya adalah Ciamis → Cijeungjing → Panawangan → Panjalu.
Apa saja yang bisa dilakukan di Situ Lengkong?
Pengunjung bisa naik perahu ke Nusa Gede, berziarah, mengunjungi Museum Bumi Alit, berjalan di boardwalk, berfoto, piknik, serta mengamati ekosistem mangrove.
Kapan tradisi Nyangku dilaksanakan?
Tradisi Nyangku digelar setiap tahun pada Senin atau Kamis terakhir bulan Maulud (Rabiul Awal).

