Agrowisata Pasir Haur: Kisah 20 Hektare Lahan Tidur Menuju Lumbung Pangan Desa Panjalu

Agrowisata Pasir Haur: Kisah 20 Hektare Lahan Tidur Menuju Lumbung Pangan Desa Panjalu

Agrowisata Pasir Haur adalah kawasan seluas 20 hektare di Dusun Simpar, Desa Panjalu, Kabupaten Ciamis, yang bertransformasi dari lahan tidur menjadi kawasan pertanian terpadu dan destinasi wisata edukasi. Dikelola oleh Pemerintah Desa Panjalu bersama BUMDes Rahayu Waluya, kawasan ini mengembangkan alpukat varietas unggul dan sorgum sebagai komoditas utama, serta merencanakan taman buah, bumi perkemahan, dan fasilitas paralayang. Berjarak 15 menit dari pusat desa dengan akses jalan makadam, Pasir Haur merupakan bagian dari visi “Panjalu Emas 2029” dan mendukung program ketahanan pangan serta pencegahan stunting melalui MBG dan PMT Posyandu.
Terakhir diperbarui: September 2026

PANJALU, CIAMIS — Di ketinggian lebih dari 800 meter di atas permukaan laut, tersembunyi sebuah destinasi yang mulai menarik perhatian para pelancong: Agrowisata Pasir Haur. Bukan sekadar tempat foto, Pasir Haur adalah pernyataan berani dari sebuah desa yang ingin mandiri. Di sini, petualangan, edukasi pertanian modern, dan konservasi alam berjalan beriringan.

Pengembangan Pasir Haur merupakan salah satu pilar utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Panjalu 2025-2029 yang mengusung visi “Panjalu Emas 2029”. Terletak di Dusun Simpar, Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, kawasan seluas 20 hektare ini menyimpan kisah transformasi yang inspiratif. Dulu, tanah ini hanya menjadi saksi bisu pertandingan sepak bola—sebuah aset desa yang selama ini kurang terkelola. Kini, di bawah sinar matahari pagi, terlihat barisan pohon alpukat muda yang mulai menjulang, ditemani tanaman sorgum yang bergoyang lembut. Inilah Pasir Haur—lahan yang mulai bangkit.

Bagaimana Akses Menuju Agrowisata Pasir Haur?

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, akses menuju Pasir Haur terbilang mudah. Berjarak sekitar 15 menit berkendara dari pusat Pemerintahan Desa Panjalu, jalan menuju lokasi telah diperbaiki dengan konstruksi makadam yang siap dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua. Pemandangan sepanjang perjalanan juga tak kalah menarik, dengan hamparan kebun warga dan udara sejuk khas pegunungan yang menyambut para pengunjung.

Apa yang Menjadi Awal Mula Transformasi Pasir Haur?

Cerita ini berawal dari sebuah pertanyaan sederhana yang dilontarkan Kepala Desa Panjalu, H. Yuyus Surya Adinegara, kepada warganya:

“Bagaimana jika lahan seluas 20 hektare ini tidak hanya menjadi lapangan kosong, tetapi menjadi sumber pangan dan ekonomi bagi kita semua?”

Kesadaran bersama akan pentingnya memanfaatkan potensi desa inilah yang menjadi titik tolak perubahan. Dalam salah satu kesempatan monitoring, H. Yuyus menegaskan: “Daripada terbengkalai, kami ingin lahan ini menjadi produktif sekaligus memberi manfaat ekonomi dan edukasi bagi masyarakat.”

Dari pertanyaan itulah, mimpi besar mulai dirumuskan. Pasir Haur bertransformasi menjadi kawasan agrowisata terpadu yang menggabungkan sektor pertanian, wisata, edukasi, dan olahraga. Pengembangannya tidak hanya berorientasi pada peningkatan daya tarik wisata, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan desa dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Apa Saja Komoditas Unggulan di Pasir Haur?

Saat ini, lahan seluas 20 hektare tersebut telah mulai dimanfaatkan secara produktif dengan beberapa komoditas unggulan:

KomoditasLuas LahanManfaat Utama
Alpukat Varietas Unggul5 hektare (tahap awal)Komoditas andalan ekonomi desa, potensi ekspor
Demplot Sorgum5 hektareKetahanan pangan, kaya zat besi & serat, tahan kekeringan
PalawijaLahan sisanyaDiversifikasi pangan lokal

Sorgum (Sorghum bicolor) dipilih sebagai komoditas unggulan karena karakteristiknya yang luar biasa: tahan kekeringan, kaya nutrisi (zat besi, serat, antioksidan), dan multifungsi—bijinya untuk pangan, batang dan daunnya untuk pakan ternak, serta limbahnya untuk bahan baku bioetanol.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Ape Ruswanda, menegaskan bahwa pengembangan sorgum di Pasir Haur merupakan langkah strategis dalam program diversifikasi pangan nasional. Bahkan, jika demplot ini berhasil, penanaman akan diperluas tidak hanya di Desa Panjalu, tetapi juga ke tujuh desa lain di Kecamatan Panjalu dengan total potensi lahan mencapai 160 hektare.

Bagaimana Komitmen Pemerintah Desa dalam Mengelola Pasir Haur?

Pada Senin, 30 Juni 2026, Kepala Desa H. Yuyus Surya Adinegara bersama jajaran perangkat desa dan pengelola BUMDes Rahayu Waluya melaksanakan pemantauan (monitoring) rutin di kawasan Agrowisata Pasir Haur. Fokus utama monitoring adalah meninjau perkembangan demplot sorgum dan kebun alpukat.

“Saya turun langsung untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana. Kami tidak ingin hanya berhenti di penanaman. Kami ingin melihat bagaimana sorgum dan alpukat ini tumbuh, bagaimana pengelolaannya, dan bagaimana nanti hasilnya bisa dinikmati oleh masyarakat serta wisatawan yang berkunjung ke Pasir Haur.”
H. Yuyus Surya Adinegara, Kepala Desa Panjalu

Kegiatan pemantauan ini bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan wujud nyata komitmen pemerintah desa dalam memastikan transformasi aset desa menjadi kawasan pertanian produktif dan destinasi wisata berkelas.

Apa Rencana Pengembangan Pasir Haur ke Depan?

Agrowisata Pasir Haur dirancang sebagai kawasan terpadu dengan berbagai rencana pengembangan ambisius:

  • Lahan Ketahanan Pangan: Kawasan pertanian produktif untuk mendukung kemandirian pangan desa.
  • Taman Buah Edukasi: Penanaman alpukat varietas unggul yang juga berfungsi sebagai sarana edukasi pertanian bagi generasi muda.
  • Area Bumi Perkhemahan: Area berkemah dengan standar ekowisata, termasuk zona khusus untuk campervan dan glamping bagi wisatawan modern.
  • Fasilitas Olahraga Dirgantara: Rencana pengembangan fasilitas paralayang dan paramotor yang berpotensi menarik wisatawan baru dari berbagai daerah.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Dian Udeng, menilai potensi Pasir Haur tidak kalah dengan destinasi populer di Yogyakarta atau Bogor. Dari puncaknya, pengunjung disuguhi panorama 360 derajat yang langka: hamparan perbukitan hijau, celah-celah lembah berembun, serta kilauan Situ Lengkong dari kejauhan. Saat malam tiba, lampu kota Ciamis berkelap-kelip bak lautan bintang di kaki langit.

Apa Dampak Ekonomi Pasir Haur bagi Desa Panjalu?

Pengembangan Agrowisata Pasir Haur diproyeksikan memberikan dampak positif yang luas bagi perekonomian desa:

  • Peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui sektor pariwisata dan pertanian secara bertahap.
  • Penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat setempat melalui pengelolaan berbasis masyarakat dan pemberdayaan petani lokal.
  • Penguatan ketahanan pangan desa melalui optimalisasi lahan produktif yang berkelanjutan.
  • Pengembangan destinasi wisata baru yang melengkapi ikon utama Situ Lengkong.

Dalam rangka memastikan pembangunan berjalan terarah dan berkelanjutan, Pemerintah Desa Panjalu menjalin sinergi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis serta BAPPENDA Kabupaten Ciamis untuk memperkuat perencanaan, promosi kawasan wisata, serta mendorong peningkatan PADes.

Hasil panen dari Pasir Haur—termasuk alpukat dan sorgum—akan didistribusikan melalui BUMDes Rahayu Waluya, termasuk untuk mendukung program dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) yang dikelola desa. Selain itu, sebagian hasil panen juga akan dialokasikan untuk program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita berisiko stunting melalui Posyandu, sehingga manfaatnya langsung dirasakan oleh ibu hamil dan anak-anak di desa.

Bagaimana Hubungan Pasir Haur dengan Visi “Panjalu Emas 2029”?

Agrowisata Pasir Haur merupakan bagian integral dari visi besar “Panjalu Emas 2029” —visi pembangunan jangka panjang Desa Panjalu yang dirumuskan oleh Kepala Desa H. Yuyus Surya Adinegara.

Visi “Panjalu Emas” mengandung filosofi mendalam. Kata “Emas” dipilih karena merepresentasikan nilai kemakmuran, kemuliaan, dan ketahanan, tanpa mengesampingkan kearifan lokal serta sejarah panjang Desa Panjalu. Target akhir dari visi ini adalah terwujudnya pembangunan holistik di seluruh sektor prioritas pada tahun 2029, dengan Pasir Haur sebagai salah satu lokomotif ekonomi baru desa.

FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Agrowisata Pasir Haur

1. Apa itu Agrowisata Pasir Haur?
Agrowisata Pasir Haur adalah kawasan seluas 20 hektare di Dusun Simpar, Desa Panjalu, yang dikembangkan sebagai kawasan pertanian terpadu dan destinasi wisata edukasi.

2. Di mana lokasi Agrowisata Pasir Haur?
Berlokasi di Dusun Simpar, Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada ketinggian lebih dari 800 meter di atas permukaan laut.

3. Bagaimana akses menuju Agrowisata Pasir Haur?
Berjarak sekitar 15 menit berkendara dari pusat Pemerintahan Desa Panjalu dengan akses jalan makadam yang dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua.

4. Apa saja komoditas unggulan yang dikembangkan?
Komoditas unggulan meliputi alpukat varietas unggul (5 hektare), sorgum (5 hektare), dan berbagai palawija.

5. Kapan Pasir Haur mulai dikembangkan?
Pengembangan dimulai pada awal 2025 dengan penanaman perdana alpukat, dan demplot sorgum ditanam perdana pada 2 Mei 2026.

6. Apa manfaat sorgum bagi ketahanan pangan?
Sorgum kaya akan zat besi, serat, dan antioksidan, tahan kekeringan, serta multifungsi—bijinya untuk pangan, batang dan daunnya untuk pakan ternak.

7. Apakah Pasir Haur terkait dengan program penurunan stunting?
Ya. Hasil panen dari Pasir Haur mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita berisiko stunting melalui Posyandu.

8. Apa rencana pengembangan wisata di Pasir Haur?
Rencana pengembangan meliputi taman buah edukasi, bumi perkemahan (termasuk glamping dan campervan), serta fasilitas paralayang dan paramotor.

9. Siapa yang mengelola Agrowisata Pasir Haur?
Dikelola oleh Pemerintah Desa Panjalu bersama BUMDes Rahayu Waluya, dengan pendampingan dari Dinas Pariwisata dan BAPPENDA Kabupaten Ciamis.

10. Bagaimana hubungan Pasir Haur dengan visi “Panjalu Emas 2029”?
Pasir Haur merupakan salah satu pilar utama dalam RPJMDes Panjalu 2025-2029 dan menjadi lokomotif ekonomi baru menuju visi “Panjalu Emas 2029”.

Penutup

Pasir Haur adalah bukti bahwa mimpi besar selalu berawal dari langkah kecil. Dari lahan yang dahulu terabaikan, tumbuh harapan untuk mewujudkan “Panjalu Emas 2029”. Dengan paduan antara ketahanan pangan, ekowisata, dan mimpi besar—didukung oleh komitmen pemerintah desa, sinergi dengan pemerintah kabupaten, serta partisipasi aktif masyarakat—Pasir Haur menjadi bukti nyata bahwa desa mampu bertransformasi dan bersaing di tingkat nasional.

Epilog

“Dan jika angin di ketinggian 800 meter itu bisa berbisik, mungkin ia akan bercerita tentang sebuah desa yang tidak pernah berhenti bermimpi. Tentang petani yang menanam harapan di setiap bibit sorgum, tentang anak-anak muda yang mulai percaya bahwa desanya bisa menjadi tuan rumah bagi masa depannya sendiri.”

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *