(Quick Answer Box)
Panen Raya Sorgum perdana di Desa Panjalu akan digelar pada Sabtu, 5 September 2026, pukul 08.00 WIB, di kawasan Agrowisata Pasir Haur, Dusun Simpar. Acara ini merupakan puncak dari program ketahanan pangan yang dimulai dengan penanaman perdana pada 2 Mei 2026 dan dipantau langsung oleh Kepala Desa H. Yuyus Surya Adinegara pada 30 Juni 2026. Masyarakat umum diundang hadir tanpa dipungut biaya sepeser pun.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Hari & Tanggal | Sabtu, 5 September 2026 |
| Waktu | 08.00 WIB – Selesai |
| Lokasi | Agrowisata Pasir Haur, Dusun Simpar, Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat |
| Acara Utama | Panen simbolis sorgum, sambutan Kepala Desa & DPKP Ciamis, peninjauan kawasan, dialog dengan petani |
| Biaya | Gratis (Terbuka untuk umum) |
| Kontak | Kantor Desa Panjalu / BUMDes Rahayu Waluya |
Kapan dan Di Mana Panen Raya Sorgum Dilaksanakan?
Panen Raya Sorgum perdana di Desa Panjalu akan berlangsung pada hari Sabtu, 5 September 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Lokasi kegiatan bertempat di kawasan Agrowisata Pasir Haur yang terletak di Dusun Simpar, Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis.
Kawasan ini berada di ketinggian lebih dari 800 meter di atas permukaan laut, dikelilingi oleh hamparan perbukitan hijau yang menyejukkan mata. Akses menuju lokasi sudah dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat melalui jalan desa yang telah diperbaiki. Panitia telah menyiapkan area parkir yang luas bagi para pengunjung yang akan hadir.
Bagaimana Perjalanan Panjang dari Benih Menuju Bulir?
Keberhasilan yang akan dituai pada 5 September nanti tidak datang secara instan. Semua berawal dari Gerakan Tanam Sorgum Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Sabtu, 2 Mei 2026 lalu. Saat itu, Pemerintah Desa Panjalu bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis menanam perdana demplot sorgum varietas Bioguma seluas 5 hektare dari total lahan Pasir Haur yang mencapai 20 hektare.
“Saya turun langsung untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana. Kami tidak ingin hanya berhenti di penanaman. Kami ingin melihat bagaimana sorgum dan alpukat ini tumbuh, bagaimana pengelolaannya, dan bagaimana nanti hasilnya bisa dinikmati oleh masyarakat,” tegas Kepala Desa H. Yuyus Surya Adinegara saat melakukan pemantauan rutin pada 30 Juni 2026 lalu.
Selama lebih dari empat bulan, tanaman ini tidak lepas dari perhatian dan perawatan intensif oleh para petani setempat serta pendamping dari DPKP. Kini, kerja keras itu mulai membuahkan hasil. Baca juga: Kilas Balik Gerakan Tanam Sorgum 2 Mei 2026 dan Hasil Monitoring Pasir Haur 30 Juni 2026 (tautan internal akan segera diaktifkan).
Mengapa Sorgum Dipilih sebagai Komoditas Unggulan Panjalu?
Sorgum (Sorghum bicolor) dipilih bukan tanpa alasan. Komoditas ini memiliki karakteristik luar biasa yang sangat cocok dengan kondisi geografis Desa Panjalu. Berikut adalah keunggulan utamanya:
- Tahan Kekeringan & Efisien Air: Membutuhkan air jauh lebih sedikit dibandingkan padi dan jagung, menjadikannya solusi ideal untuk lahan kering di perbukitan Panjalu.
- Kaya Nutrisi (Superfood): Mengandung zat besi, serat, dan antioksidan tinggi yang baik untuk mencegah stunting dan menjaga kesehatan keluarga.
- Multifungsi (Zero Waste):
- Biji: Untuk pangan (nasi sorgum, tepung bebas gluten).
- Batang & Daun: Untuk pakan ternak (silase).
- Limbah: Untuk bahan baku bioetanol.
- Nira: Batang sorgum dapat diperas menghasilkan nira yang diolah menjadi gula semut atau sirup.
- Produktivitas Tinggi: Varietas Bioguma yang ditanam memiliki kandungan gula (brix) mencapai 15,5% dengan potensi hasil biji hingga 7 ton per hektare dan biomassa batang mencapai 44–54 ton per hektare.
Apa Dampak Ekonomi dan Strategis dari Panen Raya Ini?
Panen Raya ini bukan sekadar seremonial, tetapi memiliki dampak luas bagi kemandirian desa:
- Sentra Penangkaran Benih: Kabupaten Ciamis telah menetapkan Kecamatan Panjalu sebagai sentra penangkaran benih sorgum. Dengan adanya unit penangkaran lokal, Ciamis tidak akan bergantung lagi pada pasokan benih dari luar daerah untuk perluasan areal tanam.
- Rencana Perluasan 160 Hektare: Kepala Desa menegaskan bahwa jika demplot 5 hektare ini berhasil, pihaknya akan memperluas penanaman tidak hanya di Desa Panjalu, tetapi juga ke 7 desa lain di Kecamatan Panjalu dengan total potensi lahan mencapai 160 hektare.
- Penguatan BUMDes & MBG: Hasil panen akan didistribusikan melalui BUMDes Rahayu Waluya untuk mendukung program dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola desa, sekaligus dipasarkan ke industri pengolahan pangan sebagai bahan baku alternatif pengganti gandum impor.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan) Seputar Panen Raya Sorgum
1. Kapan Panen Raya Sorgum dilaksanakan?
Panen Raya Sorgum dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 September 2026, mulai pukul 08.00 WIB.
2. Di mana lokasi pasti acara ini?
Berlokasi di Agrowisata Pasir Haur, Dusun Simpar, Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
3. Apakah acara ini terbuka untuk umum dan berbayar?
Acara ini terbuka untuk umum dan GRATIS. Tidak dipungut biaya tiket masuk.
4. Apa saja yang akan dilakukan dalam acara tersebut?
Rangkaian acara meliputi panen simbolis, sambutan pejabat, peninjauan lahan, dialog dengan petani, serta pertunjukan seni budaya.
5. Mengapa sorgum dianggap penting bagi Panjalu?
Sorgum adalah komoditas tahan kekeringan, kaya nutrisi, dan multifungsi (pangan, pakan, energi). Panen ini adalah langkah awal Panjalu menuju kemandirian pangan dan menjadi sentra benih se-Kabupaten Ciamis.
6. Apa rencana setelah panen raya ini?
Pemerintah Desa akan melakukan perluasan tanam ke 7 desa lain di Kecamatan Panjalu dengan total target lahan 160 hektare.
Penutup dan Ajakan (Call to Action)
Panen Raya Sorgum di Pasir Haur adalah milik kita semua. Ini adalah hasil dari kolaborasi, gotong royong, dan kerja keras yang tidak kenal lelah antara Pemerintah Desa, BUMDes Rahayu Waluya, Dinas Pertanian, dan seluruh masyarakat.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa dengan memanfaatkan potensi lokal, Desa Panjalu mampu berdiri di atas kaki sendiri dan keluar dari ketergantungan pangan impor. Jangan lewatkan momen bersejarah ini!
Sampai jumpa di Pasir Haur, Sabtu pagi! Bersama kita wujudkan Panjalu Emas 2029!
