Kabupaten Ciamis berhasil meraih prestasi internasional pada ajang The 6th ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award 2025 di Langkawi, Malaysia. Dalam penghargaan tersebut, Ciamis dinobatkan sebagai kabupaten dengan lahan bersih (Clean Land) untuk kategori kota kecil.
Penghargaan ini diterima oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Umum Kabupaten Ciamis, Dr. Giyatno, yang hadir mewakili Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya.
Mengapa Ciamis Meraih Penghargaan Lahan Bersih?
Ada beberapa alasan mengapa Ciamis Lahan Bersih diakui di tingkat ASEAN, antara lain:
1. Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Ciamis memiliki program pemilahan sampah dari rumah tangga, layanan persampahan berbasis masyarakat, hingga dukungan ekonomi sirkular.
2. Peran Aktif Masyarakat
Komunitas lingkungan seperti Pasukan Ungu, Bank Sampah, Kader ProKlim, penggiat komposter, dan maggot ikut menjaga kebersihan. Partisipasi masyarakat menjadi kunci sukses.
3. Sinergi Pemerintah dan Desa
Dari pemerintah kabupaten hingga desa-desa di Ciamis, semua bergerak bersama dalam menjaga kebersihan.
Kebanggaan untuk Warga Desa Panjalu
Sebagai bagian dari Tatar Galuh Ciamis, warga Desa Panjalu juga ikut bangga. Prestasi ini menjadi bukti bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi hasil kerja sama seluruh lapisan masyarakat.
Dengan penghargaan ini, Panjalu diharapkan semakin termotivasi untuk:
- Memilah sampah dari rumah tangga,
- Mendukung program kebersihan desa,
- Mengurangi plastik sekali pakai,
- Menjaga keindahan alam dan Situ Lengkong Panjalu.
Harapan ke Depan
Penghargaan Ciamis Lahan Bersih di tingkat ASEAN adalah awal dari langkah besar. Semoga semangat menjaga kebersihan bisa menular ke seluruh pelosok desa, termasuk Panjalu.
Mari kita bersama-sama wujudkan Panjalu Bersih, Ciamis Lestari, dan Indonesia Jaya.

