Kepala BPOM resmi meluncurkan Gemilang Indonesia Emas (Gerakan Peningkatan Literasi Kesehatan Digital Menuju Indonesia Emas), sebuah inisiatif strategis untuk mendukung visi Asta Cita Pemerintah. Program ini bertujuan meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya dalam produksi obat bahan alam (OBA) dan suplemen kesehatan (SK), melalui penguatan literasi kesehatan berbasis digital. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen BPOM dalam mendorong transformasi digital UMKM, memastikan produk lokal tetap kompetitif dan relevan di pasar global.
Program Gemilang Indonesia Emas merupakan hasil kolaborasi strategis antara BPOM dan Siberkreasi dalam membangun gerakan jejaring multi-stakeholder. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat melalui penyebaran konten positif dan pemanfaatan internet secara bijak serta bertanggung jawab. Siberkreasi, sebagai penggerak Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Mei 2021, memiliki jaringan luas dengan lebih dari 140 komunitas dari berbagai bidang. Melalui sinergi ini, program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang sehat dan mendukung Indonesia Emas 2045.
Kegiatan ini diikuti oleh total 845 peserta, baik secara luring maupun daring. Hadir secara langsung, antara lain Ketua Umum Siberkreasi Donny Budhi Utoyo; perwakilan kementerian/lembaga (Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Digital), Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta Kementerian Kesehatan); asosiasi profesi (Ikatan Apoteker Indonesia dan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia); e-commerce; serta Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM (Deputi 2); Deputi Bidang Penindakan BPOM (Deputi4); dan jajaran pimpinan tinggi madya di lingkungan Kedeputian 2 dan Kedeputian 4 BPOM.
Dalam program Gemilang Indonesia Emas, BPOM melibatkan seller marketplace, influencer, dan content creator untuk memperkuat promosi literasi kesehatan digital melalui media sosial. Program ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keamanan produk obat dan makanan, khususnya terkait obat bahan alam (OBA) dan suplemen kesehatan (SK). Peserta program diharapkan aktif menyebarkan konten edukatif dan mendukung kampanye literasi digital di berbagai platform. Selain itu, mereka juga didorong memberikan workshop dan bimbingan teknis kepada komunitas literasi digital, guna meningkatkan pemahaman tentang produk kesehatan yang aman dan berkualitas.
Produk obat bahan alam (OBA) dan suplemen kesehatan (SK) yang dipasarkan secara daring kini banyak dijual oleh pelaku usaha, termasuk usaha mikro kecil dan seller non-official. BPOM secara aktif mengawasi peredaran produk ini, baik dari segi kualitas produk maupun metode promosinya. Data menunjukkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, tingkat pelanggaran promosi produk oleh seller non-official mencapai lebih dari 70%, tiga kali lebih tinggi dibandingkan seller official yang hanya sekitar 28%. Langkah pengawasan ini bertujuan melindungi konsumen dari risiko produk yang tidak memenuhi standar keamanan dan mutu.
“Pengguna digital itu mecapai 80% dari penduduk kita [Indonesia]. Hampir 100% generasi Z dan generasi muda memanfaatkan literasi digital, artinya menggunakan internet. Dalam konteks itu, BPOM memiliki tanggung jawab untuk membantu proses literasi ini berjalan sehat” ujar Taruna Ikrar
BPOM menilai literasi digital masyarakat masih perlu ditingkatkan, terutama dalam konteks transaksi produk obat dan makanan secara daring. Hingga triwulan III tahun 2024, hasil patroli siber menunjukkan bahwa BPOM telah merekomendasikan takedown terhadap 245.805 tautan yang mempromosikan produk ilegal dan melanggar peraturan. Data ini menggarisbawahi urgensi pengawasan dan edukasi digital untuk memastikan keamanan konsumen serta meminimalkan risiko peredaran produk yang tidak memenuhi standar.
“Data ini kan sangat besar. Karena itu, kita ingin mencegah terjadinya hal-hal yang berbahaya dengan membangun literasi lawan dari itu, yaitu literasi yang sehat, melalui kegiatan hari ini” tutur Taruna Ikrar
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyampaikan Inspirational Talk yang membahas dampak transformasi digital di Indonesia, khususnya bagi generasi muda. Ia menekankan bahwa era digital membuka peluang besar bagi masyarakat untuk mengembangkan bisnis, terutama di sektor kesehatan dan produk inovatif. Namun, transformasi ini juga menghadirkan tantangan yang kompleks, seperti perlunya literasi digital yang lebih baik dan pengawasan ketat terhadap produk daring. Taruna Ikrar mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam mengatasi tantangan tersebut demi menciptakan ekosistem digital yang aman dan produktif.
“Saya yakin SDM Indonesia literasi digitalnya sebenarnya baik. Kita hanya perlu terus mendorong dan memfasilitasi peningkatan literasi digital ini agar masyarakat dapat berdaya secara mandiri untuk melindungi dirinya dari produk obat dan makanan yang tidak aman dari penjualan daring” ucap Taruna Ikrar
“Untuk itu, disini perlu kita cari bersama bagaimana cara efektif untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, termasuk pelaku usaha daring, untuk menggapai tujuan bersama kita yaitu menuju generasi Indonesia Emas 2045” lanjut Taruna Ikrar
BPOM berkomitmen menciptakan ekosistem digital yang aman, terpercaya, dan inklusif melalui program Gemilang Indonesia Emas. Salah satu target utama program ini adalah menurunkan pelanggaran promosi produk oleh seller non-official hingga 20% pada tahun 2025. Dengan langkah ini, BPOM berharap dapat mendorong terciptanya lingkungan digital yang lebih sehat, mendukung pelaku usaha yang patuh regulasi, dan melindungi konsumen dari risiko produk ilegal.
Dalam upaya meningkatkan pengawasan peredaran produk daring, BPOM telah menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA), serta berbagai platform marketplace. Salah satu inisiatif utamanya adalah program Zona Ramah Promosi Online (ZRPO), yang dirancang untuk memberikan edukasi preventif kepada pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di sektor obat bahan alam (OBA) dan suplemen kesehatan (SK). Program ini bertujuan mendorong pemasaran produk yang sesuai regulasi, sekaligus menciptakan ekosistem marketplace yang aman dan terpercaya.
Sekretaris Jenderal Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA), Budi Primawan, menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengawasan peredaran obat dan makanan di jalur daring melalui kerja sama dengan BPOM yang telah berlangsung sejak 2019. Ia menyatakan bahwa idEA siap mengambil langkah cepat untuk menindaklanjuti setiap laporan pelanggaran yang terjadi di platform marketplace. Sinergi ini bertujuan menciptakan ekosistem digital yang aman, mendukung kepatuhan pelaku usaha, dan melindungi konsumen dari produk yang tidak memenuhi standar.
“Kalau ada permintaan untuk takedown, bisa disampaikan kepada kami. Kami akan proses. Kami juga edukasi kepada pelaku usaha kenapa sampai link-nya di-takedown dan bagaimana agar tidak sampai terjadi lagi” ujar Sekretaris Jenderal idEA Budi Primawan
BPOM menghadirkan inovasi terbaru dalam pengawasan daring melalui program INTERAKSI (Input Nomor Izin Edar Ketika Promosi). Program ini mewajibkan seller mencantumkan nomor izin edar (NIE) BPOM saat mempromosikan produk obat dan makanan di platform daring. Langkah ini bertujuan mengantisipasi peredaran produk ilegal sekaligus memberikan kemudahan bagi konsumen untuk memverifikasi legalitas produk sebelum membeli dan menggunakannya. Program ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan konsumen, tetapi juga mendukung terciptanya ekosistem perdagangan daring yang aman dan terpercaya.

Dalam acara hari ini, Kepala BPOM memberikan penghargaan kepada berbagai stakeholder yang berkontribusi signifikan dalam pengawasan peredaran obat dan makanan, khususnya obat bahan alam (OBA) dan suplemen kesehatan (SK) secara daring. Penghargaan pertama diberikan kepada CV Herbal Indo Utama (HIU) Group dan CV Natura Alamindo, yang berhasil mengikuti program ekosistem ekspor dan sukses melakukan ekspor serta mengimplementasikan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) secara menyeluruh. Selain itu, PT Dami Sariwana juga mendapatkan penghargaan atas peran aktifnya dalam mencari peluang ekspor dan penerapan CPOTB full aspect. Penghargaan ini mencerminkan komitmen BPOM dalam mendorong standar mutu dan keamanan produk kesehatan Indonesia di pasar global.
Kepala BPOM memberikan penghargaan kepada UPT BPOM yang telah berkontribusi dalam mendampingi UMKM untuk naik kelas, yakni Balai Besar POM di Bandung, Balai Besar POM di Jakarta, dan Balai Besar POM di Surabaya. Penghargaan lainnya diberikan kepada Sugiyono dari PT Lawu Flora Wijaya sebagai Duta Inspiratif dalam membangun kemandirian bahan baku obat bahan alam (OBA). Selain itu, PT Tokopedia juga menerima penghargaan atas perannya yang aktif dalam pengawasan daring produk OBA dan suplemen kesehatan (SK). Penghargaan ini mencerminkan dukungan BPOM dalam menciptakan ekosistem pengawasan yang kuat dan berkelanjutan untuk produk kesehatan di Indonesia.

