Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Kelompok Keahlian Ilmu-Ilmu Kemanusiaan (KKIK) Fakultas Seni Rupa dan Desain memberikan pendampingan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di kawasan Singaparna dan Panjalu. Kegiatan ini bertajuk “Suksesi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Pengembangan Produk Unggulan BUMDes Berbasis Potensi Lokal”.
Setelah melalui tahap perancangan sejak Juli 2025, pelatihan resmi dilaksanakan pada Senin (11/8/2025) di Pondok Pesantren Suryalaya, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari pengelola BUMDes, perangkat desa, serta perwakilan masyarakat. Materi yang diberikan tidak hanya berupa teori, melainkan juga praktik langsung, mulai dari pemetaan potensi lokal, manajemen usaha desa yang transparan, hingga pengenalan nilai gizi dan peluang ekonomi produk pangan.
Tim Pengmas ITB dipimpin oleh Ade Engkus Kusnadi, S.Pd., M.Pd., dengan melibatkan sejumlah dosen dari berbagai disiplin ilmu, di antaranya Dr. Agus Syihabudin, M.A., Ir. Pathmi Noerhatini, M.Si., dan Shohib Khoiri, Lc., M.A. Mereka memberikan materi sesuai keahliannya, seperti pengelolaan manajemen desa, strategi optimalisasi potensi lokal, hingga sinergi antaraktor pembangunan desa.
Dalam sambutannya, Ade Engkus Kusnadi menegaskan bahwa program ini bertujuan memperkuat kapasitas BUMDes dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal, desa dapat berperan aktif bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam mewujudkan program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.
Kehadiran ITB mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah desa dan masyarakat Panjalu. Program ini dinilai sejalan dengan arahan pemerintah, khususnya kewajiban penggunaan minimal 20% Dana Desa untuk ketahanan pangan. Selain itu, kolaborasi ini mendukung regulasi penting, seperti Peraturan Presiden No. 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional serta Permendes PDT No. 2 Tahun 2024 mengenai petunjuk operasional Dana Desa 2025.
Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan BUMDes Panjalu mampu mengelola potensi pangan lokal secara berkelanjutan, menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, serta membuka peluang ekonomi baru. Pada akhirnya, kerja sama antara perguruan tinggi, desa, dan masyarakat akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dari tingkat desa.

