Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya memperkuat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu merambah pasar global. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah berkolaborasi dengan Google Indonesia dalam menghadirkan Gemini Academy, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat membantu meningkatkan kreativitas dan produktivitas pelaku UMKM.
Peluncuran ini disambut baik oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso yang menekankan bahwa Gemini Academy dapat mempermudah akses informasi dan memangkas birokrasi dalam dunia ekspor.
“Jadi ini sebenarnya salah satu cara yang sangat mudah untuk memperpendek birokrasi, kemudian untuk mendapatkan akses informasi yang lebih cepat dan lebih mudah,” ungkap Budi dalam acara peluncuran di Kantor Kemendag.
AI untuk Mempermudah Ekspor UMKM
Dengan kehadiran Gemini, Budi percaya bahwa para pelaku UMKM dapat lebih memahami dinamika pasar internasional sebelum memutuskan ekspansi. Salah satu keunggulan utama AI ini adalah kemampuannya dalam memberikan wawasan terkait tren pasar dan regulasi ekspor di berbagai negara.
“Kalau mau jualan produk ke India misalnya, kira-kira produk apa yang (akan) laris, juga bisa dilihat aturan-aturannya, prosedurnya seperti apa dan sebagainya. Jadi teman-teman (UMKM) tidak perlu bertanya lagi ke Kemendag karena sudah terbantu dengan IT. Kecuali belum terjawab, baru (ditanyakan) ke Kemendag,” jelas Budi, yang akrab disapa Busan.
Selain memanfaatkan teknologi AI, ia juga mendorong UMKM untuk mengikuti program UMKM Berani Inovasi Siap Adaptasi (BISA) Ekspor, yang dirancang khusus untuk membantu UMKM menembus pasar global.
“Setelah teman-teman siap ekspor, nanti ikut program UMKM BISA ekspor, maka setiap bulan kita ada namanya pitching. Pitching itu memperkenalkan produk kita kepada perwakilan kita di luar negeri,” tambahnya.
Google Indonesia: AI untuk UMKM yang Lebih Produktif
Direktur Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik Google Indonesia, Putri Alam, juga menegaskan bahwa Gemini hadir sebagai asisten digital yang dapat membantu pengguna dalam berbagai tugas, termasuk merencanakan proyek, membuat draft, hingga meningkatkan efisiensi bisnis UMKM.
“Kehadiran Gemini di Indonesia menjadi langkah awal kami untuk menghadirkan pengalaman Artificial Intelligence (AI) yang lebih mudah diakses dan dipahami oleh seluruh masyarakat,” ujar Putri.
Lebih lanjut, Putri juga menyoroti berbagai produk digital lain yang dapat dimanfaatkan UMKM untuk mengembangkan bisnisnya di era digital.
“Mulai dari platform berbagi video seperti YouTube, alat periklanan Google Ads, alat analitik Google Analytics hingga solusi Google Cloud, semua ini dapat dimanfaatkan oleh UMKM untuk meningkatkan efisiensi, menjangkau pasar yang lebih luas, dan meningkatkan nilai ekonomi,” jelasnya.
Teknologi AI untuk Masa Depan UMKM Indonesia
Dengan kehadiran Gemini Academy, Google dan Kemendag berharap UMKM Indonesia dapat semakin percaya diri dalam bersaing di kancah internasional. Teknologi AI ini diharapkan tidak hanya membantu dari sisi efisiensi, tetapi juga membuka wawasan baru bagi para pelaku UMKM untuk berkembang lebih pesat.
“Kami percaya bahwa dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih cerah lagi bagi Indonesia, di mana teknologi dapat memberdayakan setiap individu, membuat ruang ekonomi yang inklusif, dan mendorong kemajuan bangsa secara berkelanjutan,” pungkas Putri.
Dengan langkah ini, UMKM Indonesia kini memiliki peluang lebih besar untuk beradaptasi dengan era digital, memperluas jangkauan, dan meraih kesuksesan di pasar global. Transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, tetapi menjadi kebutuhan untuk memastikan daya saing yang berkelanjutan di tingkat internasional.

