Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama Kementerian Agama menjalin kerja sama untuk mewujudkan kehidupan masyarakat desa yang rukun, harmonis, serta memiliki semangat toleransi tinggi dalam keberagaman.
Selain menanamkan nilai-nilai kebersamanaan, kedua kementerian ini juga berkomitmen dalam memperkuat ekonomi masyarakat desa melalui pendekatan berbasis ekonomi keluarga. Upaya ini dilakukan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat desa serta menyesuaikan program dengan kondisi sosial dan budaya di setiap daerah.
Menteri Desa PDTT, Yandri Susanto, optimis bahwa inisiatif ini akan menciptakan masyarakat desa yang lebih solid serta mendukung terwujudnya Indonesia yang maju dan bermartabat.
“Kami membahas tindak lanjut kerja sama dengan Kementerian Agama. Insyaallah, kita akan memulai pengembangan majelis taklim, Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ), serta sarana pendidikan agama lainnya agar kehidupan sosial dan spiritual masyarakat desa semakin berkembang serta memberikan manfaat dunia dan akhirat,” ujar Yandri saat bertemu Menteri Agama, Nasaruddin Umar, di Kantor Kementerian Agama.
Salah satu langkah konkret dari kerja sama ini adalah pengembangan majelis taklim di desa-desa sebagai pusat pembelajaran agama sekaligus wadah mempererat hubungan sosial antarwarga. Selain menjadi tempat menimba ilmu agama, majelis taklim juga diarahkan untuk menjadi pusat pemberdayaan ekonomi keluarga dengan mendorong usaha-usaha ekonomi berbasis komunitas.
Pemerintah juga berkomitmen untuk memberantas buta huruf Al-Quran di pedesaan melalui berbagai program pendidikan keagamaan. Inisiatif ini bertujuan agar masyarakat desa dapat membaca Al-Quran dengan baik dan benar, sehingga semakin memahami serta mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
Selain aspek keagamaan dan ekonomi, kolaborasi Kemendes dan Kemenag juga menitikberatkan pada penguatan nilai-nilai toleransi antarumat beragama. Dengan memperkuat semangat saling menghormati dan menghargai perbedaan, diharapkan setiap desa di Indonesia dapat menjadi lingkungan yang damai dan harmonis.
Dengan sinergi antara kedua kementerian ini, diharapkan masyarakat desa tidak hanya semakin rukun secara sosial tetapi juga lebih sejahtera secara ekonomi. Pemerintah terus berupaya menghadirkan program yang berkelanjutan demi menciptakan desa yang mandiri, religius, dan berkualitas.

