Menjelang bulan suci Ramadan 2025, Badan Pangan Nasional (NFA) memastikan pasokan dan harga pangan nasional dalam kondisi stabil. Proyeksi menunjukkan surplus beras mencapai 9 juta ton, stok daging ruminansia lebih dari 42 ribu ton, serta cabai rawit sekitar 33 ribu ton. Kondisi ini memberikan kepastian bagi masyarakat bahwa kebutuhan pangan akan tetap terpenuhi dengan harga yang terkendali.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan NFA, I Gusti Ketut Astawa, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Pangan Daerah di Kemendagri, Jakarta (10/2/2025), menyatakan bahwa ketersediaan berbagai komoditas pangan utama dalam kondisi aman.
“Beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, gula konsumsi, dan minyak goreng semuanya dalam stok yang mencukupi untuk menghadapi Ramadan hingga Lebaran,” ujarnya.
Peran Penting Pemerintah Daerah dalam Stabilitas Pangan
Meskipun kondisi pangan nasional relatif aman, NFA tetap mendorong optimalisasi peran Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menjaga kestabilan pasokan dan harga. Pemda diharapkan aktif berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, serta bekerja sama dengan BUMN, BUMD, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang berlebihan di daerah masing-masing.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tren inflasi menunjukkan kenaikan di awal Ramadan, namun cenderung menurun saat Idulfitri. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam memastikan kelancaran distribusi serta kestabilan harga pangan selama bulan puasa dan hari raya.
Aksi Konkret dalam Menghadapi Lonjakan Permintaan
Sebagai langkah antisipasi, NFA telah merancang berbagai program untuk mengendalikan inflasi pangan, termasuk persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Salah satu inisiatifnya adalah menggelar aksi bersama kementerian/lembaga, Pemda, serta para pelaku usaha pada Rabu, 12 Februari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar dan menghindari potensi kenaikan harga yang merugikan masyarakat.
Berdasarkan perkembangan terakhir, inflasi pada Januari 2025 tercatat sebesar 0,76% (year-on-year), dengan kelompok makanan, minuman, dan tembakau berkontribusi sebesar 0,56%. Dengan berbagai langkah strategis yang telah disiapkan, diharapkan Ramadan dan Lebaran tahun ini dapat berlangsung dengan ketenangan tanpa gangguan harga pangan yang bergejolak.
Melalui upaya bersama antara pemerintah pusat, daerah, serta sektor swasta, stabilitas pangan nasional diharapkan tetap terjaga demi kesejahteraan masyarakat.

