Situ Lengkong Panjalu adalah danau alami seluas 58 hektar yang terletak di Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kawasan ini merupakan cagar alam seluas 16 hektar yang ditetapkan sejak 21 Februari 1919, menjadikannya salah satu danau lindung tertua di Indonesia. Setelah menjalani revitalisasi tahap II selama lebih dari setahun, Situ Lengkong Panjalu resmi dibuka kembali pada 1 Januari 2026 dengan konsep wisata berkelanjutan yang mengutamakan pelestarian lingkungan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan kenyamanan pengunjung.
Daftar Isi
- Keistimewaan Situ Lengkong Pasca Revitalisasi
- Fasilitas dan Aktivitas Wisata
- Harga Tiket dan Biaya Kunjungan
- Waktu Terbaik Berkunjung
- Hal yang Perlu Dipersiapkan
- Akses dan Rute Menuju Lokasi
- Informasi Kontak dan Situs Resmi
Keistimewaan Situ Lengkong Pasca Revitalisasi 2026
Revitalisasi tahap II yang menelan anggaran Rp4,5 miliar telah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana tanpa mengubah esensi alam dan budaya. Berikut adalah keistimewaan utama wisata Situ Lengkong setelah pembukaan kembali.
1. Fasilitas Baru yang Ramah Lingkungan
- Dermaga kayu yang lebih kokoh dan aman
- Jalur pejalan kaki (boardwalk) di sekeliling danau
- Area parkir tertata dengan sistem zonasi
- Pusat informasi wisata dilengkapi papan edukasi ekosistem
- Tempat sampah terpilah dan dispenser air minum gratis
2. Ekosistem Danau yang Terjaga
Sebagai cagar alam, Situ Lengkong memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Di dalamnya terdapat hutan mangrove yang dijuluki “Amazon-nya Ciamis” karena kerapatannya yang langka untuk danau air tawar. Mangrove ini berfungsi sebagai penahan erosi dan habitat bagi berbagai spesies burung air serta kalong (Pteropus vampyrus). Program penebaran benih ikan (nila, mujair, kancra) dan larangan sementara penangkapan ikan juga dilakukan untuk memulihkan produktivitas perairan.
3. Wisata Religi dan Sejarah di Pulau Nusa Gede
Pulau Nusa Gede seluas 9,25 hektar yang berada di tengah danau merupakan destinasi utama. Di pulau ini terdapat makam Syekh Panjalu (Prabu Hariang Kencana/Borosngora) , tokoh penyebar Islam di Tatar Galuh. Pengunjung dapat menyeberang menggunakan perahu kayu tradisional yang dikelola langsung oleh warga Desa Panjalu.
4. Ekowisata Puncak Pasir Haur
Selain danau, kawasan Puncak Pasir Haur menawarkan pemandangan 360 derajat meliputi Situ Lengkong, Gunung Sawal, dan Kota Ciamis. Tempat ini cocok untuk glamping, trekking ringan, atau sekadar menikmati matahari terbenam.
Fasilitas dan Aktivitas Wisata di Situ Lengkong Panjalu
| Aktivitas | Deskripsi |
|---|---|
| Menyusuri danau dengan perahu kayu | Perahu tradisional kapasitas 4-6 orang, ditemani pengelola lokal yang bercerita tentang legenda dan sejarah danau. |
| Menjelajahi hutan mangrove | Berjalan di boardwalk atau menggunakan perahu kecil untuk masuk ke jalur mangrove yang rimbun. |
| Ziarah ke Pulau Nusa Gede | Mengunjungi makam Syekh Panjalu dan menikmati ketenangan pulau di tengah danau. |
| Trekking ke Puncak Pasir Haur | Mendaki jalur ringan selama 15-20 menit untuk mendapatkan pemandangan terbaik. |
| Belajar ekowisata | Tersedia papan informasi dan sesi edukasi bagi rombongan sekolah atau komunitas. |
Harga Tiket dan Biaya Kunjungan
Berikut adalah rincian biaya resmi yang perlu disiapkan oleh pengunjung:
| Komponen Biaya | Perkiraan Tarif |
|---|---|
| Tiket masuk | Rp7.500 per orang |
| Parkir motor | Rp5.000 |
| Parkir mobil | Rp10.000 |
| Sewa perahu ke Pulau Nusa Gede | Rp50.000 – Rp100.000 (perahu untuk 4-6 orang) |
| Makan siang (liwet ikan bakar + es kelapa) | Rp25.000 – Rp40.000 |
| Suvenir (kerajinan kayu atau batik) | Mulai Rp15.000 |
Total estimasi biaya per orang: sekitar Rp100.000 – Rp150.000 sudah termasuk tiket, transportasi dalam kawasan, dan konsumsi.
Informasi tarif bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai kebijakan Pemerintah Desa Panjalu. Pengunjung disarankan untuk mengecek pembaruan terbaru melalui situs resmi atau media sosial desa sebelum berangkat.
Waktu Terbaik Berkunjung
| Waktu | Suasana | Rekomendasi |
|---|---|---|
| Pagi (06.00 – 09.00) | Kabut tipis, udara sejuk, suara burung | Sangat cocok untuk fotografi, meditasi, atau sekadar menikmati ketenangan. |
| Siang (09.00 – 14.00) | Cerah, air danau berwarna hijau toska | Waktu ideal untuk naik perahu dan menjelajahi mangrove. |
| Sore (15.00 – 17.00) | Matahari mulai miring, warna keemasan | Waktu terbaik untuk trekking ke Puncak Pasir Haur dan menikmati matahari terbenam. |
| Akhir pekan & hari libur nasional | Ramai pengunjung (dapat mencapai 3.000 orang per hari) | Disarankan datang sebelum pukul 08.00 untuk menghindari antrean perahu. |
Tips dari pengelola: Bagi pengunjung yang menginginkan suasana lebih tenang dan privat, disarankan untuk berkunjung pada hari Selasa, Rabu, atau Kamis. Pada hari-hari tersebut, danau cenderung lebih sepi, antrean perahu lebih pendek, dan pengalaman wisata menjadi lebih nyaman.
Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berangkat
- Botol minum pribadi – Kawasan danau menerapkan kebijakan tanpa plastik sekali pakai. Tersedia dispenser air minum gratis di beberapa titik.
- Pakaian dan alas kaki yang nyaman – Disarankan menggunakan sepatu untuk trekking ke Puncak Pasir Haur. Hindari penggunaan sendal jepit karena medan yang sedikit menantang.
- Uang tunai – Sinyal internet di sekitar danau kadang tidak stabil, sehingga pembayaran non-tunai mungkin terkendala.
- Kamera atau power bank – Banyak spot foto menarik, terutama pada saat kabut pagi.
- Kepatuhan terhadap aturan – Selama masa pemulihan ekosistem, dilarang memancing, membuang sampah sembarangan, atau merusak mangrove. Aturan ini demi kelestarian kawasan bersama.
Satu saran tambahan: Apabila memungkinkan, datanglah sebelum pukul 08.00. Selain udara masih sejuk, Anda juga dapat memperoleh perahu tanpa harus mengantre panjang. Setelah pukul 10.00, kawasan biasanya mulai ramai.
Akses dan Rute Menuju Lokasi
Alamat:
Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46262
Rute perjalanan:
- Dari Kota Tasikmalaya (jarak tempuh sekitar 2 jam): Menggunakan kendaraan pribadi (mobil atau motor) melalui Jalan Raya Tasikmalaya – Ciamis – Panjalu. Ikuti petunjuk arah menuju Desa Panjalu.
- Dari Kota Ciamis (jarak tempuh sekitar 1 jam): Ambil arah menuju Kecamatan Panjalu. Jalan telah beraspal mulus pasca-revitalisasi.
- Angkutan umum: Tersedia angkutan desa (angkudes) dari Ciamis ke Panjalu, namun jadwalnya terbatas. Penggunaan kendaraan pribadi sangat disarankan.
Google Maps: Klik di sini untuk navigasi menuju Situ Lengkong Panjalu
Informasi Kontak dan Situs Resmi
Untuk informasi lebih lanjut, pembaruan jam operasional, tarif, atau event khusus, silakan mengunjungi:
- Website resmi: panjalu.desa.id
- Kantor Desa Panjalu: Jl. Raya Panjalu No. 45, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis
Jam operasional: Senin – Minggu, 08.00 – 17.00 WIB (akhir pekan dan libur nasional dapat diperpanjang hingga pukul 18.00 sesuai pengumuman).
Situ Lengkong Panjalu adalah bukti nyata bahwa pariwisata alam dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Dengan berkunjung ke destinasi ini, Anda tidak hanya menikmati keindahan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat desa dan kelestarian ekosistem danau. Mari bersama-sama menjaga warisan alam ini. Rencanakan perjalanan Anda, patuhi aturan yang berlaku, dan bawalah pulang cerita indah.
#SituLengkongHijau #PulangBertanggungJawab #WisataCiamis #Ekowisata2026

