Tren Ekonomi Kreatif 2024: “Local is the New Luxury” hingga Revolusi Mode Ramah Lingkungan

Tren Ekonomi Kreatif 2024: “Local is the New Luxury” hingga Revolusi Mode Ramah Lingkungan

Jakarta, 20 Desember 2024 – Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf), Teuku Riefky Harsya, memperkenalkan sejumlah konsep tren yang diprediksi akan mendominasi sektor ekonomi kreatif pada 2024. Salah satunya adalah konsep “Local is the New Luxury”, yang mengedepankan produk dan budaya lokal sebagai simbol kemewahan baru.

Konsep ini diumumkan dalam acara Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2024, yang digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta. Menekraf Riefky menegaskan pentingnya produk lokal dengan kualitas dunia untuk memperkuat identitas budaya nusantara di pasar global.

“Menonjolkan kebanggaan terhadap produk dan budaya nusantara dengan standar kualitas dunia,” ujar Menekraf Riefky.

Tren Utama Ekonomi Kreatif 2024

Selain “Local is the New Luxury”, Menekraf juga mengungkapkan dua tren lainnya yang akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi kreatif:

1. Experiential Experience Kuliner

Konsep ini menawarkan pengalaman unik dalam menjelajahi cita rasa kuliner khas nusantara. Dengan pendekatan sensori dan cerita budaya, kuliner tidak hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga pengalaman yang tak terlupakan.

  • Potensi:
    • Menarik wisatawan domestik dan internasional.
    • Mengangkat kuliner tradisional sebagai daya tarik wisata gastronomi.
    • Mendukung promosi pariwisata berbasis budaya lokal.

2. Revolusi Mode Berbasis Keberlanjutan

Revolusi mode ini menitikberatkan pada penggunaan bahan alami seperti serat bambu dan rami untuk menciptakan industri fesyen yang ramah lingkungan.

  • Potensi:
    • Memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen bahan alami berkualitas.
    • Mengurangi jejak karbon industri tekstil global.
    • Meningkatkan daya saing fesyen Indonesia di pasar internasional yang semakin peduli terhadap keberlanjutan.

Ekonomi Kreatif Berorientasi pada Budaya dan Keberlanjutan

Keseluruhan tren ini mencerminkan arah baru ekonomi kreatif Indonesia yang inovatif, berkelanjutan, dan tetap berakar pada nilai budaya lokal. Menekraf Riefky menegaskan bahwa ekonomi kreatif harus mampu beradaptasi dengan transformasi digital sambil mempertahankan identitas budaya bangsa.

“Keseluruhan tren ini mencerminkan arah ekonomi kreatif yang berorientasi pada inovasi, keberlanjutan, dan relevansi budaya di tengah era digital,” jelasnya.

Target Ambisius Ekonomi Kreatif 2029

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN) 2029, Kementerian Ekonomi Kreatif telah menetapkan target pertumbuhan yang ambisius:

  • PDB Ekraf: Meningkat hingga 8,37 persen.
  • Ekspor Ekraf: Tumbuh sebesar 5,96 persen.
  • Penyerapan Tenaga Kerja Ekraf: Hingga 27,66 juta orang.
  • Investasi Ekraf: Bertumbuh sebesar 8,08 persen.

Untuk mencapai target tersebut, Menekraf menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat. Konsep-konsep inovatif seperti “Local is the New Luxury” menjadi kunci dalam mendorong sektor ekonomi kreatif Indonesia ke level berikutnya.

Tren ekonomi kreatif yang diperkenalkan Menekraf Teuku Riefky Harsya memberikan arah baru bagi Indonesia untuk memaksimalkan potensi lokal dengan pendekatan inovatif. Dengan fokus pada keberlanjutan, budaya, dan teknologi, ekonomi kreatif diharapkan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia menuju 2029.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *