Panjalu, Ciamis — Hamparan tanaman sorgum di Kawasan Agrowisata Pasir Haur, Dusun Simpar, Desa Panjalu, resmi memasuki masa panen perdana pada Sabtu (5/9/2026). Kegiatan yang digelar mulai pukul 08.00 WIB ini menjadi tonggak bersejarah sekaligus bukti nyata bahwa lahan tidur seluas 20 hektare dapat disulap menjadi kawasan produktif di ketinggian lebih dari 800 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Dari lahan sekitar 3 hektare yang dikelola oleh Kelompok Tani (Poktan) Karya Mekar, panen perdana ini mengindikasikan potensi produksi yang sangat menjanjikan, sesuai dengan karakteristik unggulan varietas Bioguma yang ditanam. Berbeda dengan tanaman jagung yang sering gagal di musim kemarau, sorgum justru menunjukkan ketahanan luar biasa—menjadi andalan baru dalam menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan iklim ekstrem.
Kegiatan panen raya dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Ape Riswandana, unsur Kecamatan Panjalu, Pemerintah Desa Panjalu, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pertanian, jajaran TNI-Polri, serta puluhan anggota kelompok tani dan warga sekitar.
Panen Raya Sorgum Pasir Haur 2026
| Unsur | Detail |
|---|---|
| Apa | Panen raya perdana tanaman sorgum varietas Bioguma di lahan 3 hektare |
| Kapan | Sabtu, 5 September 2026, pukul 08.00 WIB – selesai |
| Di mana | Kawasan Agrowisata Pasir Haur, Dusun Simpar, Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu (ketinggian ±800 mdpl) |
| Siapa | Kelompok Tani Karya Mekar, Pemerintah Desa Panjalu, Dinas Pertanian Ciamis, UPTD Pertanian, TNI-Polri, dan masyarakat |
| Mengapa | Mengoptimalkan aset desa, diversifikasi pangan, dan membuka peluang ekonomi baru |
| Bagaimana | Panen simbolis, sambutan pejabat, peninjauan kawasan, serta dialog langsung antara petani dan pemerintah |
Kilas Balik: Lahan Tidur yang Kini Bernapas
Kisah transformasi Pasir Haur bermula dari kesadaran kolektif untuk tidak membiarkan aset desa terbuang percuma. Selama bertahun-tahun, lahan seluas 20 hektare ini hanya difungsikan seadanya dengan tingkat pemanfaatan yang jauh dari optimal.
Pada awal 2026, Pemerintah Desa Panjalu di bawah kepemimpinan Kepala Desa H. Yuyus Surya Adinegara menggagas program pertanian terpadu. Sekitar 5 hektare dialokasikan untuk demplot sorgum, 5 hektare untuk tanaman alpukat, dan sisanya dikembangkan untuk palawija serta area penunjang agrowisata. Pengelolaan kawasan dilakukan secara kolaboratif antara Pemerintah Desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Rahayu Waluya.
“Kami memilih sorgum varietas Bioguma karena sifatnya yang adaptif di lahan kering dan tahan panas. Ini adalah Varietas Unggul Baru (VUB) yang masa panennya hanya sekitar 91–105 hari. Di tengah puncak kemarau 2026, sorgum menjadi jawaban atas tantangan pangan yang kita hadapi,” jelas salah satu perwakilan UPTD Pertanian Kecamatan Panjalu di sela-sela acara.
Suara Petani di Garis Depan
Di balik hamparan hijau yang kini menghiasi lereng Pasir Haur, terdapat perjuangan puluhan petani yang setiap hari bergulat dengan tanah dan cuaca. Pak Asep Saepudin, Ketua Kelompok Tani Karya Mekar, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan panen perdana ini.
“Awalnya kami ragu, apakah sorgum benar-benar bisa tumbuh di sini. Tanahnya agak miring dan musim kemarau tahun ini sangat panas. Tapi alhamdulillah, hasilnya di luar perkiraan. Malainya besar-besar dan isinya padat. Kami sangat mengapresiasi pendampingan dari Dinas Pertanian dan Pemerintah Desa yang terus mendukung kami dari hari pertama tanam,” ujar Pak Asep dengan penuh semangat.
Kehadiran Bhabinkamtibmas Desa Panjalu dan Babinsa di lokasi panen juga disambut hangat oleh para petani. Menurut Pak Asep, komunikasi yang baik dengan aparat keamanan membuat mereka merasa aman dan nyaman dalam mengelola lahan pertanian.
Apresiasi Pemerintah Kabupaten: Sorgum sebagai Komoditas Masa Depan
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Ape Riswandana, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif dan kerja keras Kelompok Tani Karya Mekar serta Pemerintah Desa Panjalu.
“Kami melihat semangat luar biasa dari para petani di sini. Panen perdana ini menjadi titik awal yang baik. Kami berharap sorgum tidak hanya menjadi komoditas alternatif pengganti beras, tetapi juga mendorong diversifikasi pangan di Kabupaten Ciamis. Ke depan, kawasan Panjalu juga kami bidik sebagai salah satu lokus pengembangan tanaman durian unggulan,” tuturnya.
Visi Jangka Panjang: Menuju Panjalu Emas 2029
Panen raya ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan langkah awal dari peta jalan strategis “Panjalu Emas 2029” — visi kemakmuran desa berbasis kearifan lokal dan inovasi pertanian.
Kawasan Agrowisata Pasir Haur dirancang sebagai kawasan terpadu yang memadukan fungsi:
- Lumbung Pangan Desa (lahan sorgum, palawija, dan hortikultura).
- Kebun Buah Unggulan (alpukat dan durian).
- Wisata Edukasi & Agrowisata (spot fotografi, area camping, dan pengenalan pertanian modern).
- Area Olahraga Dirgantara (rencana pengembangan paralayang dan paramotor di zona khusus lereng barat yang tidak mengganggu area produktif kebun).
“Kami berharap sorgum ke depan tidak hanya dipanen bijinya, tetapi juga dikembangkan menjadi produk olahan, seperti susu sorgum dan tepung sorgum. Kami pun berencana menjalin kerja sama dengan pihak industri dan akademisi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas ini,” ungkap Kepala Desa H. Yuyus Surya Adinegara.
Ekonomi Desa dan MBG: Menggerakkan Roda BUMDes
Hasil panen dari kawasan ini nantinya akan dikelola oleh BUMDes Rahayu Waluya untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan oleh pemerintah pusat, serta dipasarkan ke industri pengolahan pangan. Dengan mengandalkan sumber daya lokal, Desa Panjalu berharap dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Hal ini sejalan dengan status Desa Panjalu yang telah meraih Indeks Desa Membangun (IDM) tertinggi di Kabupaten Ciamis selama dua tahun berturut-turut, bahkan masuk dalam jajaran 10 besar desa mandiri secara nasional.
FAQ: Seputar Sorgum dan Agrowisata Pasir Haur
Apa itu sorgum dan apa keunggulannya?
Sorgum adalah tanaman serealia penghasil biji-bijian yang tahan kekeringan dan cocok ditanam di lahan kering. Varietas Bioguma yang ditanam di Pasir Haur memiliki kandungan karbohidrat tinggi dan dapat diolah menjadi berbagai produk pangan seperti tepung, nasi sorgum, hingga susu nabati.
Apakah Agrowisata Pasir Haur terbuka untuk umum?
Ya. Kawasan ini terbuka untuk umum dan gratis tanpa tiket masuk. Pengunjung dapat melihat langsung area pertanian, menikmati udara sejuk pegunungan, dan belajar tentang budidaya sorgum.
Bagaimana akses menuju lokasi?
Berjarak sekitar 15 menit berkendara dari pusat Pemerintahan Desa Panjalu. Jalan makadam telah siap dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua.
Penutup: Menjaga Asa Ketahanan Pangan
Panen raya sorgum perdana di Pasir Haur adalah manifestasi nyata dari semangat gotong royong, inovasi, dan keberanian bertransformasi. Apa yang dulunya hanya lahan tidur, kini perlahan menjadi lumbung pangan yang menyejahterakan. Transformasi ini tidak akan terwujud tanpa kerja keras para petani, pendampingan UPTD, sinergi TNI-Polri, serta visi besar Pemerintah Desa Panjalu.
“Dengan adanya pengembangan komoditas pertanian ini, kami berharap sektor pertanian semakin berkembang dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutup Kepala Desa H. Yuyus.
Selamat kepada seluruh petani Panjalu. Lahan kering kini terbukti berlimpah, dan Panjalu terus melangkah kokoh menuju cita-cita Emas 2029.

