Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan seluruh pihak untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem menjelang dan selama periode Idulfitri 1446 H. Plt. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2025 yang diselenggarakan secara hybrid oleh Kementerian Dalam Negeri, menegaskan pentingnya langkah antisipatif terhadap potensi hujan lebat, banjir, gelombang tinggi, hingga pasang maksimum di wilayah pesisir.
“Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga awal April, terutama selama arus mudik dan arus balik Lebaran. Beberapa wilayah diperkirakan masih mengalami intensitas hujan tinggi yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor,” ujar Dwikorita.
BMKG mencatat bahwa meskipun April merupakan periode transisi menuju musim kemarau, curah hujan di beberapa daerah tetap tinggi. Pada 10 hari pertama bulan April—bertepatan dengan arus balik Lebaran—potensi hujan lebat berdurasi singkat masih mungkin terjadi, terutama di wilayah pesisir dan daerah rawan longsor.
Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai gelombang tinggi hingga 2 meter di perairan selatan Sumatera, selatan Jawa, dan Nusa Tenggara Timur. BMKG juga mengingatkan adanya potensi banjir rob pada akhir Maret, seiring dengan fase bulan purnama yang dapat menyebabkan peningkatan pasang maksimum di wilayah pesisir.
Dwikorita juga menyoroti pentingnya perbaikan sistem drainase dan perlindungan lingkungan, khususnya di wilayah Jabodetabek. Ia menekankan bahwa meskipun curah hujan tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun 2020, dampak banjir justru lebih parah.
“Kondisi lingkungan dan sistem aliran air yang tidak optimal menjadi faktor utama. Meskipun curah hujan tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya, dampaknya justru lebih besar tahun ini. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga lingkungan kita,” jelasnya.
Sebagai langkah mitigasi jangka pendek, BMKG mengimbau pemerintah daerah untuk memanfaatkan aplikasi Infobmkg (Weather Prediction), yang menyediakan prakiraan cuaca harian hingga enam hari ke depan selama periode Lebaran. Aplikasi ini mencakup informasi mengenai intensitas hujan, suhu udara, kecepatan dan arah angin, serta potensi gelombang tinggi di jalur mudik.
BMKG dan pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca dan memperhatikan peringatan dini yang biasanya mulai diumumkan sepekan sebelum potensi cuaca ekstrem terjadi.
Sebagai penutup, BMKG mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada agar perjalanan mudik Lebaran 2025 dapat berlangsung dengan aman. Dengan koordinasi yang baik antara instansi terkait serta pemantauan cuaca secara berkala, diharapkan para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan selamat.
