Desa Panjalu Raih Peringkat I Penurunan Stunting Se-Jawa Barat 2026 dengan Skor 140,92

Desa Panjalu Raih Peringkat I Penurunan Stunting Se-Jawa Barat 2026 dengan Skor 140,92

Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, resmi menyandang predikat Desa Berkinerja Terbaik dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2026. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat Nomor 13550/PMD.02/KPPM tanggal 14 Agustus 2026, desa ini meraih skor tertinggi 140,92, mengungguli dua desa lainnya dari Kabupaten Bandung dan Sumedang.

Daftar Isi

Prestasi yang Membanggakan

Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, resmi menyandang predikat Desa Berkinerja Terbaik dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2026. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat Nomor 13550/PMD.02/KPPM tanggal 14 Agustus 2026, desa ini meraih skor tertinggi 140,92, mengungguli dua desa lainnya dari Kabupaten Bandung dan Sumedang.

Penetapan ini merupakan hasil dari serangkaian proses penilaian yang ketat, mulai dari tahap seleksi wawancara hingga pleno penetapan pemenang yang dituangkan dalam Berita Acara Nomor: 13539/PMD.02/KPPM tanggal 13 Agustus 2026.

Penilaian Desa Berkinerja Baik Stunting merupakan program apresiasi nasional dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDT) yang diberikan kepada desa-desa yang berkomitmen dalam pencegahan stunting. Penilaian mencakup berbagai aspek, antara lain pelaksanaan Rembug Stunting, keaktifan Kader Pembangunan Manusia (KPM), alokasi Dana Desa untuk kesehatan, pengembangan inovasi lokal, evaluasi dan pemantauan program, konsolidasi data, bukti konvergensi program, dukungan multipihak, serta pemberdayaan masyarakat.

No.DesaKecamatanKabupatenTotal SkorPeringkat
1PanjaluPanjaluCiamis140,92I
2TenjolayaCicalengkaBandung129,79II
3Cibeureum KulonCimalakaSumedang122,03III

Prestasi ini semakin mengukuhkan posisi Desa Panjalu sebagai desa dengan kinerja terbaik di berbagai lini. Sebelumnya, Desa Panjalu berhasil mempertahankan status Desa Mandiri dengan kategori tertinggi (79,63%–100%) serta mencatatkan peringkat pertama skor Indeks Desa di tingkat Provinsi Jawa Barat. Bahkan, Desa Panjalu menduduki posisi lima besar di tingkat Indonesia untuk skor Indeks Desa Membangun (IDM).

Apa Itu Stunting dan Mengapa Penanganannya Penting?

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan asupan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) —yaitu dari janin dalam kandungan hingga anak berusia 23 bulan.

Dampak stunting tidak hanya terbatas pada postur tubuh yang pendek. Kondisi ini juga menurunkan kemampuan kognitif anak, melemahkan sistem kekebalan tubuh, dan pada akhirnya menurunkan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, percepatan penurunan stunting menjadi prioritas nasional yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang menjadi landasan kebijakan nasional melalui pendekatan terintegrasi, lintas sektor, dan lintas level pemerintahan.

Kunci Keberhasilan Desa Panjalu

Prestasi ini tidak diraih secara instan. Berbagai persiapan matang dan program konkret telah dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Panjalu sepanjang tahun 2026. Berikut adalah beberapa strategi kunci yang menjadi faktor keberhasilan:

1. Pramusrenbang Tematik Stunting

Pada Jumat, 7 Agustus 2026, Pemerintah Desa Panjalu menggelar Pramusrenbang Tematik Stunting di Aula Balai Desa. Forum ini dihadiri oleh seluruh jajaran aparatur desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), para Ketua RW, Kader Posyandu, dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) dari seluruh wilayah Desa Panjalu.

Kegiatan ini berbeda dari musyawarah perencanaan pada umumnya. Forum ini sengaja difokuskan pada konsolidasi internal dengan tiga tujuan utama:

  • Mematangkan konsep program penurunan stunting
  • Melakukan verifikasi dan pemutakhiran data sasaran di lapangan
  • Memastikan kesiapan seluruh jajaran perangkat desa

“Kami tidak ingin buru-buru bertindak sebelum data kami benar-benar padu. Melalui forum ini, kita verifikasi bersama siapa saja balita yang masuk kategori stunting, ibu hamil mana yang berisiko KEK (Kekurangan Energi Kronis), serta calon pengantin mana yang perlu pendampingan gizi. Kita satukan data dari posyandu, puskesmas pembantu, dan data kependudukan.”
H. Yuyus Surya Adinegara, Kepala Desa Panjalu, dalam arahannya pada Pramusrenbang Tematik Stunting, 7 Agustus 2026.

2. Penguatan Kader Pembangunan Manusia (KPM)

Desa Panjalu secara aktif mengirimkan perwakilan KPM dalam pelatihan penurunan stunting se-Kabupaten Ciamis yang digelar pada Senin, 22 Juni 2026 di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis. Pelatihan ini diikuti oleh 258 KPM dari seluruh desa di Kabupaten Ciamis.

Pelatihan ini bertujuan memperkuat peran kader sebagai ujung tombak penanganan stunting di tingkat desa. Para kader dibekali pengetahuan tentang deteksi dini stunting, pola asuh yang baik, pemantauan pertumbuhan balita, serta penggunaan aplikasi e-HDW (Human Development Worker) untuk mendata warga secara terpadu—mencakup balita, ibu hamil, dan calon pengantin.

“Pembangunan sumber daya manusia tidak hanya soal fisik. Kita juga harus memastikan setiap anak tumbuh sehat dan cerdas. Semua anak berhak mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang.”
Andang Firman Triyadi, Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting, dalam sambutannya pada pelatihan KPM, 22 Juni 2026.

Dengan data yang lebih akurat dari aplikasi e-HDW, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Desa kini dapat mengidentifikasi anak yang terindikasi stunting dengan lebih tepat dan segera memberikan bantuan—mulai dari tambahan gizi hingga pendampingan kesehatan.

3. Inovasi “Pelita Hati Posyandu”

Desa Panjalu juga didukung oleh inovasi dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ciamis bernama “Pelita Hati Posyandu” (Pelayanan Tertib Adminduk, Melayani Sepenuh Hati di Posyandu).

Melalui program ini, warga dapat mengurus dokumen penting seperti Akta Kelahiran, Kartu Keluarga (KK), dan Kartu Identitas Anak (KIA) langsung di posyandu, tanpa perlu pergi jauh ke kecamatan atau kabupaten. Ini memudahkan akses masyarakat terhadap dokumen kependudukan yang menjadi syarat penting dalam program perlindungan sosial dan intervensi stunting.

4. Penguatan Akurasi Data Melalui Evaluasi Konvergensi

Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Desa Panjalu secara aktif mengikuti Evaluasi Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting yang digelar oleh Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis pada Kamis, 30 Januari 2026.

Kegiatan ini bertujuan memastikan data stunting yang digunakan benar, akurat, dan sesuai kondisi lapangan. Validasi dan pemutakhiran data menjadi kunci agar setiap kebijakan dan program aksi penurunan stunting tepat sasaran.

“Validasi dan pemutakhiran data menjadi kunci agar setiap kebijakan dan program aksi penurunan stunting tepat sasaran.”
Yoyo, Sekretaris TPPS Kabupaten Ciamis, pada Evaluasi Konvergensi, 30 Januari 2026.

5. Dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Desa Panjalu didukung oleh Program Makan Bergizi Gratis melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mekarsari yang berlokasi di Desa Kertamandala, Kecamatan Panjalu. Program MBG ini menargetkan total 3.660 penerima manfaat di tiga desa: Panjalu, Ciomas, dan Sandingtaman—termasuk 683 balita usia 1-3 tahun yang mendapatkan asupan gizi penting untuk tumbuh kembang optimal. Pada tahap awal, sedikitnya 1.343 penerima manfaat yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita telah mendapat dukungan langsung dari program ini.

Apresiasi dan Dukungan dari Berbagai Pihak

Apresiasi dari Pemerintah Provinsi

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Drs. Mochamad Ade Afriandi, M.T., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Desa Panjalu.

“Kami sampaikan apresiasi kepada Desa Panjalu atas partisipasi aktif dan komitmennya dalam menyukseskan kegiatan ini. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi desa-desa lain di Jawa Barat.”
Drs. Mochamad Ade Afriandi, M.T. , Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, dalam surat penetapan pemenang, 14 Agustus 2026.

Dukungan dari Kabupaten Ciamis

Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting memberikan dukungan penuh terhadap program-program yang dijalankan di Desa Panjalu.

Suara dari Warga

Keberhasilan ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Panjalu. Salah satu kader posyandu di Dusun Simpar menceritakan pengalamannya.

“Kami merasa bangga dan bersyukur. Program-program yang dijalankan pemerintah desa sangat membantu, terutama dalam pemantauan pertumbuhan balita. Sekarang ibu-ibu lebih sadar untuk memeriksakan anaknya ke posyandu. Banyak anak yang berat badannya naik dan kesehatannya membaik.”
Ibu Eka, Kader Posyandu Dusun Simpar, wawancara dengan Tim Publikasi Desa, 18 Agustus 2026.

Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Prestasi ini bukan sekadar penghargaan. Ada dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat Desa Panjalu:

  1. Peningkatan kesadaran gizi di kalangan ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga balita. Kunjungan posyandu meningkat secara signifikan berkat pendampingan aktif dari kader dan TPPS desa.
  2. Kemudahan akses layanan dasar melalui program “Pelita Hati Posyandu” dan SPPG Mekarsari. Masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mengurus dokumen kependudukan atau mendapatkan makanan bergizi.
  3. Penguatan peran kader dan TPPS dalam pemantauan dan pendampingan keluarga berisiko stunting. Saat ini, seluruh balita terdata dan dipantau secara rutin oleh kader di setiap RW.
  4. Dukungan anggaran melalui alokasi Dana Desa untuk program intervensi stunting, termasuk bantuan pangan, suplementasi gizi, dan perbaikan sanitasi.
  5. Peningkatan kualitas data melalui aplikasi e-HDW yang memungkinkan pemantauan stunting, ibu hamil, dan balita secara lebih akurat dan terpadu.

Keberlanjutan Program dan Rencana ke Depan

Meski meraih prestasi, Desa Panjalu menyadari masih ada berbagai tantangan ke depan, seperti menjangkau keluarga yang tinggal di daerah terpencil, menjaga keberlanjutan program, dan memastikan tidak ada balita yang terlewat dari pemantauan.

Pemerintah Desa Panjalu berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam percepatan penurunan stunting melalui:

  • Penguatan koordinasi lintas sektor
  • Peningkatan peran kader dan TPPS desa
  • Pelibatan aktif masyarakat desa
  • Evaluasi triwulanan untuk memastikan program berjalan sesuai target

Sebagai peringkat I, Desa Panjalu berhak mendapatkan pendampingan dan perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat program penurunan stunting ke depan. Penghargaan ini diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan kualitas program dan perluasan dampak ke seluruh wilayah desa.

Mari Bersama Wujudkan Panjalu Bebas Stunting

Pemerintah Desa Panjalu mengajak seluruh elemen masyarakat—aparat desa, kader, tokoh masyarakat, dan warga—untuk terus bergotong royong mempertahankan prestasi ini dan menjadikan Panjalu sebagai desa percontohan dalam percepatan penurunan stunting di Jawa Barat.

“Prestasi ini adalah milik kita semua. Kami mengajak seluruh warga untuk terus mendukung program-program desa, memeriksakan anak-anak ke posyandu, dan menjaga pola hidup sehat. Mari bersama wujudkan Panjalu bebas stunting!”
H. Yuyus Surya Adinegara, Kepala Desa Panjalu.

Pemerintah Desa Panjalu juga membuka diri untuk berbagi praktik baik dan menjadi tempat belajar bagi desa-desa lain yang ingin menekan angka stunting. Kolaborasi antar desa dan lintas sektor akan mempercepat pencapaian target nasional penurunan stunting menuju tahun 2029.

Kontak dan Informasi Lebih Lanjut

Pemerintah Desa Panjalu mengundang masyarakat dan pihak lain yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang program penurunan stunting untuk menghubungi:

  • Website: panjalu.desa.id
  • Alamat: Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46264

“Di Panjalu, setiap langkah adalah kerja. Setiap program adalah doa. Dan setiap prestasi adalah bagian dari perjalanan menuju Panjalu Emas 2029—desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing.”

Bagikan artikel ini untuk menginspirasi desa-desa lain di Indonesia!

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *