PANJALU, CIAMIS – Pemerintah pusat melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) mengintegrasikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan pengembangan desa tematik untuk memperkuat ekosistem ekonomi desa. Program ini merupakan bagian dari 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia dalam rangka mengimplementasikan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun desa dari bawah untuk pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menyatakan bahwa Kementerian Desa telah menggandeng 10 asosiasi desa sebagai mitra strategis untuk memastikan pelaksanaan program ini berjalan optimal di seluruh Indonesia, termasuk di Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis.
Peran Kopdes Merah Putih dan BUMDes: Saling Melengkapi, Bukan Bersaing
Dalam skema integrasi ini, Koperasi Desa Merah Putih berperan sebagai offtaker yang bekerja sama dengan BUMDes untuk menyerap sekaligus memasarkan hasil produksi masyarakat desa. Menteri Yandri menegaskan bahwa keberadaan Kopdes tidak dimaksudkan untuk menggantikan atau bersaing dengan BUMDes yang telah ada. Kedua lembaga justru diarahkan untuk saling melengkapi dalam memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat desa.
“Badan Usaha Milik Desa yang sudah ada selama ini dengan Koperasi Desa Merah Putih, insyaallah tidak akan bertabrakan, tapi akan melakukan kolaborasi, kerja sama untuk memastikan kegiatan ekonomi di desa itu benar-benar on the track,” ujar Yandri usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Skema Pembagian Manfaat bagi Desa dan Masyarakat
Pemerintah telah merancang skema pembagian hasil usaha Koperasi Desa Merah Putih sebagai berikut:
| Komponen | Alokasi | Keterangan |
|---|---|---|
| Pendapatan Asli Desa (PADes) | 20% | Dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di Desa Panjalu |
| Masyarakat Desa | 80% | Dikembalikan kepada petani, peternak, pelaku UMKM melalui bagi hasil, peningkatan harga serapan, dan penciptaan lapangan kerja |
Menteri Yandri menjelaskan bahwa skema ini dirancang agar pemerintah desa memiliki kepentingan untuk memastikan operasional Kopdes berjalan sukses, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan penduduk desa.
Desa Tematik: Optimalisasi Potensi Lokal Panjalu
Pengembangan desa tematik telah berjalan selama setahun terakhir dan menunjukkan hasil yang positif. Berbagai konsep desa tematik telah dikembangkan, antara lain:
- Desa jagung
- Desa padi
- Desa ikan nila
- Desa ikan lele
- Desa kakao
Pengembangan ini disesuaikan dengan potensi ekonomi masing-masing daerah, mulai dari komoditas pertanian, perikanan, hingga perkebunan.
Menurut data Kementerian Desa, hingga Maret 2026 tercatat 741 BUMDes telah menjadi pemasok bahan baku untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sementara 37 BUMDes telah berperan sebagai pengelola SPPG atau dapur MBG. Menteri Yandri menyebutkan bahwa hampir seribu BUMDes telah menjadi penyuplai utama program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Potensi Unggulan Desa Panjalu dalam Kerangka Program Nasional
Desa Panjalu — dengan luas wilayah sekitar 961 hektare, 11 dusun, dan jumlah penduduk 12.000 jiwa — memiliki berbagai potensi unggulan yang dapat dikembangkan dalam kerangka desa tematik:
1. Sektor Pariwisata
- Situ Lengkong: Danau alami seluas 58 hektare yang merupakan kawasan cagar alam sejak 1919, dengan Pulau Nusa Gede sebagai situs sejarah dan ziarah.
- Agrowisata Pasir Haur: Kawasan seluas lebih dari 20 hektare di ketinggian 800 mdpl dengan panorama 360 derajat.
- Situ Mundu: Kawasan slow tourism dan konservasi yang terus dikembangkan.
2. Sektor Pertanian dan Perkebunan
Pengembangan lahan terpadu untuk taman buah alpukat dan budidaya palawija, yang selaras dengan program ketahanan pangan kabupaten dan nasional.
3. Sektor UMKM dan Ekonomi Kreatif
Berbagai produk kuliner tradisional, kerajinan tangan, dan oleh-oleh khas Panjalu yang telah dipasarkan melalui kegiatan Bazar Ramadhan dan Pasar Malam.
Dengan status Desa Mandiri dan pencapaian Indeks Desa Membangun (IDM) tertinggi di Kabupaten Ciamis selama dua tahun berturut-turut, Desa Panjalu memiliki kapasitas kelembagaan dan fiskal yang memadai untuk berpartisipasi aktif dalam program ini.
Langkah-langkah Implementasi di Desa Panjalu
Pemerintah Desa Panjalu akan melakukan serangkaian langkah untuk mengimplementasikan program ini:
- Koordinasi internal antara Pemerintah Desa, BUMDes, dan calon pengurus Koperasi Desa Merah Putih untuk menyamakan pemahaman dan rencana kerja.
- Pemetaan potensi unggulan desa yang akan dikembangkan sebagai desa tematik.
- Sosialisasi kepada masyarakat, terutama petani, peternak, dan pelaku UMKM, mengenai mekanisme kerja sama dengan Kopdes dan BUMDes.
- Pendataan produk dan komoditas unggulan yang siap diserap melalui skema offtaker.
Sumber Informasi:
- Siaran Pers Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden (15 Juli 2026)
- Data Profil Desa Panjalu
- Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang tersedia dari sumber-sumber resmi pemerintah dan data profil desa. Masyarakat diimbau untuk memverifikasi informasi lebih lanjut melalui perangkat desa setempat.
