PANJALU – Jika Anda mencari destinasi wisata di Ciamis yang merangkum keindahan alam, kedalaman sejarah, dan ketenangan spiritual, Situ Lengkong Panjalu adalah jawabannya. Terletak di jantung Desa Panjalu, danau alami seluas 57,95 hektare ini telah lama menjadi ikon kebanggaan masyarakat dan primadona wisata Jawa Barat.
Namun, perjalanan Situ Lengkong menuju wajah barunya di tahun 2026 tidaklah mudah. Setelah melalui masa sulit dan menjadi pelajaran berharga, kini danau ini hadir dengan komitmen yang lebih kuat: wisata yang indah, adil, dan berkelanjutan.
Permata Hijau dengan Status Konservasi Tertua
Situ Lengkong bukan sekadar danau. Berada di ketinggian sekitar 70 meter di atas permukaan laut, danau ini dikelilingi oleh hamparan pepohonan hijau rimbun dan perbukitan yang masih asri. Keistimewaannya diakui sejak lama—kawasan ini telah ditetapkan sebagai cagar alam berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 6 tanggal 21 Februari 1919, menjadikannya salah satu kawasan konservasi tertua di Indonesia. Di tengah danau, terdapat sebuah pulau bernama Pulau Nusa Gede dengan luas 9,25 hektare yang menjadi pusat sejarah dan spiritual masyarakat Panjalu, tempat dimakamkannya Prabu Sanghyang Borosngora, Raja Panjalu Islam pertama.
Perjalanan Panjang Menuju Kebangkitan
Artikel promosi sebelumnya menggambarkan keindahan Situ Lengkong dengan sangat apik. Namun, untuk benar-benar jujur kepada publik, kita perlu mengakui bahwa jalan menuju pembukaan kembali pada 1 Januari 2026 tidaklah mulus.
Kawasan wisata yang biasanya dikunjungi 10.000 hingga 20.000 orang per minggu terpaksa ditutup hampir dua tahun akibat proyek revitalisasi yang bermasalah. Proyek tahap pertama senilai Rp10,28 miliar dari APBD Jawa Barat 2023 mangkrak dan kini dalam proses penyidikan Kejaksaan Negeri Ciamis atas dugaan korupsi. Akibatnya, ribuan pelaku UMKM lokal kehilangan penghasilan, dan Pendapatan Asli Desa yang biasanya mencapai Rp3–4 miliar per tahun sempat lenyap.
Pemerintah Desa Panjalu menyadari bahwa ada utang moral kepada masyarakat yang terdampak selama masa sulit tersebut. Kepala Desa Panjalu, H. Yuyus Surya Adinegara, menegaskan komitmennya: “Situ Lengkong Panjalu merupakan ikon wisata dan budaya Desa Panjalu. Revitalisasi ini kami lakukan agar kawasan wisata lebih tertata, aman, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.”
Belajar dari Masa Lalu: Revitalisasi yang Lebih Baik
Revitalisasi tahap II akhirnya selesai pada 23 Desember 2025. Pembangunan dan penataan dermaga, perbaikan akses dan jalur pejalan kaki, penataan ruang publik dan area pelayanan pengunjung, serta penguatan sistem kebersihan dan pelestarian lingkungan danau kini telah terwujud.
Yang membedakan pendekatan kali ini adalah komitmen pada tata kelola yang lebih partisipatif. Pemerintah Desa menyadari bahwa pengelolaan wisata tidak bisa lagi hanya berupa proyek fisik dari atas. Masyarakat desa, yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi wisata, kini dilibatkan secara lebih aktif dalam pengambilan keputusan. Forum-forum partisipatif, pelatihan pengelolaan wisata bagi warga, serta skema bagi hasil yang adil menjadi prioritas ke depan.
Menjaga Ekosistem Cagar Alam Tertua
Sebagai cagar alam tertua di Indonesia, Situ Lengkong menghadapi tantangan ekologis yang tidak bisa diabaikan. Selama beberapa tahun terakhir, danau ini mengalami penumpukan endapan lumpur yang signifikan, berdampak pada kualitas air dan keanekaragaman hayati.
Kabar baiknya, Pemerintah Desa akan segera memulai normalisasi danau—pengerukan lumpur dan penataan aliran air menuju pintu air Ranjeng. Namun, ini hanyalah langkah awal. Edukasi kepada pengunjung tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian danau kini menjadi bagian integral dari pengalaman wisata, bukan sekadar imbauan di papan pengumuman. Pengunjung diharapkan dapat terus menjaga kebersihan dan kelestarian alam Situ Lengkong agar warisan ini dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Menuju Wisata yang Inklusif untuk Semua
Kritik penting yang perlu kami akui adalah persoalan aksesibilitas. Penelitian menunjukkan bahwa masih banyak kendala bagi penyandang disabilitas di objek wisata ini, mulai dari tidak tersedianya fasilitas fisik esensial seperti guiding block dan ramp, hingga minimnya pemandu wisata yang kompeten.
Pemerintah Desa Panjalu berkomitmen untuk menjadikan aksesibilitas sebagai prioritas dalam pengembangan wisata ke depan. Fasilitas seperti area parkir, gazebo, toilet umum, tempat ibadah, serta kios-kios makanan telah tersedia dan terus dibenahi. Namun, kami akui masih banyak pekerjaan rumah untuk memastikan bahwa Situ Lengkong benar-benar dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, tanpa kecuali—lansia dengan kursi roda, tunanetra, atau ibu dengan anak balita.
Wajah Baru, Semangat Baru
Meski masih ada pekerjaan rumah, antusiasme masyarakat dan wisatawan terhadap pembukaan kembali Situ Lengkong sangat menggembirakan. Pada momentum Tahun Baru 2026, tiket masuk digratiskan selama tiga hari. Hasilnya, pada Lebaran 2026, Situ Lengkong mencatat ribuan kunjungan dan menjadi salah satu destinasi paling favorit di Kabupaten Ciamis.
Fasilitas baru yang kini tersedia antara lain boardwalk ramah lingkungan, dermaga kayu yang lebih kokoh, pusat informasi wisata, dispenser air minum gratis, dan tempat sampah terpilah.
Aktivitas Seru untuk Segala Usia
- Wisata perahu keliling danau – Rasakan sensasi menyusuri permukaan danau yang tenang sambil menikmati pemandangan alam dari tengah
- Ziarah ke Pulau Nusa Gede – Menyeberang dengan perahu tradisional untuk mengunjungi makam leluhur dan belajar sejarah Kerajaan Panjalu
- Wisata Alam Peuntas – Spot wisata baru di tepi Danau Situ Lengkong seluas sekitar satu hektar, dilengkapi wahana sepeda gantung dan area playground untuk anak-anak
- Menikmati kuliner khas Panjalu – Cicipi nasi tutug oncom, bandrek, dan kopi Panjalu yang menggugah selera
- Menyaksikan Upacara Adat Nyangku – Tradisi tahunan pembersihan pusaka leluhur Panjalu yang sarat makna historis
Informasi Praktis
- Harga tiket masuk: Rp10.000/orang (naik dari sebelumnya Rp7.500)
- Sewa perahu ke Nusa Gede: Rp15.000/orang (minimal 20 orang per pemberangkatan)
- Fasilitas: Area parkir luas, toilet umum, mushola, gazebo, pusat informasi, dispenser air minum
Cara Menuju Lokasi
Akses menuju Situ Lengkong Panjalu sangat mudah. Dari pusat Kota Ciamis, perjalanan dapat ditempuh sekitar 35 kilometer atau kurang lebih 1,5 jam. Jalan menuju Desa Panjalu kini sudah baik dengan pemandangan sawah dan perbukitan yang indah di sepanjang perjalanan.
Mari Jaga Bersama Warisan Kita
Situ Lengkong Panjalu bukan hanya tempat wisata, tetapi juga simbol ketenangan, keindahan alam, dan warisan sejarah yang harus dijaga bersama. Pemerintah Desa Panjalu bersama masyarakat terus berupaya menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan wisata ini dengan semangat gotong royong.
Namun, kami juga mengundang kritik dan saran dari semua pihak. Pengelolaan wisata yang berkelanjutan hanya akan terjamin jika pengelolaannya juga milik kita semua. Masukan Anda sangat berharga untuk terus memperbaiki Situ Lengkong Panjalu menjadi destinasi yang tidak hanya indah, tetapi juga adil, inklusif, dan lestari.
Ayo kunjungi Situ Lengkong Panjalu! Rasakan kesejukan udara, keindahan pemandangan, dan keramahan warga yang akan membuat Anda ingin kembali lagi.
Pantau informasi resmi mengenai jam operasional dan ketentuan kunjungan melalui Website Resmi Pemerintah Desa Panjalu.
Situ Lengkong Panjalu
Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat

Adakah penginapan disana
Tentu saja, banyak penginapan yang tersedia di sekitar Situ Lengkong Panjalu