PANJALU – Malam penutupan Panjalu Festival 2026 berlangsung meriah dan sarat nuansa tradisi di pusat Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis. Ribuan warga dan wisatawan menyaksikan puncak acara yang menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian festival sekaligus bukti nyata komitmen masyarakat Desa Panjalu dalam menjaga warisan budaya Tatar Galuh.
Bupati Ciamis: Festival Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Penggerak Ekonomi
Bupati Ciamis yang berhalangan hadir diwakili oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Ciamis, Dr. Aef Saefullah, M.Si. Dalam sambutannya pada Sabtu (2/5/2026), ia menegaskan bahwa festival budaya memiliki nilai strategis:
- Mengangkat potensi daerah, terutama kekayaan budaya khas Panjalu yang bernilai tinggi.
- Memberikan dampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata dan UMKM.
- Memperkuat identitas daerah, salah satunya kawasan wisata religi Situ Lengkong yang telah dikenal luas.
“Situ Lengkong adalah aset berharga yang harus dilestarikan. Ini bukan hanya kebanggaan Panjalu, tetapi juga warisan penting bagi generasi mendatang,” ujar Dr. Aef Saefullah.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga serta mengembangkan potensi tersebut sebagai identitas daerah. Selain itu, ia mendorong penguatan semangat kebersamaan melalui semboyan “Hayu Ngawangun Panjalu Babarengan” sebagai landasan pembangunan berkelanjutan di wilayah Panjalu.
Prestasi Internasional: Kabupaten Ciamis, Kota Kecil Terbersih se-Asia Tenggara
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Aef Saefullah menyampaikan kabar membanggakan bahwa Kabupaten Ciamis berhasil meraih predikat sebagai salah satu kota kecil terbersih di Asia Tenggara. Prestasi ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperkuat citra daerah di tingkat internasional.
Dengan predikat tersebut, wisatawan domestik dan mancanegara akan semakin tertarik mengunjungi destinasi unggulan seperti Situ Lengkong, yang kini didukung oleh lingkungan yang bersih dan nyaman.
Kepala Desa Panjalu: Gotong Royong Fondasi Menuju Panjalu Emas 2029
Kepala Desa Panjalu, H. Yuyus Surya Adinegara, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Ciamis serta partisipasi aktif seluruh masyarakat dalam menyukseskan Panjalu Festival 2026. Ia menekankan bahwa gotong royong adalah fondasi utama dalam pembangunan desa yang berkelanjutan.
Menurut Yuyus, sinergi yang terjalin di tengah masyarakat saat ini diarahkan untuk mewujudkan visi “Panjalu Emas 2029”, sebagai bagian dari langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045.
“Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kami yakin Panjalu dapat berkembang menjadi daerah yang maju, sejahtera, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Kapan Panjalu Festival 2026 diselenggarakan?
Panjalu Festival 2026 digelar pada akhir April hingga 2 Mei 2026, dengan puncak penutupan pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Di mana lokasi utama Panjalu Festival?
Bertempat di pusat Kecamatan Panjalu serta kawasan wisata religi Situ Lengkong, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Apa itu Situ Lengkong?
Situ Lengkong adalah danau keramat yang menjadi destinasi wisata religi Panjalu, terkenal dengan pulau kecil di tengah danau serta makam leluhur Tatar Galuh.
Apa saja prestasi Kabupaten Ciamis yang disebutkan?
Kabupaten Ciamis meraih predikat sebagai salah satu kota kecil terbersih di Asia Tenggara.
Apa visi pembangunan Desa Panjalu?
Visi “Panjalu Emas 2029” yang merupakan bagian dari langkah menuju Indonesia Emas 2045, berbasis gotong royong dan pelestarian budaya.
Kesimpulan
Panjalu Festival 2026 bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum strategis bagi Desa Panjalu untuk memperkuat identitas budaya Tatar Galuh, mempromosikan wisata religi Situ Lengkong, memanfaatkan predikat kota kecil terbersih se-Asia Tenggara, dan mengakselerasi Panjalu Emas 2029 menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan semangat “Hayu Ngawangun Panjalu Babarengan”, masyarakat dan pemerintah desa berkomitmen membangun daerah yang maju, sejahtera, dan penuh keberkahan.
