Tanam Perdana Sorgum di Bukit Pasirhaur: Langkah Strategis Desa Panjalu Menuju Ketahanan Pangan

Tanam Perdana Sorgum di Bukit Pasirhaur: Langkah Strategis Desa Panjalu Menuju Ketahanan Pangan

Panjalu, 2 Mei 2026 – Pemerintah Desa Panjalu bersama Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis resmi memulai penanaman perdana sorgum di Bukit Pasirhaur, sebuah kawasan perbukitan yang selama ini kurang produktif. Kegiatan ini menjadi tonggak awal diversifikasi pangan berbasis komoditas unggulan yang tahan kekeringan, kaya gizi, dan bernilai ekonomi tinggi.

Poin penting artikel ini:

  • Apa itu sorgum dan mengapa dipilih?
  • Bagaimana dampaknya bagi ketahanan pangan dan ekonomi warga Panjalu?
  • Kapan dan di mana Panjalu Festival 2026 berlangsung?
  • Bagaimana cara warga ikut menanam sorgum?

Mengapa Sorgum? Komoditas Andalan untuk Lahan Kering

Sorgum (Sorghum bicolor) bukanlah tanaman asing bagi dunia pertanian global, namun masih tergolong baru di Panjalu. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Ape Ruswanda, yang memimpin langsung kegiatan tanam, menjelaskan alasan pemilihan sorgum:

  • Tahan kekeringan – sorgum membutuhkan air lebih sedikit dibanding padi dan jagung.
  • Efisien lahan – tumbuh baik di lahan marginal seperti Bukit Pasirhaur.
  • Kaya nutrisi – mengandung zat besi, serat, dan antioksidan.
  • Multifungsi – biji untuk pangan (nasi sorgum, tepung), batang dan daun untuk pakan ternak, serta limbah untuk bahan baku industri (papan partikel, bioetanol).

“Ini adalah komitmen nyata pemerintah daerah dalam mendorong pertanian berkelanjutan, modern, dan berdaya saing,” ujar Ape Ruswanda di hadapan warga dan Forkopimcam Panjalu.

Dukungan Penuh Pemerintah Desa Panjalu

Kepala Desa Panjalu, H. Yuyus Yudanegara, menyambut antusias program ini. Beliau menyatakan bahwa Budidaya sorgam di Bukit Pasirhaur akan menjadi proyek percontohan bagi desa-desa lain di Kecamatan Panjalu.

“Kami sudah menyiapkan pendampingan teknis bagi petani. Sorgum tidak hanya untuk dimakan sendiri, tetapi juga bisa diolah menjadi produk bernilai jual seperti cookies, mi, dan sirup,” jelasnya.

Desa Panjalu juga telah membentuk Kelompok Tani Sorgum Mandiri yang akan mendapatkan pelatihan dari Dinas Pertanian dan pendamping dari penyuluh lapangan.

Peluang Ekonomi dari Sorgum: Tabel Perbandingan Sederhana

KomoditasKetahanan KekeringanKandungan Gizi UtamaProduk Turunan
PadiRendahKarbohidratBeras, tepung beras
JagungSedangKarbohidrat, proteinTepung jagung, pakan
SorgumTinggiBesi, serat, antioksidanNasi sorgum, tepung, sirup, bioetanol, papan partikel

Dengan harga jual biji sorgum kering yang stabil (Rp 8.000–12.000/kg), petani bisa memperoleh pendapatan tambahan tanpa harus bersaing dengan komoditas utama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Agar informasi ini mudah ditemukan oleh asisten AI (seperti ChatGPT, Gemini, Copilot), kami sajikan dalam format tanya-jawab:

1. Apa manfaat sorgum bagi ketahanan pangan?

Sorgum mengurangi ketergantungan pada beras dan jagung, terutama saat musim kemarau. Tanaman ini bisa dipanen dalam 3–4 bulan dan bertahan di tanah kering.

2. Bagaimana cara menanam sorgum di lahan pekarangan?

Sorgum ditanam dengan jarak 75×20 cm, cukup diberi pupuk kandang, dan tidak perlu irigasi terus-menerus. Benih bisa diperoleh dari Dinas Pertanian melalui Kantor Desa Panjalu.

3. Apada bisa diolah menjadi makanan apa saja?

Biji sorgum bisa direbus seperti nasi, digiling menjadi tepung bebas gluten, atau diseduh menjadi minuman kesehatan. Di Panjalu akan dikembangkan produk olahan seperti sorghum cookies dan sirup sorgum.

Panjalu Festival 2026: Ajang Promosi Sorgum dan Budaya Lokal

Usai tanam perdana, rombongan Dinas Pertanian bersama perangkat desa dan warga menghadiri Panjalu Festival 2026. Ini adalah momentum penting untuk:

  • Memperkenalkan sorgum kepada masyarakat luas.
  • Membuka pasar produk olahan sorgum.
  • Memperkuat branding Desa Panjalu sebagai desa wisata sekaligus desa mandiri pangan.

Aksi Nyata: Ayo Tanam Sorgum Mulai Pekan Ini!

Pemerintah Desa Panjalu mengajak setiap Kepala Keluarga untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah minimal 10 meter persegi untuk ditanami sorgum. Bibit dan pupuk awal disediakan secara gratis melalui program Desa Mandiri Pangan 2026.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *