PANJALU, CIAMIS – Pemerintah Desa Panjalu akan menyelenggarakan acara tahunan. Acara tersebut adalah Haol Eyang Borosngora. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad, 12 Juli 2026 M. Tanggal itu bertepatan dengan 27 Muharam 1448 H. Acara ini terbuka untuk umum. Tempatnya di Area Wisata Situ Lengkong Panjalu. Pelaksanaannya dimulai pukul 07.00 WIB. Kegiatan berlanjut hingga selesai.
Selanjutnya, Haol Eyang Borosngora merupakan agenda rutin desa. Tujuannya melestarikan nilai sejarah kepahlawanan. Selain itu, acara ini juga memperkuat syiar Islam. Wilayah sasarannya adalah Panjalu dan sekitarnya.
Kepala Desa Panjalu menyampaikan pandangannya. Menurut beliau, kegiatan ini sangat penting. Momentum ini digunakan untuk mengenang jasa leluhur. Tidak hanya itu, acara ini juga meningkatkan keimanan. Lebih lanjut, kegiatan ini menumbuhkan kepedulian sosial. Kepedulian itu ditujukan kepada seluruh masyarakat.
Rangkaian Kegiatan Haol Eyang Borosngora 2026
Adapun pelaksanaan Haol tahun ini menghadirkan beragam kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut mengusung nilai religi. Di samping itu, ada pula nilai sosial yang kuat. Berikut rincian kegiatannya:
Pertama, Santunan Anak Yatim-Piatu. Kegiatan ini wujud kepedulian. Pemerintah desa memberikan kasih sayang. Sasaran utamanya adalah generasi penerus. Mereka adalah anak-anak yang membutuhkan uluran tangan.
Kedua, Tabligh Akbar. Ini merupakan ceramah agama. Dakwah Islam disampaikan oleh tokoh agama. Para tokoh berasal dari wilayah setempat.
Ketiga, Tahlil Akbar. Kegiatan ini berupa doa bersama. Doa dipanjatkan untuk almarhum dan almarhumah. Prioritas utamanya adalah para leluhur Panjalu.
Keempat, Gema Sholawat. Ini adalah lantunan puji-pujian. Lantunan ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW. Suara merdu akan menggema di kawasan Situ Lengkong.
Kelima, Makan Gratis. Pemerintah desa menyediakan jamuan. Jamuan ini bagi seluruh jamaah. Pengunjung yang hadir juga mendapatkannya. Hal ini sebagai wujud kebersamaan. Selain itu, ini juga cermin gotong royong.
Sejarah Haol Eyang Borosngora dan Situ Lengkong
Sementara itu, Haol Eyang Borosngora memiliki latar sejarah panjang. Tradisi tahunan ini untuk mengenang tokoh besar. Tokoh tersebut adalah Prabu Sanghyang Borosngora. Beliau adalah Raja Panjalu Islam pertama. Perannya sangat penting dalam sejarah. Beliau menyebarkan ajaran Islam di Tatar Galuh. Masyarakat juga mengenalnya sebagai Syeikh Haji Abdul Iman. Ia adalah sosok yang gigih menuntut ilmu. Ia berlayar menyeberangi lautan. Tujuannya adalah Tanah Suci. Setelah kembali, ia memimpin Kerajaan Panjalu.
Oleh karena itu, Situ Lengkong Panjalu dipilih sebagai lokasi utama. Danau ini memiliki nilai historis yang kuat. Di samping itu, nilai spiritualnya juga sangat tinggi. Situ Lengkong adalah danau alami. Luasnya mencapai 58 hektar. Danau ini menjadi ikon Panjalu. Selain itu, danau ini juga pusat sejarah Kerajaan Panjalu.
Di tengah danau terdapat Pulau Nusa Gede. Luas pulau tersebut 9,25 hektar. Pulau ini menjadi pusat spiritual masyarakat. Di sana pula bersemayam makam leluhur. Salah satunya adalah makam Prabu Hariang Kancana. Beliau adalah putra Prabu Borosngora.
Sebagai informasi tambahan, Situ Lengkong memiliki status istimewa. Pada 21 Februari 1919, danau ini ditetapkan sebagai cagar alam. Istilah Belandanya adalah Natuurmonumenten. Penetapan dilakukan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Dengan demikian, Situ Lengkong tercatat sebagai danau cagar alam tertua di Indonesia.
Tujuan dan Harapan Penyelenggaraan
Selanjutnya, Pemerintah Desa Panjalu memiliki harapan besar. Haol Eyang Borosngora dapat mempererat silaturahmi. Silaturahmi terjalin antarwarga. Hubungan antara pemerintah dan masyarakat juga kuat.
Di sisi lain, kegiatan ini menjadi daya tarik wisata. Jenisnya adalah wisata religi dan budaya. Hal ini mampu mendongkrak ekonomi lokal. Selain itu, kegiatan ini memperkenalkan sejarah Panjalu. Sasaran pengenalnya adalah khalayak luas.
Perlu diketahui, Panjalu telah dikukuhkan sebagai Desa Wisata. Pengukuhan dilakukan pada tahun 2004. Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mengukuhkan. Oleh karena itu, Panjalu terus mengembangkan potensi pariwisata. Fokus pengembangannya adalah budaya dan religi. Haol Eyang Borosngora menjadi salah satu andalan. Kegiatan ini terkait erat dengan tradisi adat Nyangku.
Ajakan untuk Masyarakat
Terakhir, Pemerintah Desa Panjalu mengundang seluruh masyarakat. Undangan juga terbuka bagi peziarah. Wisatawan dari dalam dan luar daerah dipersilakan hadir. Partisipasi aktif sangat diharapkan.
Namun demikian, ada imbauan penting. Pemerintah desa meminta seluruh peserta menjaga ketertiban. Kebersihan lokasi juga harus dijaga. Yang tidak kalah penting adalah kekhidmatan. Semua itu berlaku selama rangkaian acara.
Informasi lebih lanjut:
Kantor Pemerintah Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

