Puncak Pasir Haur Berpotensi Dikembangkan sebagai Kawasan Pertanian Terpadu, Pengairan Jadi Perhatian

Puncak Pasir Haur Berpotensi Dikembangkan sebagai Kawasan Pertanian Terpadu, Pengairan Jadi Perhatian

PANJALU – Kawasan Puncak Pasir Haur di Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai kawasan pertanian terpadu. Pengembangan ini diarahkan pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Dengan pengelolaan yang tepat, potensi tersebut diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan perekonomian masyarakat.

Namun, pengembangan kawasan tersebut membutuhkan sejumlah persiapan. Salah satu kebutuhan penting adalah ketersediaan sumber air dan infrastruktur pengairan. Selain itu, kesiapan kelompok tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) juga perlu diperhatikan agar program pemberdayaan dapat berjalan lebih terarah.

Potensi dan kebutuhan tersebut menjadi bagian dari pembahasan dalam kunjungan Anggota DPR RI Komisi IV, Herry Dermawan, ke Puncak Pasir Haur, Desa Panjalu, Rabu (4 November 2026).

Dalam kunjungan tersebut, Herry didampingi Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Yoyo Wahyono. Rombongan disambut Kepala Desa Panjalu, H. Yuyus Surya Adinegara, bersama unsur pemerintah kecamatan, UPTD Pertanian, perangkat dan lembaga desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

Puncak Pasir Haur Memiliki Potensi Pertanian Terpadu

Pemerintah Desa Panjalu melihat Puncak Pasir Haur sebagai salah satu kawasan yang berpeluang dikembangkan melalui konsep pertanian terpadu. Konsep ini menghubungkan kegiatan pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu arah pengembangan.

Melalui pendekatan tersebut, setiap sektor diharapkan dapat saling mendukung. Selain meningkatkan pemanfaatan potensi lokal, konsep ini juga membuka peluang kegiatan ekonomi produktif bagi masyarakat.

Meski demikian, pengembangan kawasan perlu disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan masyarakat. Karena itu, pemetaan potensi wilayah menjadi langkah penting sebelum menentukan bentuk kegiatan yang akan dikembangkan.

Kepala Desa Panjalu, H. Yuyus Surya Adinegara, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian terhadap potensi wilayahnya. Ia berharap pertemuan tersebut dapat memperkuat hubungan antara pemerintah desa dan para pemangku kepentingan.

“Kami berharap melalui kunjungan ini dapat terjalin hubungan dan sinergi yang baik, terutama dalam mendorong program-program prioritas ketahanan pangan, khususnya di bidang pertanian,” ungkap Yuyus.

Menurutnya, komunikasi dan kerja sama antarpihak sangat diperlukan. Dengan demikian, aspirasi masyarakat dapat disampaikan dan dibahas dalam upaya pengembangan sektor pertanian di Desa Panjalu.

Ketersediaan Air Menjadi Kebutuhan Penting

Selain potensi kawasan, ketersediaan air menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian. Air memiliki peran penting dalam menunjang kegiatan pertanian. Oleh sebab itu, sumber air dan infrastruktur pengairan perlu menjadi bagian dari perencanaan pengembangan Puncak Pasir Haur.

Pengairan yang memadai diharapkan dapat membantu masyarakat memanfaatkan lahan secara lebih optimal. Selain itu, ketersediaan air juga menjadi salah satu faktor pendukung keberlangsungan kegiatan produksi pertanian.

Namun, pembangunan infrastruktur pengairan tidak dapat dilakukan tanpa perencanaan. Kondisi wilayah, potensi sumber air, dan kebutuhan masyarakat perlu dikaji terlebih dahulu. Dengan begitu, solusi yang direncanakan dapat sesuai dengan keadaan di lapangan.

Karena itu, kebutuhan pengairan menjadi salah satu aspirasi yang perlu dikomunikasikan dengan instansi terkait. Pembahasan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui bentuk dukungan yang sesuai dengan kebutuhan kawasan.

Kelompok Tani dan KWT Perlu Dipersiapkan

Selain infrastruktur, kelembagaan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pengembangan pertanian. Kelompok tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan menyusun kegiatan bersama.

Melalui kelompok tersebut, masyarakat juga dapat mempersiapkan kegiatan pemberdayaan. Dengan demikian, program yang tersedia nantinya dapat dikelola secara lebih terarah dan sesuai kebutuhan penerima manfaat.

Dalam kesempatan tersebut, Herry Dermawan menekankan pentingnya kesiapan kelompok masyarakat sebelum program pemerintah disalurkan.

“Kami ingin memberikan program kepada masyarakat, tetapi tentu harus dipersiapkan wadahnya terlebih dahulu secara lengkap. Harus ada kelompok tani maupun KWT (Kelompok Wanita Tani), sehingga program yang nantinya disalurkan bisa tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Herry.

Selain itu, ia mendorong agar kebutuhan dan potensi pertanian di wilayah tersebut dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian. Koordinasi ini diperlukan untuk membahas kondisi lapangan serta kebutuhan masyarakat bersama instansi teknis.

Dengan kelembagaan yang baik, masyarakat diharapkan memiliki wadah yang lebih kuat. Selanjutnya, kelompok tersebut dapat berperan dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pemberdayaan di bidang pertanian.

Kolaborasi untuk Mendukung Ketahanan Pangan Desa

Pengembangan Puncak Pasir Haur sebagai kawasan pertanian terpadu membutuhkan persiapan dan kerja sama berbagai pihak. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai dari pemetaan potensi lahan hingga pemenuhan kebutuhan pengairan.

Di sisi lain, penguatan kelompok tani dan KWT juga perlu berjalan seiring dengan perencanaan infrastruktur. Keduanya merupakan bagian penting dalam membangun kegiatan pertanian yang lebih terarah.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Pemerintah Desa Panjalu untuk menyampaikan potensi dan kebutuhan wilayah. Aspirasi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan perhatian serta pembahasan lebih lanjut bersama pihak terkait.

Pada akhirnya, pengembangan Puncak Pasir Haur memerlukan langkah yang bertahap dan sesuai kondisi lapangan. Dengan perencanaan yang matang, kelembagaan masyarakat yang kuat, serta koordinasi antarpihak, kawasan ini diharapkan dapat berkontribusi bagi ketahanan pangan dan perekonomian Desa Panjalu.

Informasi Singkat Puncak Pasir Haur

  • Lokasi: Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
  • Potensi pengembangan: Pertanian, peternakan, dan perikanan.
  • Kebutuhan yang menjadi perhatian: Sumber air dan infrastruktur pengairan.
  • Penguatan masyarakat: Kelompok tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT).
  • Koordinasi: Dinas Pertanian dan instansi terkait.

Mengapa Pengairan dan Kelompok Tani Penting?

Pengairan membantu menunjang kegiatan pertanian dan pemanfaatan lahan. Sementara itu, kelompok tani dan KWT menjadi wadah masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan serta mempersiapkan kegiatan pemberdayaan. Oleh karena itu, kedua aspek tersebut perlu diperhatikan dalam perencanaan pertanian terpadu di Puncak Pasir Haur.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *