PANJALU – Situ Lengkong Panjalu adalah wisata andalan Kabupaten Ciamis. Sektor pariwisata di sana berhasil mencatat hasil yang baik. Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai 104 persen pada tahun 2025.
Hasil ini melebihi target yang ditetapkan. Hal ini membuktikan bahwa wisata berbasis desa mampu menggerakkan ekonomi lokal.
Selain itu, keberhasilan ini terungkap dalam kunjungan uji petik. Panitia Khusus (Pansus) DPRD Ciamis datang langsung ke Situ Lengkong Panjalu. Kegiatan itu berlangsung pada Selasa (14/7/2026). Kunjungan ini menjadi rangkaian pembahasan APBD tahun 2025. DPRD juga ingin mengawasi langsung kinerja sektor pariwisata.
Bagaimana Capaian PAD Sektor Wisata Situ Lengkong?
Berdasarkan laporan Dinas Pariwisata, pendapatan sektor wisata melampaui rencana. Capaian 104 persen adalah tanda yang positif. Oleh karena itu, angka ini menunjukkan potensi wisata Panjalu mulai tergarap dengan baik.
Ketua Pansus DPRD Ciamis, Jaenal Arifin, memimpin langsung peninjauan tersebut. Beliau adalah anggota dari Fraksi PDI Perjuangan. Menurutnya, kunjungan lapangan sangat penting untuk mencocokkan data.
“Kami tidak hanya membaca laporan tertulis. Kami harus melihat langsung kondisi di sini. Kami mengecek kenyamanan pengunjung. Kami juga menilai kelayakan fasilitas. Yang terpenting, kami memastikan dampaknya bagi pedagang sekitar,” ujar Jaenal.
Tiga Poin Penting yang Diawasi DPRD
Dalam kunjungan itu, tim Pansus fokus pada tiga hal utama. Pertama, mereka memeriksa data retribusi. Mereka mengecek tiket masuk dan tiket parkir. Tujuannya agar tidak ada kebocoran pendapatan.
Kedua, mereka meninjau sarana wisata. Tim melihat kondisi jalan setapak. Mereka juga mengecek tempat istirahat dan kebersihan kawasan. Selain itu, mereka memastikan toilet dan mushola layak pakai.
Ketiga, mereka mengukur dampak ekonomi. Tim Pansus berdialog dengan para pedagang. Mereka juga berbicara dengan pengelola perahu. Dengan demikian, mereka tahu apakah wisatawan membawa untung bagi warga desa.
Target PAD 2026 Naik, Sinergi Terus Digalakkan
Melihat hasil baik di tahun 2025, pemerintah menaikkan target. Untuk tahun 2026, target PAD sektor wisata menjadi Rp850 juta. Angka ini naik sekitar 8,3 persen. Tahun sebelumnya, targetnya berada di kisaran Rp785 juta.
Namun, Jaenal Arifin memberi peringatan. Kenaikan target tidak boleh dibebankan pada wisatawan. Jangan sampai tiket naik secara sepihak. Sebaliknya, target harus dicapai dengan peningkatan kunjungan. Pemerintah juga harus membuat wisatawan betah lebih lama.
“Kami butuh inovasi dan promosi digital. Penataan kawasan juga harus terus dibenahi,” jelas Jaenal.
Apa yang Membuat Situ Lengkong Panjalu Istimewa?
Situ Lengkong Panjalu bukan danau biasa. Luasnya mencapai 57,95 hektar. Kawasan ini telah menjadi Cagar Alam sejak tahun 1919. Tepatnya, pada 21 Februari 1919. Ini menjadikannya salah satu danau lindung tertua di Indonesia.
Kawasan ini baru saja direvitalisasi. Tempat ini resmi dibuka kembali pada 1 Januari 2026. Kini, konsepnya lebih asri dan ramah lingkungan. Di sisi lain, tempat ini juga punya nilai sejarah dan religi. Masyarakat meyakini danau ini berkaitan dengan penyebaran Islam di tanah Sunda. Jadi, pengunjung bisa datang untuk wisata alam, religi, atau belajar sejarah.
Peran Pemerintah Desa Panjalu dalam Pengembangan
Pemerintah Desa Panjalu menyambut baik hasil uji petik ini. Kemudian, mereka berkomitmen untuk terus bersinergi dengan kabupaten. Berikut langkah yang sudah dan akan dijalankan:
- Menguatkan Pokdarwis: Mereka menjadwalkan kebersihan dan keamanan secara bergilir. Hal ini menjaga kenyamanan pengunjung.
- Mendigitalkan Retribusi: Pencatatan tiket menggunakan sistem digital. Dengan begitu, transparansi lebih terjamin dan kebocoran bisa dicegah.
- Mendampingi UMKM Lokal: Mereka membantu kemasan produk kuliner. Mereka juga membenahi suvenir khas Panjalu. Tujuannya agar nilai jual produk naik.
Perwakilan desa menegaskan, keberhasilan wisata bukan hanya soal uang. Akan tetapi, kelestarian alam dan kesejahteraan warga juga penting.
“Kami di desa adalah garda terdepan. Kebersihan, keramahan, dan keamanan adalah kunci. Jika wisatawan betah, maka uang akan berputar di desa,” ungkap perwakilan desa.
Rekomendasi Pengembangan ke Depan
Sebagai langkah tindak lanjut, Pansus DPRD memberi beberapa catatan. Catatan ini akan dibawa ke rapat paripurna.
- Perbaiki akses jalan: Benahi badan jalan menuju lokasi. Tambahkan rambu petunjuk arah yang jelas.
- Tambahkan wahana edukasi: Sediakan papan informasi interaktif. Paparkan sejarah dan ekosistem Situ Lengkong. Hal ini menarik minat pelajar.
- Genjot promosi digital: Manfaatkan media sosial dan platform perjalanan online. Dengan cara ini, pasar wisatawan di luar Ciamis bisa lebih luas.
Tanya Jawab Seputar Situ Lengkong Panjalu
Apa itu Situ Lengkong Panjalu?
Situ Lengkong Panjalu adalah danau alami seluas 57,95 hektar. Danau ini terletak di Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Ciamis. Kawasan ini berstatus Cagar Alam sejak tahun 1919.
Berapa capaian PAD sektor wisata di sana?
Berdasarkan laporan APBD 2025, realisasi PAD mencapai 104 persen dari target. Angka ini melampaui ekspektasi.
Berapa target PAD wisata Ciamis untuk tahun 2026?
Pemerintah menargetkan PAD sektor pariwisata sebesar Rp850 juta. Target ini naik sekitar 8,3 persen dari tahun sebelumnya.
Apa peran Pemerintah Desa Panjalu?
Desa berperan menguatkan Pokdarwis, mendigitalkan retribusi, dan mendampingi UMKM. Mereka juga menjaga kebersihan dan keamanan kawasan.
