Panjalu, 30 Juni 2026 – Tim Penggerak PKK Kecamatan Panjalu menggelar rapat koordinasi dan evaluasi triwulan II. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 30 Juni 2026. Tempatnya di Aula Balai Desa Panjalu.
Pertemuan ini mengusung tagline “Berdaya Berkarya, Berkah dan Bahagia Bersama”. Tagline tersebut menjadi semangat utama para kader. Tujuannya adalah untuk membangun keluarga yang mandiri dan tangguh secara sosial.
Sinergi Program PKK dengan Visi Pembangunan Kabupaten Ciamis
Camat Panjalu membuka acara dengan sambutan. Beliau menekankan bahwa peran PKK kini sangat penting. Peran ini tidak lagi bersifat seremonial belaka. PKK menjadi pelaku penting dalam mencapai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di kecamatan.
Program PKK menyentuh delapan indikator kesejahteraan keluarga. Oleh karena itu, kontribusi kader sangat dinantikan. Hal ini terutama untuk mempercepat target pembangunan Kabupaten Ciamis. Fokus utamanya adalah menurunkan kemiskinan ekstrem. Selain itu, juga meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
“Kami dari pemerintah kecamatan sangat mengapresiasi TP PKK. Mereka konsisten menjalankan 10 Program Pokok PKK. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan desa dan puskesmas adalah kunci keberhasilan. Kita harus menekan angka stunting. Ini adalah prioritas nasional. Pertemuan hari ini harus menghasilkan data nyata dan solusi tepat,” tegas Camat Panjalu.
Sementara itu, Kepala Desa Panjalu juga menyampaikan rasa bangganya. Beliau berterima kasih karena Aula Balai Desa dipercaya sebagai tempat koordinasi kecamatan. Beliau berharap Desa Panjalu bisa menjadi contoh bagi desa lain. Terutama dalam penerapan program PKK. Salah satunya melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes akan berkolaborasi dengan kelompok wanita tani (KWT) binaan PKK.
Pembahasan Program Prioritas dalam Empat Pokja
Pada sesi diskusi, peserta dibagi ke dalam empat Pokja. Masing-masing dipandu oleh ketua bidang. Berikut hasil diskusi mereka:
Pokja I – Pancasila dan Gotong Royong
Pokja ini menyusun program ekonomi kerakyatan. Program ini berbasis zakat dan sedekah produktif. Tujuannya untuk membantu keluarga prasejahtera.
Pokja II – Pendidikan dan Keterampilan
Pokja ini merancang jadwal pelatihan. Ada pelatihan menjahit dan tata boga. Sasaran utamanya adalah ibu-ibu pengangguran di bantaran sungai. Mereka akan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Ciamis.
Pokja III – Kesehatan dan Lingkungan
Pokja ini memutuskan aksi massal. Mereka akan menggelar Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Kegiatan ini akan dilakukan pekan depan. Pasalnya, musim kemarau sudah mulai tiba. Hal ini sering memicu peningkatan kasus Demam Berdarah (DBD).
Pokja IV – Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Pokja ini menyepakati pembentukan koperasi. Koperasi ini berbasis simpan pinjam. Anggotanya adalah kelompok PKK desa. Dengan demikian, anggota bisa mendapatkan akses modal usaha. Ini akan membantu pelaku UMKM berbahan baku lokal.
Makna Filosofis Tagline “Berdaya Berkarya, Berkah dan Bahagia Bersama”
Di akhir sesi, Ketua TP PKK menjelaskan makna tagline. Penjelasan ini disampaikan dalam sambutan penutup. Berikut makna setiap katanya:
- “Berdaya” artinya meningkatkan kemampuan keluarga. Tujuannya agar tidak bergantung pada bantuan. Keluarga harus bisa memanfaatkan potensi lokal.
- “Berkarya” artinya mewujudkan kemampuan itu. Wujudnya bisa berupa barang, jasa, atau inovasi sosial. Semua itu harus berdampak pada ekonomi warga.
- “Berkah” menekankan nilai spiritual dan keberlanjutan. Setiap karya harus membawa manfaat. Karya juga harus mendapat ridho dari Tuhan.
- “Bahagia Bersama” adalah tujuan akhir. Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan semua orang. Bukan hanya segelintir kelompok. Ini menciptakan keharmonisan di masyarakat.
“Ibu-ibu sekalian, kekuatan PKK adalah solidaritas. Mari jadikan empat kata ini sebagai napas perjuangan. Jika seorang ibu berdaya, maka satu keluarga sehat. Jika seribu keluarga di Panjalu sehat, maka akan lahir generasi emas. Mereka akan membangun masa depan Indonesia,” pesannya dengan penuh semangat.
Komitmen Tindak Lanjut dan Penutupan
Sebagai langkah selanjutnya, seluruh desa sepakat melakukan beberapa hal:
- Menyusun laporan capaian bulanan. Laporan ini akan dikirim ke sekretariat kecamatan. Batas akhirnya adalah setiap tanggal 5.
- Membentuk Tim Gerakan Orang Tua Asuh (GNOTA). Tim ini akan membantu biaya pendidikan. Sasaran utamanya adalah anak putus sekolah di tiga desa prioritas.
- Menggelar rapat koordinasi berikutnya. Rencananya akan diadakan pada akhir September 2026. Agendanya adalah penilaian lomba desa tingkat kecamatan.
Terakhir, acara ditutup dengan doa bersama. Setelah itu, seluruh peserta berfoto bersama. Mereka pulang dengan semangat baru. Mereka akan menerapkan hasil musyawarah. Tujuannya adalah mewujudkan Kecamatan Panjalu yang lebih maju, sehat, dan sejahtera. Semua itu sesuai dengan tagline “Berdaya Berkarya, Berkah dan Bahagia Bersama”.

