Waspada Hoaks! Akun WhatsApp Palsu Mengatasnamakan Kadis PUPR Kabupaten Ciamis

Waspada Hoaks! Akun WhatsApp Palsu Mengatasnamakan Kadis PUPR Kabupaten Ciamis

Masyarakat dan jajaran pemerintah desa di Kabupaten Ciamis diimbau untuk lebih waspada terhadap upaya penipuan yang mengatasnamakan pejabat daerah. Baru-baru ini, beredar sebuah akun WhatsApp yang menggunakan nama dan foto profil Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Ciamis, Dr. H. Taufik Gumelar, S.T., M.M.

Akun palsu tersebut dilaporkan telah mengirim pesan kepada beberapa kepala desa di Kabupaten Ciamis. Dalam pesan yang dikirim, akun tersebut berupaya meyakinkan penerima seolah-olah berkomunikasi langsung dengan Kadis PUPR untuk tujuan tertentu.

Namun, berdasarkan informasi dari akun Instagram Ciamis Libas Hoaks (@cliks_ciamislibashoaks), Kadis PUPR Kabupaten Ciamis, Dr. H. Taufik Gumelar, telah mengonfirmasi bahwa akun WhatsApp tersebut adalah palsu dan merupakan modus penipuan. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menghubungi kepala desa secara personal untuk kepentingan apa pun. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap pesan-pesan yang mengatasnamakan pejabat daerah.

Untuk menghindari menjadi korban penipuan, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. Verifikasi Informasi – Jika menerima pesan mencurigakan, segera hubungi langsung instansi terkait atau pejabat yang bersangkutan melalui jalur resmi.
  2. Jangan Berikan Data Pribadi – Hindari memberikan informasi pribadi atau keuangan kepada pihak yang tidak dikenal.
  3. Laporkan ke Pihak Berwenang – Jika menemukan akun mencurigakan, segera laporkan ke dinas terkait atau melalui akun Instagram @cliks_ciamislibashoaks agar dapat ditindaklanjuti.
  4. Sebarkan Informasi Ini – Bagikan informasi ini kepada rekan kerja dan masyarakat sekitar untuk menghindari potensi korban lainnya.

Dengan meningkatnya kesadaran dan kewaspadaan, kita dapat bersama-sama mencegah penyebaran hoaks serta melindungi diri dari upaya penipuan yang merugikan. Tetaplah berhati-hati dalam menerima informasi dan pastikan selalu mengecek kebenarannya dari sumber resmi!

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *