Panduan resmi untuk menjelajahi Situ Lengkong, Agrowisata Pasir Haur, Situ Mundu, dan Tradisi Nyangku
Daftar Isi
- Tentang Desa Wisata Panjalu
- Destinasi 1: Situ Lengkong – Danau Cagar Alam Tertua di Indonesia
- Destinasi 2: Agrowisata Pasir Haur – Optimalisasi Aset Desa Menuju Panjalu Emas 2029
- Destinasi 3: Situ Mundu – Wisata Lambat Berbasis Ketahanan Pangan
- Tradisi Nyangku: Warisan Budaya Tahunan yang Sarat Makna
- Panduan Praktis Berwisata di Panjalu
- Rencanakan Kunjungan Anda
Tentang Desa Wisata Panjalu
Desa Panjalu, yang terletak di Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, telah lama dikenal sebagai destinasi wisata yang memadukan keindahan alam, nilai sejarah, dan kearifan budaya. Dengan status sebagai desa dengan Indeks Desa Membangun (IDM) tertinggi di Kabupaten Ciamis, Desa Panjalu memiliki visi besar bernama Panjalu Emas 2029: mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
Desa ini memiliki tiga destinasi wisata unggulan yang saling melengkapi: Situ Lengkong (danau bersejarah dengan Pulau Nusa Gede), Agrowisata Pasir Haur (ekowisata berbasis pertanian), dan Situ Mundu (wisata lambat berbasis ketahanan pangan). Ketiganya dikelola dengan semangat gotong royong dan keberlanjutan, sejalan dengan enam program unggulan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ciamis 2025–2029.
“Panjalu Emas 2029 adalah komitmen kami untuk menyelaraskan potensi lokal dengan target besar kabupaten, demi kesejahteraan bersama di Tatar Galuh.”
— H. Yuyus Surya Adinegara, Kepala Desa Panjalu
Destinasi 1: Situ Lengkong – Danau Cagar Alam Tertua di Indonesia
Sekilas Tentang Situ Lengkong
Situ Lengkong adalah danau alami seluas 57,95 hektare yang terletak di kaki Gunung Sawal, Desa Panjalu. Danau ini telah ditetapkan sebagai cagar alam (natuurmonumenten) sejak 21 Februari 1919 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, menjadikannya salah satu kawasan konservasi tertua di Indonesia. Status lindung ini menjadi fondasi utama pengelolaan wisata berbasis konservasi dan kearifan lokal hingga hari ini.
Di tengah danau terdapat Pulau Nusa Gede (juga dikenal sebagai Nusa Larang) seluas 9,25 hektare, yang menyimpan makam Prabu Hariang Kencana (Borosngora), raja Panjalu pertama yang menyebarkan agama Islam di Tatar Galuh. Pulau ini hanya dapat dijangkau dengan perahu tradisional yang dioperasikan oleh warga setempat.
Fasilitas dan Aktivitas
Pasca revitalisasi tahap II dengan anggaran Rp4,5 miliar, Situ Lengkong kini memiliki berbagai fasilitas penunjang wisata, antara lain:
- Boardwalk ramah lingkungan untuk menyusuri tepi danau
- Dermaga kayu baru
- Pusat informasi wisata
- Dispenser air minum gratis
- Tempat sampah terpilah
- Area parkir luas, toilet, dan mushola
Aktivitas yang dapat dilakukan pengunjung meliputi:
- Menikmati keindahan danau saat pagi hari (pukul 06.00–09.00 WIB)
- Ziarah ke makam leluhur di Pulau Nusa Gede
- Berfoto dengan latar danau dan perbukitan hijau
- Menikmati kuliner khas Panjalu di sekitar kawasan wisata
Catatan: Pada Lebaran 2026, Situ Lengkong mencatat 6.529 kunjungan, menjadikannya destinasi paling favorit di Kabupaten Ciamis.
Destinasi 2: Agrowisata Pasir Haur – Optimalisasi Aset Desa Menuju Panjalu Emas 2029
Konsep Pengembangan
Agrowisata Pasir Haur terletak di Dusun Simpar, Desa Panjalu, pada ketinggian lebih dari 800 meter di atas permukaan laut. Kawasan seluas 20 hektare ini sebelumnya merupakan lahan tidur yang kurang produktif. Kini, melalui program optimalisasi aset desa, kawasan tersebut bertransformasi menjadi kawasan pertanian dan wisata terpadu.
Pengembangan Pasir Haur merupakan langkah strategis Pemerintah Desa Panjalu dalam mewujudkan visi Panjalu Emas 2029, dengan memadukan sektor pertanian, pariwisata, edukasi, dan olahraga. Kepala Desa Panjalu, H. Yuyus Surya Adinegara, menyatakan bahwa pengelolaan lahan ini melibatkan warga setempat dan bertujuan mengedukasi generasi muda untuk bersama-sama membangun desa.
Rencana Pengembangan
Beberapa rencana pengembangan di kawasan Pasir Haur meliputi:
- Lahan ketahanan pangan desa (tanaman alpukat, palawija, dan sorgum)
- Taman buah sebagai komoditas unggulan
- Bumi perkemahan
- Area olahraga dirgantara (paralayang dan paramotor)
Saat ini, Pemerintah Desa Panjalu bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis dan BAPPENDA terus melakukan penataan dan pematangan lahan sebagai tahap awal pembangunan.
Manfaat bagi Masyarakat
Pengembangan Agrowisata Pasir Haur diproyeksikan memberikan dampak positif bagi Desa Panjalu, antara lain:
- Meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui sektor pariwisata dan pertanian
- Membuka peluang kerja dan usaha bagi masyarakat lokal
- Memperkuat ketahanan pangan desa
- Mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan
Destinasi 3: Situ Mundu – Wisata Lambat Berbasis Ketahanan Pangan
Konsep Pengembangan
Situ Mundu adalah danau kecil yang terletak di Dusun Simpar, Desa Panjalu. Berbeda dengan Situ Lengkong yang sudah dikenal luas, Situ Mundu menawarkan pengalaman wisata yang lebih tenang, berbasis pada pelestarian sumber daya air dan ketahanan pangan desa. Destinasi ini tidak dibangun sebagai objek wisata instan, melainkan tumbuh secara alami dari kebutuhan irigasi dan program perikanan desa.
Program Ketahanan Pangan
Pada 27 November 2025, Pemerintah Desa Panjalu bersama BP2D Ciamis, Dinas Pariwisata, dan Dinas Perikanan dan Kelautan UPTD Panumbangan melakukan restocking 4.000 benih ikan nilem di perairan umum Situ Mundu. Tujuan utama program ini adalah:
- Memperkuat ketahanan pangan desa dengan menyediakan sumber protein hewani
- Menjaga keseimbangan ekosistem perairan
- Membuka peluang wisata pemancingan terkelola
Selain itu, pada Oktober 2025, Pemerintah Desa Panjalu memulai pembangunan kirmir (dinding penahan tanah) di Situ Mundu untuk memperkuat tanggul, mencegah erosi, dan menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian warga. Pengerjaan kirmir melibatkan warga setempat secara padat karya, sehingga proyek ini juga berdampak langsung pada perekonomian lokal.
Aktivitas Wisata
Situ Mundu menawarkan suasana tenang dan wisata lambat (slow tourism)—hamparan air hijau, pepohonan di sekitar, langit terbuka, dan suara alam. Aktivitas yang dapat dilakukan:
- Bersantai, membaca, atau sekadar duduk di tepian
- Mengamati burung dan flora setempat
- Fotografi alam, terutama saat pagi atau sore hari
- Memancing rekreasi (dengan konfirmasi terlebih dahulu ke pengelola desa)
Tradisi Nyangku: Warisan Budaya Tahunan yang Sarat Makna
Sejarah dan Makna
Setiap tahun, pada hari Senin atau Kamis terakhir bulan Maulid (Rabiul Awal), masyarakat Panjalu menggelar Upacara Adat Nyangku—ritual sakral turun-temurun berupa pencucian dan penyucian benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Panjalu.
Istilah Nyangku sendiri memiliki dua penafsiran:
- Dalam bahasa Sunda, akronim dari nyaangan laku—menerangi perilaku atau membersihkan diri
- Dalam bahasa Arab, yanko—yang berarti membersihkan
Tradisi ini berakar pada masa Kerajaan Panjalu di bawah pemerintahan Prabu Sanghyang Borosngora, raja Panjalu pertama yang memeluk dan menyebarkan agama Islam di wilayah Panjalu. Nyangku dilaksanakan untuk merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus mengenang jasa sang raja dan raja-raja Panjalu yang telah menyebarkan ajaran Islam.
Jadwal dan Rangkaian Acara
Puncak acara Upacara Adat Nyangku untuk tahun 2026 akan dilaksanakan pada Senin, 7 September 2026, yang bertepatan dengan 25 Rabiul Awal 1448 H.
Rangkaian acara Nyangku meliputi:
| Tahap | Acara | Keterangan |
|---|---|---|
| H-7 | Tradisi Samida | Ritual makan bersama (sami-sami dahar) sebagai persiapan batin, syukur, dan penguatan silaturahmi |
| Malam | Kesenian & Budaya | Pertunjukan seni tradisional, musik gembyung, dan pengajian |
| Puncak | Kirab Pusaka | Arak-arakan pusaka dari Museum Bumi Alit menuju Pulau Nusa Gede |
| Puncak | Pencucian Pusaka (Ngarumat) | Prosesi penyucian benda pusaka secara tradisional |
Dampak bagi Masyarakat dan Pariwisata
Nyangku bukan hanya menjadi simbol penghormatan kepada leluhur, tetapi juga wujud syukur masyarakat Panjalu atas keberkahan hidup. Tradisi ini telah menjadi magnet budaya yang menarik ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Ciamis, Tasikmalaya, Bandung, hingga luar Jawa. Selain bernilai spiritual, Nyangku juga berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal—banyak pelaku usaha kecil, pedagang, serta penggiat wisata di Panjalu yang merasakan manfaat dari ramainya pengunjung.
Catatan: Penentuan tanggal dalam kalender Hijriah bersifat dinamis. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari Pemerintah Desa Panjalu melalui kanal-kanal informasi resmi desa.
Panduan Praktis Berwisata di Panjalu
Harga Tiket dan Biaya (2026)
| Destinasi | Tiket Masuk | Catatan |
|---|---|---|
| Situ Lengkong | Rp10.000/orang | Termasuk asuransi kecelakaan |
| Sewa Perahu ke Nusa Gede | Rp12.000–15.000/orang | Minimal 20 orang, dapat bergabung dengan rombongan lain |
| Parkir Motor | Rp5.000 | – |
| Parkir Mobil | Rp10.000 | – |
| Agrowisata Pasir Haur | Gratis (sementara) | Masih dalam tahap pengembangan |
| Situ Mundu | (Tanyakan di lokasi) | Tidak dipungut biaya resmi |
Harga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan Pemerintah Desa Panjalu.
Waktu Terbaik Berkunjung
| Destinasi | Waktu Terbaik | Alasan |
|---|---|---|
| Situ Lengkong | 06.00 – 09.00 WIB | Kabut pagi, suasana sepi, cahaya foto terbaik |
| Pasir Haur | Pagi atau sore | Sunrise/sunset, panorama 360° |
| Situ Mundu | Pagi atau sore | Suasana tenang, fotografi alam |
Akses dan Rute
Alamat: Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat
Lihat di Google Maps
- Dari Kota Ciamis: Jarak ±35 km, waktu tempuh ±1,5 jam
- Dari Bandung: Waktu tempuh ±3–4 jam via Tol Cipularang dan jalur selatan
- Dari Tasikmalaya atau Kuningan: Waktu tempuh ±2–2,5 jam
Jalan menuju desa kini sudah baik dengan pemandangan sawah dan perbukitan yang indah di sepanjang perjalanan.
Tips Berwisata
- Datanglah pagi—sebelum pukul 08.00 untuk menghindari keramaian dan mendapatkan pencahayaan terbaik untuk fotografi.
- Kenakan pakaian sopan saat berkunjung ke Pulau Nusa Gede (tempat ziarah).
- Bawa uang tunai—khususnya untuk sewa perahu dan membeli oleh-oleh UMKM.
- Bawa tumbler—tersedia dispenser air minum gratis di Situ Lengkong.
- Jaga kebersihan—buang sampah pada tempat yang tersedia.
- Hormati nilai-nilai lokal—Panjalu adalah desa dengan tradisi dan budaya yang kuat.
Kuliner dan Oleh-oleh Khas
Berwisata ke Panjalu tidak lengkap tanpa mencicipi kuliner khas seperti opak, nasi tutug oncom, bandrek, dan kopi Panjalu. Pengunjung juga dapat membeli produk UMKM Desa Panjalu—kerajinan tangan, makanan khas, dan oleh-oleh lokal yang dibuat langsung oleh warga sekitar.
Rencanakan Kunjungan Anda
Panjalu menawarkan pengalaman wisata yang unik—perpaduan antara keindahan alam, nilai sejarah, kearifan budaya, dan semangat pembangunan berkelanjutan.
Apakah Anda seorang peziarah yang ingin merasakan keteduhan spiritual di Nusa Gede, seorang petualang yang mendambakan panorama dari ketinggian 800 mdpl, atau sekadar jiwa yang lelah yang ingin merasakan ketenangan di Situ Mundu—Panjalu menyambut Anda dengan tangan terbuka.
Setiap kunjungan Anda bukan hanya perjalanan wisata, tetapi juga kontribusi nyata bagi:
- Peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat
- Penguatan UMKM lokal melalui pembelian produk dan jasa warga
- Pelestarian cagar alam dan warisan budaya melalui pengelolaan wisata yang bertanggung jawab
- Penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat setempat
“Di Panjalu, setiap langkah adalah cerita. Setiap pemandangan adalah doa. Dan setiap kunjungan adalah bagian dari perjalanan menuju Panjalu Emas 2029—desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing.”
Bagikan artikel ini kepada teman dan keluarga yang ingin merasakan pengalaman wisata berbeda di Ciamis, Jawa Barat!
