Hari Pangan Sedunia 2026 di Desa Panjalu diwarnai panen sorgum Bioguma, UMKM pangan lokal, dan integrasi BUMDes. Simak potensi lengkapnya.
Ringkasan
Hari Pangan Sedunia 2026 diperingati 16 Oktober dengan tema “Innovate Today. Nourish Tomorrow.” dari FAO. Desa Panjalu, Kabupaten Ciamis, memperingatinya dengan capaian nyata: panen perdana sorgum varietas Bioguma di Agrowisata Pasir Haur pada 5 September 2026, produksi pangan UMKM seperti Jawadah Takir dan Comring, serta integrasi hasil pertanian lokal ke program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola BUMDes Rahayu Waluya. Artikel ini merangkum potensi, tantangan, dan langkah penguatan pangan lokal Desa Panjalu berdasarkan data primer dan sumber resmi.
Apa Tema Hari Pangan Sedunia 2026 dan Mengapa Penting bagi Desa Panjalu?
Hari Pangan Sedunia 2026 mengusung tema “Innovate Today. Nourish Tomorrow.” yang diserukan FAO untuk mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi — termasuk kecerdasan artifisial — agar semua orang dapat mengakses pangan bergizi. Tema ini menekankan perpaduan solusi berorientasi masa depan dengan pengetahuan tradisional dan pendekatan inklusif.
Bagi Desa Panjalu, tema tersebut bukan konsep abstrak. Di kaki Gunung Sawal, inovasi pangan lokal telah menjadi denyut nadi perekonomian warga. Dari mengubah lahan tidur menjadi lumbung sorgum, hingga menghidupkan kembali camilan warisan leluhur, Desa Panjalu membuktikan bahwa ketahanan pangan dimulai dari desa.
Apa Itu Sorgum Bioguma dan Mengapa Dikembangkan di Pasir Haur?
Sorgum Bioguma adalah varietas sorgum yang ditanam di Kawasan Agrowisata Pasir Haur, Dusun Simpar, Desa Panjalu, pada ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut. Varietas ini dipilih karena toleransinya terhadap kekeringan dan adaptif di berbagai jenis lahan.
Panen perdana berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026 di lahan sekitar 3 hektare yang dikelola Kelompok Tani Karya Mekar, dari total 20 hektare lahan tidur yang kini disulap menjadi kawasan produktif.
Data produksi sorgum Bioguma:
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Potensi hasil biji (kadar air 12%) | 8,33 ton/hektare |
| Rata-rata hasil biji | 6,98 ton/hektare |
| Bobot biomassa | 44,23 ton/hektare |
| Varietas | Bioguma |
| Lokasi | Agrowisata Pasir Haur, Dusun Simpar |
| Ketinggian | ±800 mdpl |
| Pengelola | Kelompok Tani Karya Mekar |
Kepala Desa Panjalu, H. Yuyus Surya Adinegara, menegaskan bahwa penanaman sorgum bukan sekadar kegiatan seremonial. “Melalui demplot ini, kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya ketahanan pangan. Jika berhasil, penanaman sorgum akan kami kembangkan lebih luas, tidak hanya di Panjalu tetapi juga ke desa lain di Kecamatan Panjalu,” ujarnya.
Potensi pengembangan sorgum di Kecamatan Panjalu cukup besar. Delapan desa di kecamatan ini memiliki potensi lahan yang siap dimanfaatkan untuk pengembangan sorgum. Hasil produksi sorgum nantinya akan terintegrasi dengan program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola bersama BUMDes.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Ape Ruswandana, menegaskan bahwa pengembangan sorgum di Panjalu merupakan langkah strategis. “Sorgum ini tahan terhadap kekeringan, adaptif di berbagai jenis lahan, dan memiliki nilai ekonomi yang luas. Ini yang membuatnya sangat strategis untuk dikembangkan,” katanya.
Komoditas Hortikultura Apa yang Menjadi Andalan Panjalu?
Kecamatan Panjalu merupakan salah satu kecamatan dengan luasan panen komoditi hortikultura terbesar di Kabupaten Ciamis, terutama untuk komoditi aneka cabai, mentimun, dan tomat. Hal ini menunjukkan bahwa lahan pertanian di Panjalu sangat cocok untuk pengembangan sayuran bernilai ekonomi tinggi.
Selain hortikultura semusim, Desa Panjalu juga mengembangkan tanaman tahunan. Di kawasan Agrowisata Pasir Haur, sekitar 5 hektare lahan dialokasikan untuk pengembangan alpukat varietas unggul sebagai komoditas utama, serta berbagai palawija dan tanaman produktif lainnya. Alpukat ini diharapkan menjadi sumber pendapatan jangka panjang bagi warga.
Bagaimana Potensi Kopi dan Singkong Desa Panjalu?
Desa Panjalu memiliki potensi di bidang perkebunan, dengan kopi dan singkong sebagai komoditas unggulan. Kopi robusta merupakan salah satu produksi terbesar sektor perkebunan di Kecamatan Panjalu, dengan luas lahan mencapai 207,27 hektare pada tahun 2018.
Terkait peluang ekspor, pasar kopi Indonesia ke Mesir menunjukkan tren positif. Atase Perdagangan Indonesia di Kairo mencatat permintaan pasar Mesir terhadap kopi Indonesia tumbuh rata-rata 20 persen dalam kurun 2020–2024, dengan nilai ekspor mencapai Rp2,2 triliun pada 2024. Meskipun Desa Panjalu belum menjadi sentra kopi nasional, potensi lahan dan semangat masyarakatnya membuka peluang untuk mengembangkan sektor ini secara bertahap.
Singkong telah lama menjadi bagian dari kehidupan pertanian warga. Banyak warga menanam singkong, dan sebagian diolah menjadi camilan keripik. Salah satu produk olahan singkong yang cukup dikenal adalah Comring — singkatan dari comro garing — camilan renyah berwarna kuning yang tersedia dalam varian original dan pedas, diproduksi oleh Usaha Comring Ibu Dedeh sebagai UKM binaan Bale Desa Panjalu.
Produk UMKM Pangan Apa Saja yang Khas dari Desa Panjalu?
Desa Panjalu memiliki kekayaan UMKM pangan yang menjadi denyut nadi perekonomian warga. Berikut produk khas yang telah dikenal:
| Produk | Bahan Dasar | Produsen | Ciri Khas |
|---|---|---|---|
| Jawadah Takir | Tepung beras, kelapa parut, gula merah | Edah (63), Kampung Grahang | Dibungkus kararas (daun pisang kering) |
| Comring | Singkong | Usaha Comring Ibu Dedeh | Renyah, varian original & pedas |
| Kalua Jeruk | Kulit jeruk bali, gula aren | UMKM Panjalu | Manis legit, khas Situ Lengkong |
| Saroja | Olahan tradisional | UMKM Panjalu | Makanan khas Panjalu |
Jawadah Takir diproduksi secara turun-temurun. Menurut catatan Pemerintah Desa Panjalu, makanan ini telah ada sejak sekitar 100 tahun yang lalu dan berasal dari Dusun Garahang. Produk ini dijual setiap hari di kawasan Situ Lengkong sebagai oleh-oleh khas Panjalu.
Pada Desember 2025, Pemdes Panjalu menggelar lomba kreasi olahan lokal yang menampilkan 60 jenis olahan makanan sebagai bentuk kreasi peserta, dengan harapan dapat terus mendorong inovasi pangan lokal.
Tantangan UMKM: Pelaku UMKM pangan lokal masih menghadapi kendala dalam manajemen usaha dan jangkauan pemasaran. Digitalisasi UMKM menjadi kunci. Baca panduan lengkap Cara Daftar NIB dan Sertifikat Halal UMKM Desa Panjalu 2026 untuk mendukung legalitas dan pemasaran produk Anda.
Bagaimana Ketahanan Pangan dari Perairan dan Peternakan?
Ketahanan pangan Desa Panjalu tidak hanya berasal dari daratan. Sektor perikanan turut berkontribusi melalui program restocking ikan di situ-situ yang ada. Pada November 2025, Pemdes Panjalu bersama BP2D Ciamis menebar 4.000 ekor benih ikan di perairan Situ Mundu, Dusun Simpar. Kegiatan serupa juga dilakukan di Situ Ciater dengan penebaran bibit ikan nilem oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis.
Sektor peternakan memiliki peran penting. Kecamatan Panjalu memiliki populasi ternak yang signifikan, antara lain sapi potong, sapi perah, kambing dan domba, kerbau, serta ayam buras. Desa Panjalu bahkan pernah mengembangkan budidaya cacing untuk mengatasi limbah organik dari peternakan sapi dan kambing, menghasilkan pupuk berkualitas untuk pertanian.
Apa Peran BUMDes Rahayu Waluya dalam Ketahanan Pangan Desa?
BUMDes Rahayu Waluya memegang peran strategis dalam pengelolaan potensi pangan Desa Panjalu. Pada Kamis, 30 Januari 2026, Pemerintah Desa Panjalu bersama BUMDes Rahayu Waluya melaksanakan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) BUMDes Tahun 2025 sekaligus menyusun Rencana Kerja Tahun 2026.
Kepala Desa Panjalu, H. Yuyus Surya Adinegara, menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan BUMDes. “BUMDes memiliki peran strategis dalam meningkatkan perekonomian desa. Dengan pengelolaan yang baik, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
BUMDes Rahayu Waluya juga terlibat dalam pengelolaan Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai mampu memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes). Hasil panen dari Pasir Haur — termasuk alpukat dan sorgum — didistribusikan melalui BUMDes Rahayu Waluya, termasuk untuk mendukung program Dapur MBG.
Selain itu, Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Tim Pengabdian memberikan pendampingan kepada BUMDes di kawasan Panjalu dalam program “Suksesi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Pengembangan Produk Unggulan BUMDes Berbasis Potensi Lokal”.
Apa Tantangan Pangan Lokal Desa Panjalu dan Bagaimana Mengatasinya?
Meski potensi pangan lokal Desa Panjalu sangat besar, berbagai tantangan tetap perlu dihadapi:
| Tantangan | Dampak | Strategi Adaptasi |
|---|---|---|
| Perubahan iklim & kemarau | Gagal panen jagung, penurunan produksi | Pengembangan sorgum toleran kekeringan |
| Akses pasar terbatas | Produk UMKM tidak terserap luas | Digitalisasi & e-commerce |
| Legalitas usaha | Produk sulit masuk pasar formal | Pendampingan NIB & sertifikat halal |
| Regenerasi petani | Minimnya petani muda | Edukasi & agrowisata |
| Manajemen UMKM | Pengelolaan belum optimal | Pelatihan & pendampingan ITB |
Kolaborasi multipihak menjadi kunci. Pemerintah desa, BUMDes Rahayu Waluya, kelompok tani, Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Polsek Panjalu, dan ITB telah bergotong royong mendukung ketahanan pangan desa.
Langkah Nyata untuk Masa Depan Pangan Panjalu
Menyambut Hari Pangan Sedunia 2026, ada lima langkah yang dapat terus diperkuat:
- Memperluas pengembangan sorgum dari demplot yang ada menuju pemanfaatan lahan yang lebih luas di Kecamatan Panjalu, dengan evaluasi hasil panen dan melibatkan lebih banyak kelompok tani.
- Mendorong legalitas dan digitalisasi UMKM pangan, sehingga produk seperti Jawadah Takir, Comring, dan olahan lokal lainnya dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Pelajari panduannya di Cara Daftar NIB dan Sertifikat Halal UMKM Desa Panjalu 2026.
- Mengintegrasikan hasil pertanian lokal ke dalam program Dapur MBG yang dikelola BUMDes, sehingga pangan lokal mendukung program gizi nasional.
- Memperkuat gerakan tanam di pekarangan untuk ketahanan pangan keluarga. Sinergikan dengan layanan Posyandu Desa Panjalu yang kini melayani 6 bidang untuk edukasi gizi seimbang.
- Mengembangkan Agrowisata Pasir Haur sebagai pusat edukasi pangan dan pertanian — produktif sekaligus destinasi wisata edukasi.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa tema Hari Pangan Sedunia 2026?
Tema resmi Hari Pangan Sedunia 2026 dari FAO adalah “Innovate Today. Nourish Tomorrow.” — seruan untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi dalam membangun sistem pangan berkelanjutan.
Apa itu sorgum Bioguma yang dikembangkan di Desa Panjalu?
Sorgum Bioguma adalah varietas sorgum yang ditanam di Agrowisata Pasir Haur, Dusun Simpar. Varietas ini dipilih karena toleransinya terhadap kekeringan. Menurut data repository pertanian, potensi hasil bijinya mencapai 8,33 ton per hektare pada kadar air 12%, dengan biomassa 44,23 ton per hektare.
Di mana lokasi Agrowisata Pasir Haur?
Agrowisata Pasir Haur terletak di Dusun Simpar, Desa Panjalu, Kabupaten Ciamis, pada ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut. Jaraknya sekitar 15 menit berkendara dari pusat pemerintahan desa dengan akses jalan makadam.
Produk UMKM pangan apa saja yang khas dari Desa Panjalu?
Beberapa produk khas Desa Panjalu antara lain Jawadah Takir (camikan berbahan tepung beras, kelapa parut, dan gula aren), Comring (keripik singkong renyah), Kalua Jeruk, dan Saroja.
Bagaimana cara UMKM Desa Panjalu mendapatkan NIB dan sertifikat halal?
Panduan lengkap dapat dibaca di artikel Cara Daftar NIB dan Sertifikat Halal UMKM Desa Panjalu 2026, yang memuat syarat, biaya, dan langkah-langkahnya.
Penutup
Hari Pangan Sedunia 2026 menjadi pengingat bahwa pangan adalah hak dasar manusia. Dengan tema “Innovate Today. Nourish Tomorrow.”, Desa Panjalu telah menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu berarti teknologi canggih — terkadang, inovasi berarti mengubah lahan tidur menjadi lumbung pangan, atau menghidupkan kembali camilan warisan leluhur dengan semangat baru.
Mari jadikan momentum ini sebagai titik balik untuk lebih mencintai, mengonsumsi, dan mengembangkan pangan lokal Desa Panjalu. Karena dari desa, ketahanan pangan Indonesia dimulai.
Ikuti terus informasi dan program pangan lokal Desa Panjalu melalui website resmi panjalu.desa.id dan kanal media sosial Pemerintah Desa Panjalu.

