Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Panjalu Ikuti Pelatihan Penurunan Stunting Se-Kabupaten Ciamis

Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Panjalu Ikuti Pelatihan Penurunan Stunting Se-Kabupaten Ciamis

Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar pelatihan bagi para kader desa. Pelatihan ini diikuti oleh 258 Kader Pembangunan Manusia (KPM). Mereka berasal dari seluruh desa di Kabupaten Ciamis. Kegiatan berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026. Tempatnya di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis. Desa Panjalu turut mengirimkan perwakilan KPM-nya.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran kader. Peran mereka sangat penting dalam menurunkan angka stunting. Pemerintah Kabupaten Ciamis menjadikan pembangunan manusia sebagai prioritas utama.

KPM Adalah Ujung Tombak Penanganan Stunting di Desa

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, hadir dalam acara tersebut. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting. Menurutnya, KPM memiliki peran yang sangat krusial. Mereka adalah garda terdepan di tingkat desa.

“Pembangunan sumber daya manusia tidak hanya soal fisik. Kita juga harus memastikan setiap anak tumbuh sehat dan cerdas. Semua anak berhak mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujar Andang.

Oleh karena itu, kehadiran KPM dari Desa Panjalu sangat berarti. Ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Desa dalam mendukung program nasional. Para kader diharapkan menjadi jembatan bagi warga. Mereka bisa menghubungkan masyarakat dengan layanan kesehatan dan administrasi.

Aplikasi e-HDW Bantu KPM Pantau Data Stunting Secara Akurat

Salah satu materi utama dalam pelatihan ini adalah aplikasi e-HDW. e-HDW kepanjangan dari Human Development Worker. Aplikasi ini digunakan untuk mendata warga secara terpadu. Data yang dicatat meliputi balita, ibu hamil, dan calon pengantin. Semua data ini penting untuk memantau kondisi gizi di desa.

Kepala DPMD Kabupaten Ciamis, Asep Khalid Fajari, menjelaskan hal ini. Beliau mengatakan bahwa aplikasi ini sangat membantu kerja kader.

“Dengan e-HDW, data stunting menjadi lebih akurat. Selain itu, kegiatan ini juga menindaklanjuti arahan dari BPKP Jawa Barat. Penurunan stunting adalah salah satu sektor prioritas nasional,” jelas Asep.

Dengan demikian, Pemerintah Desa Panjalu bisa menyusun langkah tepat. Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Desa kini memiliki data yang lebih valid. Anak yang terindikasi stunting akan segera mendapat bantuan. Mulai dari tambahan gizi hingga pendampingan kesehatan.

Inovasi “Pelita Hati” Memudahkan Warga Urus Adminduk

Kabar baik datang untuk warga Desa Panjalu. Disdukcapil Kabupaten Ciamis meluncurkan inovasi baru. Inovasi itu bernama “Pelita Hati Posyandu”. Nama ini singkatan dari Pelayanan Tertib Adminduk, Melayani Sepenuh Hati di Posyandu.

Melalui program ini, warga bisa mengurus dokumen penting di posyandu. Misalnya, pembuatan Akta Kelahiran, Kartu Keluarga (KK), dan Kartu Identitas Anak (KIA). Warga tidak perlu lagi pergi jauh ke kecamatan atau kabupaten.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Ciamis, Kania Ernawati Herdiat, menyambut baik inovasi ini. Beliau juga mengapresiasi para KPM yang hadir.

“Saya berharap KPM tidak hanya mengelola data saja. Mereka juga harus aktif membantu kegiatan di Posyandu. Saat ini, Posyandu memiliki 6 bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Dengan bantuan KPM, pelayanan di 1.623 Posyandu di Ciamis bisa berjalan merata,” ungkap Kania.

Komitmen Bersama Perkuat Layanan di Tingkat Desa

Puncak acara ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama. Penandatanganan dilakukan oleh dua pihak. Pertama, Kepala Disdukcapil Kabupaten Ciamis, Yayan Muhamad Supyan. Kedua, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Ciamis, Kania Ernawati Herdiat.

Komitmen ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama. Kedua pihak sepakat untuk mendekatkan layanan adminduk ke masyarakat. Layanan ini akan dijangkau melalui jaringan Posyandu yang sudah ada.

Selain itu, kemudahan akses adminduk juga berdampak pada penurunan stunting. Mengapa demikian? Karena dokumen kependudukan yang lengkap memudahkan pemetaan data sasaran. Pemerintah pun bisa memberikan bantuan secara lebih tepat.

Harapan untuk Masa Depan Anak-Anak Panjalu

Setelah mengikuti pelatihan ini, KPM Desa Panjalu punya pekerjaan rumah. Mereka harus menerapkan ilmu yang didapat di lapangan. Desa Panjalu memiliki 11 dusun, 71 RT, dan 31 RW. Tidak boleh ada satu pun balita atau ibu hamil yang terlewat pemantauan.

Untuk itu, Pemerintah Desa Panjalu mengajak seluruh warga bersinergi. Dukungan dari semua pihak sangat diperlukan. Mari kita dukung para kader di lingkungan kita masing-masing.

Dengan kerja sama yang baik, kita bisa mencegah stunting lebih efektif. Generasi masa depan Panjalu akan tumbuh sehat dan unggul. Hal ini sejalan dengan cita-cita besar kita menuju Indonesia Emas 2045.

Tanya Jawab Seputar Kegiatan (FAQ)

Apa itu aplikasi e-HDW?
e-HDW adalah aplikasi untuk mendata warga. KPM menggunakannya untuk memantau stunting, ibu hamil, dan balita. Data yang dihasilkan sangat akurat dan langsung diperbarui.

Apa manfaat “Pelita Hati Posyandu” bagi saya?
Anda bisa mengurus Akta Kelahiran, KK, dan KIA di posyandu desa. Prosesnya lebih mudah dan cepat. Anda tidak perlu repot pergi ke kantor kecamatan.

Siapa saja yang mengikuti pelatihan ini?
Pelatihan ini diikuti oleh 258 KPM dari seluruh Ciamis. Desa Panjalu juga mengirimkan wakilnya. Acara ini juga dihadiri oleh pejabat daerah Kabupaten Ciamis.

Bagaimana peran KPM di Desa Panjalu setelah ini?
KPM akan memakai e-HDW untuk pendataan. Mereka juga akan ikut aktif melayani warga di Posyandu. Dengan begitu, penanganan stunting di desa kita jadi lebih cepat dan tepat.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *