Puasa Tasua (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram) 2026 di Indonesia memiliki dua versi jadwal. Pemerintah dan Muhammadiyah menetapkan puasa Tasua pada Rabu, 24 Juni 2026 dan Asyura pada Kamis, 25 Juni 2026. Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan puasa Tasua pada Kamis, 25 Juni 2026 dan Asyura pada Jumat, 26 Juni 2026. Perbedaan ini terjadi karena perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah (hisab vs rukyat).
Bagaimana Perbandingan Jadwal Puasa Versi Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah?
Perbedaan jadwal menjadi informasi paling krusial bagi warga. Berikut tabel perbandingan resmi yang sudah terverifikasi:
| Momen Penting | Pemerintah (Kemenag RI) | Muhammadiyah | Nahdlatul Ulama (NU) |
|---|---|---|---|
| 1 Muharram 1448 H (Tahun Baru Islam) | Selasa, 16 Juni 2026 | Selasa, 16 Juni 2026 | Rabu, 17 Juni 2026 |
| Puasa Tasua (9 Muharram) | Rabu, 24 Juni 2026 | Rabu, 24 Juni 2026 | Kamis, 25 Juni 2026 |
| Puasa Asyura (10 Muharram) | Kamis, 25 Juni 2026 | Kamis, 25 Juni 2026 | Jumat, 26 Juni 2026 |
| Puasa Syura (11 Muharram) (Pelengkap) | Jumat, 26 Juni 2026 | Jumat, 26 Juni 2026 | Sabtu, 27 Juni 2026 |
Catatan Redaksi: Tidak ada jadwal yang “salah”. Semua lembaga memiliki landasan ilmu yang kuat. Warga Desa Panjalu dipersilakan mengikuti jadwal sesuai dengan organisasi yang diyakini.
Mengapa Terjadi Perbedaan Satu Hari dalam Penetapan Jadwal?
Pertanyaan ini adalah yang paling sering diajukan warga. Untuk menjawabnya secara komprehensif, mari kita bedah metode masing-masing lembaga.
A. Versi Pemerintah (Kemenag): Gabungan Hisab dan Rukyat
Pemerintah menggunakan metode integrasi hisab dan rukyat yang diputuskan melalui Sidang Isbat. Pada tanggal 29 Zulhijjah 1447 H (15 Juni 2026), hilal diprediksi telah memenuhi kriteria MABIMS (ketinggian minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat). Hasil pengamatan di 123 titik di Indonesia juga mengonfirmasi hal ini, sehingga 1 Muharram ditetapkan pada 16 Juni 2026.
B. Versi Muhammadiyah: Hisab Hakiki Wujudul Hilal
Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal berbasis sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Secara perhitungan astronomis, hilal sudah berada di atas ufuk, sehingga hasil penetapannya sama dengan pemerintah.
C. Versi Nahdlatul Ulama (NU): Prioritas Rukyat Fisik
NU melalui Lembaga Falakiyah PBNU sangat berpegang pada sabda Rasulullah: “Berpuasalah karena melihat hilal…” (HR. Bukhari). Karena laporan dari berbagai tim pemantau di Indonesia pada 15 Juni 2026 menyatakan bahwa hilal tidak terlihat (karena kondisi cuaca dan posisinya yang rendah), maka NU mengamalkan prinsip istikmal (menyempurnakan bulan Zulhijjah menjadi 30 hari), sehingga 1 Muharram bergeser ke 17 Juni 2026.
Apa Sejarah dan Keutamaan Puasa Asyura?
Memahami sejarah akan menambah kekhusyukan ibadah kita. Puasa Asyura bukanlah ibadah baru dalam Islam.
Sejarah Agung
Puasa 10 Muharram pertama kali diajarkan oleh Nabi Musa AS sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan Bani Israil dari kejaran Firaun. Ketika Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada hari tersebut. Rasulullah SAW lalu bersabda:
“Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.” (HR. Bukhari & Muslim).
Sejak saat itulah, beliau memerintahkan umat Islam untuk berpuasa Asyura. Bahkan, beliau bertekad untuk menambahkan puasa pada tanggal 9 Muharram (Tasua) agar berbeda dengan kebiasaan Ahli Kitab.
Tiga Keutamaan Dahsyat yang Wajib Diketahui
1. Puasa Paling Utama Setelah Ramadhan
Rasulullah SAW bersabda: “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa di bulan Allah – Muharram.” (HR. Muslim). Ini menunjukkan kedudukan istimewa bulan Muharram sebagai Syahrullah (Bulan Allah).
2. Penghapus Dosa Setahun Lalu (Keutamaan Asyura)
Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.” Ini menjadi kesempatan emas bagi setiap muslim untuk memulai tahun baru Hijriah dengan lembaran yang bersih.
3. Pahala 30 Hari dalam 1 Hari
Imam At-Thabrani meriwayatkan sebuah hadis yang menjelaskan bahwa “Barang siapa berpuasa satu hari di bulan Muharram, maka Allah akan menganugerahkan kepadanya pahala yang setara dengan berpuasa selama tiga puluh hari.” Ini merupakan bentuk pelipatgandaan pahala yang sangat istimewa.
Bagaimana Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura yang Benar?
Salah satu syarat sah puasa adalah niat. Untuk puasa sunnah, terdapat kelonggaran waktu berniat yang penting diketahui.
Waktu Niat: Niat puasa sunnah boleh dilakukan pada malam hari (sejak Maghrib hingga terbit fajar). Namun, jika lupa, diperbolehkan berniat di pagi hari sebelum masuk waktu Dzuhur, dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, atau berhubungan suami-istri) sejak terbit fajar. (Madzhab Syafi’i).
Berikut bacaan niat yang dapat dilafalkan:
| Jenis Puasa | Bacaan Arab | Latin & Terjemahan |
|---|---|---|
| Tasua (9 Muharram) | نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى | Nawaitu shauma Tasu’a lillahi ta’ala. (Saya niat puasa Tasua karena Allah Ta’ala) |
| Asyura (10 Muharram) | نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى | Nawaitu shauma ‘Asyura lillahi ta’ala. (Saya niat puasa Asyura karena Allah Ta’ala) |
| Syura (11 Muharram) (Opsional) | نَوَيْتُ صَوْمَ سِيْرَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى | Nawaitu shauma Syura’a lillahi ta’ala. (Saya niat puasa Syura karena Allah Ta’ala) |
Tanya Jawab Seputar Puasa Muharram (FAQ)
Kami merangkum pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di kalangan warga untuk memudahkan pemahaman:
Pertanyaan: Bagaimana jika saya menjalankan puasa sesuai jadwal NU, tetapi keluarga saya mengikuti jadwal Pemerintah?
Jawaban: Itu tidak masalah. Perbedaan ini adalah khilafiyah (perbedaan pendapat yang diperbolehkan). Yang terpenting adalah niat dan keikhlasan masing-masing. Justru perbedaan ini mengajarkan kita tentang toleransi dan menghargai perbedaan metode ijtihad.
Pertanyaan: Apakah wajib berpuasa pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram sekaligus?
Jawaban: Tidak wajib. Paling utama (afdhal) adalah berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Puasa tanggal 11 (Syura) bersifat pelengkap untuk menyempurnakan keutamaan dan sebagai sikap menyelisihi ahli kitab.
Pertanyaan: Bolehkah hanya berpuasa Asyura (10 Muharram) saja tanpa Tasua (9 Muharram)?
Jawaban: Boleh. Namun, para ulama sangat menganjurkan untuk menyertakan puasa Tasua (tanggal 9) dengan alasan: (1) Menambah amal kebaikan, dan (2) Menghindari kemiripan dengan tradisi kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 saja.
Pesan Kerukunan dari Pemerintah Desa Panjalu
Sebagai penutup, Pemerintah Desa Panjalu mengajak seluruh warga untuk menjadikan perbedaan ini sebagai rahmat, bukan sebagai sumber perpecahan.
- Saling Menghormati: Jika ada tetangga yang berpuasa hari ini dan ada yang berpuasa besok, hormati pilihan mereka.
- Toleransi dalam Perbedaan: Semua lembaga memiliki dasar ilmu yang kuat. Jangan menjadikan perbedaan ini sebagai bahan perdebatan yang tidak bermanfaat.
- Perbanyak Silaturahmi: Gunakan momen bulan Muharram untuk saling mengunjungi, berbagi makanan berbuka, dan mendoakan kebaikan untuk sesama warga Desa Panjalu.
Semoga amal ibadah puasa Tasua dan Asyura kita diterima di sisi Allah SWT, menjadi penebus dosa setahun yang lalu, dan membuka pintu keberkahan di tahun yang akan datang.
Selamat menunaikan ibadah puasa sunnah 1448 H.
