Nikmati pesona danau cagar alam tertua di Indonesia dengan harga tiket terjangkau, ziarah ke Pulau Nusa Gede, dan keindahan kabut pagi yang memukau.
Ringkasan Singkat
| Informasi Kunci | Detail |
|---|---|
| Nama Wisata | Situ Lengkong Panjalu |
| Status | Danau Cagar Alam Tertua di Indonesia (SK 1919) |
| Luas Total Danau | 57,95 hektar |
| Luas Kawasan Lindung | 16 hektar |
| Harga Tiket 2026 | Rp10.000 per orang |
| Sewa Perahu (Pulang-Pergi) | Rp15.000 per orang |
| Jam Operasional | 24 Jam (Buka Setiap Hari) |
| Waktu Terbaik | Pagi (05.30-09.00) dan Sore (15.30-17.30) |
| Lokasi | Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat |
| Aktivitas Utama | Ziarah Nusa Gede, Museum Bumi Alit, Fotografi, Ekowisata Mangrove |
| Pencapaian 2026 | 6.529 pengunjung saat Lebaran (terfavorit di Ciamis) |
Situ Lengkong Panjalu bukan sekadar danau. Dengan luas permukaan mencapai 57,95 hektar, kawasan ini merupakan primadona wisata alam, sejarah, dan religi di Kabupaten Ciamis. Ditetapkan sebagai cagar alam (Natuurmonumenten) sejak 21 Februari 1919 melalui Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 6, kawasan lindung seluas 16 hektar ini menyandang status sebagai salah satu danau cagar alam tertua di Indonesia.
Terletak sekitar 35 kilometer di utara Kota Ciamis atau 15 kilometer di barat Kawali, Situ Lengkong Panjalu menawarkan harmoni sempurna antara alam dan budaya. Setelah menyelesaikan revitalisasi tahap II, danau ini resmi dibuka kembali pada 1 Januari 2026 dengan konsep wisata ramah lingkungan yang mengutamakan pelestarian dan pemberdayaan ekonomi warga. Informasi ini diperkuat oleh data dari Pemerintah Kabupaten Ciamis sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata unggulan daerah.
Keistimewaan Wisata Situ Lengkong Panjalu
1. Danau Cagar Alam Tertua di Indonesia
Berdasarkan SK Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 6 tanggal 21 Februari 1919, Situ Lengkong ditetapkan sebagai cagar alam. Status ini menjadikannya salah satu kawasan lindung tertua di Indonesia dan menjadi fondasi pengelolaan wisata berbasis konservasi hingga kini. Perlu diketahui bahwa luas cagar alam yang dilindungi secara legal (16 hektar) berbeda dengan luas total permukaan air danau (57,95 hektar).
2. Pulau Nusa Gede: Pusat Ziarah dan Sejarah Kerajaan Panjalu
Di tengah danau terdapat sebuah pulau kecil bernama Nusa Gede (dikenal pula sebagai Nusa Larang atau Pulau Terlarang) seluas 9,25 hektar. Pulau inilah pusat spiritual masyarakat Panjalu.
[GAMBAR 2] Tempatkan gambar kompleks makam di Pulau Nusa Gede. Alt Text: Kompleks makam Prabu Hariang Kencana di Pulau Nusa Gede Situ Lengkong Panjalu.
Di pulau ini terdapat kompleks makam leluhur Kerajaan Panjalu, yang paling utama adalah makam Prabu Hariang Kencana (Sayyid Ali bin Muhammad bin Umar atau Mbah Panjalu), putra dari Prabu Sanghyang Borosngora. Perlu diluruskan bahwa makam Sanghyang Borosngora (pendiri kerajaan dan raja Islam pertama) tidak berada di pulau ini, melainkan pusaka-pusakanyalah (pedang dan tombak) yang dibersihkan dalam upacara adat Nyangku.
3. Museum Bumi Alit: Menyimpan Pusaka Kerajaan
Di sekitar kawasan danau, wisatawan dapat mengunjungi Museum Bumi Alit. Museum ini menyimpan benda-benda bersejarah yang tak ternilai, seperti Menhir, Batu Penyucian, Batu Penobatan, serta pusaka peninggalan Raja Panjalu berupa Pedang, Cis, dan Genta (lonceng kecil).
4. Ekowisata Mangrove Air Tawar yang Langka
Salah satu keunikan yang jarang diketahui adalah keberadaan hutan mangrove air tawar di tepian danau. Ekosistem ini sangat langka di Pulau Jawa. Fenomena ini menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sambil belajar tentang keanekaragaman hayati. Pengunjung dapat mengamati Kalong (Pteropus vampyrus), Biawak (Varanus salvator), serta berbagai jenis burung seperti Elang (Haliastur indus) dan Gelatik (Munia sp).
Aktivitas Wisata di Situ Lengkong Panjalu
Berikut berbagai aktivitas menarik yang bisa Anda lakukan selama berlibur di Situ Lengkong Panjalu.
| Aktivitas | Deskripsi |
|---|---|
| Naik Perahu ke Nusa Gede | Menyusuri danau dengan perahu tradisional menuju pulau bersejarah (pulang-pergi Rp15.000 per orang). |
| Ziarah dan Wisata Religi | Berdoa di makam Prabu Hariang Kencana dan para leluhur Kerajaan Panjalu. |
| Jalan di Boardwalk | Berjalan di atas jalur kayu sambil menikmati pemandangan danau dan mangrove. |
| Wisata Edukasi Museum | Belajar sejarah Kerajaan Panjalu dari artefak dan pusaka kuno di Museum Bumi Alit. |
| Fotografi Alam | Abadikan momen golden hour di pagi atau sore hari dengan latar danau dan perbukitan. |
| Piknik Keluarga | Bersantai di gazebo yang tersedia dengan udara sejuk khas pegunungan. |
Harga Tiket Situ Lengkong Panjalu 2026
Berikut rincian biaya masuk dan fasilitas terbaru untuk tahun 2026.
| Komponen Biaya | Besaran Biaya |
|---|---|
| Tiket Masuk (Wisatawan) | Rp10.000 per orang |
| Sewa Perahu (Pulang-Pergi ke Nusa Gede) | Rp15.000 per orang |
| Parkir Sepeda Motor | Rp2.000 |
| Parkir Mobil | Rp5.000 |
Catatan Penting: Harga tiket naik dari Rp7.500 menjadi Rp10.000 per orang pada tahun 2026. Disarankan membawa uang tunai karena sinyal untuk pembayaran digital seringkali tidak stabil di kawasan ini.
Jam Operasional dan Waktu Terbaik Berkunjung
Situ Lengkong Panjalu buka setiap hari, termasuk akhir pekan dan hari libur nasional, dengan jam operasional 24 jam.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah sebagai berikut.
- Pagi Hari (05.30 – 09.00 WIB): Waktu terbaik untuk melihat kabut tipis yang menggantung di atas permukaan air. Udara terasa sangat segar dan sejuk.
- Sore Hari (15.30 – 17.30 WIB): Waktu favorit para fotografer untuk menangkap cahaya keemasan (golden hour) di atas danau.
Fasilitas Wisata Situ Lengkong Panjalu
Kawasan wisata kini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang nyaman.
- Area parkir luas untuk motor dan mobil.
- Gazebo dan tempat duduk santai.
- Toilet umum dan tempat ibadah (Musholla).
- Kios-kios makanan dan kuliner khas daerah.
- Boardwalk (jalan setapak kayu) di sepanjang tepi danau.
- Pusat informasi pengunjung.
Rute dan Akses Menuju Situ Lengkong Panjalu
Lokasi Situ Lengkong Panjalu sangat strategis dan mudah dijangkau.
- Dari Kota Ciamis: Jarak tempuh sekitar 35 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar 45 menit.
- Dari Kecamatan Kawali: Hanya 15 kilometer.
- Tersedia sarana transportasi lokal seperti angkutan desa dan ojek wisata.
- Papan penunjuk arah (rambu) tersedia di sepanjang jalan utama menuju lokasi.
Menjaga Kelestarian Situ Lengkong
Sebagai kawasan cagar alam, Situ Lengkong memerlukan perhatian khusus dalam pengelolaannya. Masyarakat Desa Panjalu memandang danau ini bukan sekadar tempat wisata, melainkan ruang hidup, bagian dari identitas desa, sekaligus warisan leluhur yang dijaga lintas generasi.
Himbauan untuk Pengunjung:
- Tidak merusak vegetasi dan ekosistem mangrove.
- Tidak membuang sampah sembarangan. Gunakan tempat sampah yang tersedia.
- Menjaga ketenangan dan kesakralan kawasan, terutama di Pulau Nusa Gede.
- Mengenakan pakaian sopan saat akan berziarah ke Nusa Gede, sesuai dengan aturan adat setempat.
Prestasi Terkini: Destinasi Favorit Lebaran 2026
Situ Lengkong Panjalu mencatatkan rekor gemilang. Selama libur Lebaran 2026, danau ini menjadi destinasi wisata paling favorit di Kabupaten Ciamis dengan total kunjungan mencapai 6.529 orang. Pencapaian ini membuktikan bahwa danau cagar alam tertua ini semakin diminati oleh wisatawan nusantara.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Berapa harga tiket Situ Lengkong Panjalu terbaru?
Harga tiket masuk Situ Lengkong Panjalu adalah Rp10.000 per orang dan berlaku sejak tahun 2026. - Dimana lokasi Situ Lengkong Panjalu?
Berlokasi di Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sekitar 35 km dari pusat Kota Ciamis. - Siapa yang dimakamkan di Pulau Nusa Gede?
Di Pulau Nusa Gede terdapat makam Prabu Hariang Kencana (Mbah Panjalu), putra dari Prabu Sanghyang Borosngora, beserta para raja dan bupati penerusnya. - Apa yang membuat Situ Lengkong istimewa?
Situ Lengkong adalah danau cagar alam tertua di Indonesia (ditetapkan 1919) yang memiliki ekosistem mangrove air tawar langka serta nilai sejarah dan religi Kerajaan Panjalu. - Berapa lama waktu tempuh dari Kota Ciamis?
Waktu tempuh dari Kota Ciamis ke Situ Lengkong sekitar 45 menit dengan jarak 35 kilometer.
Rencanakan perjalanan Anda ke Situ Lengkong Panjalu hari ini. Rasakan sendiri pesona danau cagar alam tertua di Indonesia.
Lokasi: Jalan Raya Panjalu, Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat
Informasi lebih lanjut: Kunjungi website resmi Pemerintah Desa Panjalu di panjalu.desa.id
Lihat suasana terkini: Ikuti akun media sosial resmi pengelola untuk melihat foto dan video terbaru.
Artikel ini diperbarui pada 27 Juli 2026. Untuk informasi terbaru mengenai harga tiket, jam operasional, dan ketentuan kunjungan, selalu cek website resmi desa sebelum berkunjung.
