Desa Panjalu, Ciamis — Di sebuah rumah sederhana di Kampung Grahang, Desa Panjalu, Edah (63) mencampur tepung beras yang sudah dimasak dengan parutan kelapa dan gula merah. Tangannya sudah lebih dari satu dekade melakukan gerakan yang sama, sejak 2010 silam. Adonan legit itu lalu ia letakkan di atas kararas — daun pisang kering — sebelum dibungkus rapi. Itulah Jawadah Takir, camilan manis yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman wisata di sekitar Situ Lengkong Panjalu.
Definisi: UMKM Desa Panjalu adalah usaha mikro, kecil, dan menengah yang beroperasi di wilayah Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat — mencakup industri rumahan olahan pangan, kerajinan, hingga pandai besi tradisional.
Di balik keindahan Situ Lengkong yang selama ini menjadi ikon wisata religi, Desa Panjalu menyimpan kekayaan lain yang tak kalah penting: UMKM yang menjadi denyut nadi perekonomian warga. Selain itu, desa ini juga memiliki potensi di bidang UKM khususnya perkebunan dan pertanian, dengan kopi dan singkong sebagai komoditas unggulan.
Produk Unggulan UMKM Desa Panjalu
UMKM Desa Panjalu menawarkan beragam produk yang kaya akan cita rasa lokal dan nilai budaya. Berikut produk-produk yang diproduksi oleh warga Desa Panjalu:
| Produk | Deskripsi | Produsen/Asal |
|---|---|---|
| Jawadah Takir | Camilan manis dari tepung beras, parutan kelapa, dan gula merah, dikemas dengan daun pisang kering (kararas) | Kampung Grahang, Desa Panjalu |
| Comring | Camilan renyah berbahan dasar singkong, tersedia dalam varian original dan pedas | Usaha Comring Ibu Dedeh, UKM binaan Bale Desa Panjalu |
| Perkakas Dapur (Unang Pandai) | Perkakas dapur dan golok khas Panjalu hasil pandai besi tradisional | Dusun Simpar RT 63 RW 28, Desa Panjalu |
Jawadah Takir: Warisan Rasa dari Kampung Grahang
Jawadah Takir bukan sekadar camilan. Ia adalah representasi dari ketekunan warga Desa Panjalu yang telah memproduksinya secara turun-temurun. Edah, salah satu produsen senior, mengaku mulai menekuni usaha ini sejak tahun 2010. Dulu, banyak orang memproduksi Jawadah Takir di Desa Panjalu, namun seiring perkembangan zaman, hanya tersisa beberapa orang yang masih bertahan.
Keistimewaan Jawadah Takir terletak pada kemasannya yang tradisional: daun pisang kering yang dalam bahasa Sunda disebut kararas. Kemasan ini memberikan aroma dan tekstur yang berbeda, menjadikannya unik di antara penganan manis lainnya. Produk ini dijual setiap hari di kawasan Situ Lengkong sebagai oleh-oleh khas Panjalu.
Comring: Camilan Renyah Khas Panjalu
Comring adalah singkatan dari comro garing — camilan berbahan dasar singkong yang berwarna kuning dan renyah. Camilan ini tersedia dalam dua rasa, yaitu original dan pedas, dan dijual dalam satuan kilo dengan harga 250 gram sekitar Rp15 ribu.
Di balik camilan renyah tersebut, ada sosok Ibu Dedeh, salah satu produsen Comring yang dibina bersama UKM lain di Bale Desa Panjalu. Bapak Rahmat sebagai petugas di Bale Desa Panjalu mengumpulkan para UKM penghasil jawadah takir, comring, dan produk khas Panjalu lainnya — termasuk Ibu Dedeh — untuk dibina bersama.
Sementara itu, Comring menjadi salah satu makanan khas yang paling laris saat musim libur Lebaran di kawasan Situ Lengkong. Bahkan, produk ini sering habis di pasaran hingga para penjual harus mencari pasokan dadakan dari Pasar Panjalu.
Unang Pandai: Pandai Besi Tradisional Dusun Simpar
Di Dusun Simpar RT 63 RW 28, Desa Panjalu, sebuah home industri pandai besi bernama Unang Pandai telah beroperasi sejak 2017. Usaha ini bergerak di bidang pandai besi, yaitu pembuatan perkakas dapur.
Pemiliknya merintis usaha ini secara mandiri setelah sebelumnya bekerja bersama pamannya di Kota Garut sebagai buruh di bidang yang sama. Beliau memberanikan diri untuk membuat cabang perusahaan pamannya di Dusun Simpar, Desa Panjalu.
Tantangan yang Dihadapi: Ia bekerja hanya seorang diri sejak tahun 2017 hingga sekarang karena terbentur kendala modal dan merasa khawatir tidak bisa membayar upah para buruh. Sarana produksi berupa saung milik pribadi, bukan sewaan. Hasil penjualan hanya mengandalkan pesanan dari konsumen, tidak melalui sistem dropship. Alasan memilih usaha ini karena sang pemilik ingin mandiri, terlepas dari pamannya, dan berusaha memperkenalkan golok khas Panjalu kepada masyarakat luas.
UMKM dan Pariwisata: Sinergi yang Saling Menguatkan
Produk-produk UMKM Desa Panjalu tidak berdiri sendiri. Mereka hidup dan tumbuh bersama denyut wisata Desa Panjalu. Situ Lengkong, danau seluas kurang lebih 57,9 hektare, merupakan destinasi wisata alam sekaligus cagar budaya di Kabupaten Ciamis yang menyajikan pemandangan air tenang dengan latar perbukitan hijau asri.
Pemerintah Desa Panjalu melalui revitalisasi dermaga tahap II telah membangun sekitar 75 kios pedagang untuk menampung pelaku usaha kecil agar dapat berjualan dengan lebih tertib, nyaman, dan menarik bagi pengunjung. Revitalisasi tahap II tersebut telah selesai dilaksanakan pada 23 Desember 2025, dan kawasan dermaga hasil revitalisasi telah resmi dibuka pada 1 Januari 2026.
Kepala Desa Panjalu, H. Yuyus Surya Adinegara, berharap rampungnya revitalisasi ini menjadi motivasi baru bagi para pedagang. “Dengan selesainya revitalisasi ini, mudah-mudahan bisa menambah semangat para pedagang, meningkatkan kesejahteraan, serta mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat Panjalu,” ungkapnya.
Pengelola wisata di kawasan Situ Lengkong juga merasakan dampak positif. Isal Nur Hidayatulloh, pengelola wahana Kancra Kayaking, menyatakan harapannya agar peningkatan kunjungan wisatawan dapat menggerakkan roda ekonomi UMKM di Kecamatan Panjalu. Wahana dayung kayak yang ia kelola telah beroperasi sejak 2020 dan menawarkan paket short trip 30 menit seharga Rp60.000 per orang dan long trip seharga Rp100.000 per orang.
Dukungan Pemerintah Desa untuk UMKM
Pemerintah Desa Panjalu secara aktif mendorong pertumbuhan UMKM melalui berbagai program.
Webinar UMKM Naik Kelas
Melalui program Webinar UMKM Naik Kelas yang digagas Pemprov Jawa Barat, desa mendorong pelaku usaha untuk bertransformasi dalam aspek manajemen, digitalisasi pemasaran, standarisasi kemasan, dan akses permodalan. Webinar seri keempat digelar pada Rabu, 24 Juni 2026, pukul 08.00 WIB melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini merupakan bagian dari visi “Panjalu Emas 2029” yang menitikberatkan pada agrowisata, ekonomi kreatif, dan penguatan UMKM.
Digitalisasi UMKM melalui QRIS
Program KKN Universitas Galuh turut berkontribusi melalui sosialisasi penggunaan sistem pembayaran digital QRIS. Kegiatan ini dilaksanakan melalui sosialisasi penggunaan pembayaran digital, pendampingan pendaftaran, hingga pencetakan QRIS fisik bagi UMKM yang terlibat.
Fasilitasi NIB (Nomor Induk Berusaha)
Mahasiswa program studi Ilmu Pemerintahan Universitas Galuh juga melakukan sosialisasi ke berbagai pelaku usaha di Desa Panjalu mengenai pentingnya memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha). Sosialisasi ini dilakukan dengan cara mendatangi para pelaku usaha dan memaparkan keuntungan memiliki izin usaha, yaitu usaha yang berizin akan lebih mudah ikut serta dalam tender, memperluas akses pasar, memastikan kredibilitas usaha, hingga berpeluang mengikuti promosi yang diadakan pemerintah.
Puncak Pasir Haur: Agrowisata Menuju Panjalu Emas 2029
Pemerintah Desa Panjalu membuka lahan ekowisata baru berbasis pertanian sekaligus penguatan ketahanan pangan masyarakat. Kawasan baru tersebut berada di Puncak Pasir Haur, Dusun Simpar, Desa Panjalu, Kabupaten Ciamis, pada ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut dengan panorama alam 360 derajat. Kawasan ini diproyeksikan melengkapi destinasi wisata religi Situ Lengkong.
Kepala Desa Panjalu, H. Yuyus Surya Adinegara, mengatakan bahwa perubahan ini lahir dari kesadaran bersama akan pentingnya memanfaatkan potensi desa. “Daripada terbengkalai, kami ingin lahan ini menjadi produktif sekaligus memberi manfaat ekonomi dan edukasi bagi masyarakat,” ujarnya. Nantinya, kawasan ini akan menghadirkan taman buah, area ketahanan pangan, bumi perkemahan, hingga olahraga paralayang dan paramotor yang berpotensi menarik wisatawan baru.
Bagaimana Wisatawan Dapat Mendukung
Dukungan terhadap UMKM Desa Panjalu dapat dilakukan dengan cara sederhana: beli produk lokal. Saat berkunjung ke Situ Lengkong atau Puncak Pasir Haur, luangkan waktu untuk mampir ke kios-kios pedagang dan membeli oleh-oleh khas Panjalu.
Ketika Anda membeli sebungkus Jawadah Takir, Anda tidak hanya membawa pulang oleh-oleh — Anda membawa pulang sepotong cerita Desa Panjalu. Setiap pembelian menghidupi keluarga-keluarga di Desa Panjalu dan menjaga tradisi yang telah berjalan lebih dari satu abad.
Mari dukung UMKM Desa Panjalu — beli produk lokal, banggakan desa kita.
Pertanyaan Umum
Apa saja oleh-oleh khas Desa Panjalu?
Jawadah Takir dan Comring adalah produk unggulan UMKM Desa Panjalu. Jawadah Takir adalah camilan manis dari tepung beras dan gula merah, sedangkan Comring adalah camilan renyah berbahan singkong.
Di mana bisa membeli produk UMKM Desa Panjalu?
Produk UMKM Desa Panjalu dapat dibeli di kios-kios pedagang sekitar Situ Lengkong yang telah direvitalisasi dan dibuka sejak 1 Januari 2026.
Siapa produsen Jawadah Takir dan Comring?
Salah satu produsen Jawadah Takir adalah Edah, warga Kampung Grahang, Desa Panjalu. Sementara Comring diproduksi oleh Usaha Comring Ibu Dedeh, yang merupakan UKM binaan Bale Desa Panjalu.
Apakah harga produk dapat berubah?
Ya, informasi harga dalam artikel ini dapat berubah sewaktu-waktu. Hubungi pelaku UMKM langsung untuk informasi terkini.
