Shalat Istisqo Tingkat Desa Panjalu: Ikhtiar Spiritual Memohon Hujan Berkah di Kaki Gunung Sawal

Shalat Istisqo Tingkat Desa Panjalu: Ikhtiar Spiritual Memohon Hujan Berkah di Kaki Gunung Sawal

Pemerintah Desa Panjalu akan melaksanakan Shalat Istisqo Tingkat Desa Panjalu pada Jum’at, 09 Oktober 2026, pukul 13.00 WIB di TIC Dermaga Situ Lengkong Panjalu. Kegiatan ini menjadi ikhtiar spiritual memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang berkah di tengah musim kemarau.

Ringkasan Cepat

InformasiKeterangan
HariJum’at, 09 Oktober 2026
Waktu13.00 WIB
TempatTIC Dermaga Situ Lengkong Panjalu
PesertaSeluruh warga Desa Panjalu dan sekitarnya
PakaianBiasa-biasa saja, tunjukkan ketawaduan
BawaanSajadah, selendang/sorban (bagi yang memiliki)
WudhuDiimbau sudah berwudhu dari rumah

Apa Itu Shalat Istisqo?

Shalat Istisqo adalah shalat sunnah yang dilaksanakan untuk memohon hujan kepada Allah SWT ketika musim kemarau panjang. Kata istisqa (الاستسقاء) berasal dari bahasa Arab yang berarti meminta hujan atau memohon turunnya air.

Syekh Taqiyuddin al-Hisni (wafat 829 H) menjelaskan bahwa shalat Istisqa hukumnya adalah sunnah muakkadah, yaitu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Shalat ini dilaksanakan ketika masyarakat menghadapi kekeringan, kekurangan air, atau kondisi lain yang menyebabkan kebutuhan terhadap hujan semakin besar.

Dalil pelaksanaan shalat ini terdapat dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim, yang menceritakan Rasulullah SAW keluar menuju tanah lapang untuk memohon hujan kepada Allah SWT.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

InformasiKeterangan
HariJum’at, 09 Oktober 2026
Waktu13.00 WIB
TempatTIC Dermaga Situ Lengkong Panjalu

Shalat Istisqa umumnya dilaksanakan pada siang hari, seperti waktu shalat Id, dan dapat dilanjutkan hingga sore hari selama bukan waktu yang dilarang untuk shalat. Shalat ini dikerjakan tanpa azan dan iqamah.

Ketentuan yang Perlu Dibawa

Sesuai imbauan panitia, jamaah diharapkan memperhatikan hal-hal berikut:

  1. Membawa sajadah masing-masing.
  2. Membawa selendang/sorban bagi yang memiliki.
  3. Diimbau sudah berwudhu dari rumah untuk menjaga ketertiban.
  4. Berpakaian biasa-biasa saja dan menunjukkan ketawaduan.

Jemaah juga dianjurkan mengenakan pakaian sederhana sebagai simbol kerendahan hati di hadapan Allah.

Tata Cara Shalat Istisqo

Menurut Kementerian Agama RI, tata cara Shalat Istisqa hampir sama dengan Shalat Id. Pelaksanaannya terdiri atas dua rakaat tanpa azan dan iqamah.

Rakaat Pertama:

  • Takbiratul ihram.
  • Membaca doa iftitah.
  • Takbir sebanyak 7 kali.
  • Membaca Surah Al-Fatihah dan surah pendek.
  • Rukuk, sujud, dan seterusnya.

Rakaat Kedua:

  • Takbir sebanyak 5 kali.
  • Membaca Surah Al-Fatihah dan surah pendek.
  • Rukuk, sujud, dan seterusnya.

Setelah shalat, imam menyampaikan khutbah yang diawali dengan istighfar. Pada khutbah pertama, istighfar dibaca sembilan kali, dan pada khutbah kedua tujuh kali.

Doa dan Adab Sebelum Shalat

Sebelum melaksanakan Shalat Istisqa, umat Islam dianjurkan melakukan amalan berikut:

  1. Bertaubat dari segala dosa.
  2. Memperbanyak istighfar.
  3. Memperbanyak sedekah.
  4. Menyelesaikan berbagai bentuk kezaliman.
  5. Mempererat silaturahmi.
  6. Berpuasa selama tiga hari sebelum pelaksanaan shalat (menurut sebagian ulama).
  7. Mengajak anak-anak, orang tua, dan kaum lemah ikut hadir sebagai bentuk tawadhu kepada Allah.

Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk membalikkan selendang (rida’) ketika berdoa sebagai simbol perubahan keadaan.

Doa yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW dalam istisqa’ antara lain:

“Ya Allah, jadikanlah hujan yang bermanfaat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Adab dan Ketawaduan di Situ Lengkong

Ketawaduan berarti rendah hati di hadapan Allah SWT. Mari datang tepat waktu, menjaga kebersihan, tidak berdesakan, menjaga ucapan, dan mengikuti arahan panitia. Di kawasan Situ Lengkong, kita juga wajib menghormati nilai adat dan budaya setempat.

Situ Lengkong bukan sekadar tempat wisata. Danau ini memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi masyarakat Panjalu. Di tengahnya terdapat Nusa Gede, pulau kecil yang menjadi cagar alam dan tempat makam Prabu Hariang Kencana, salah satu tokoh penyebar agama Islam dan raja Panjalu pada masa lampau. Masyarakat Panjalu juga masih melestarikan tradisi Nyangku, yaitu upacara adat pembersihan benda pusaka peninggalan Kerajaan Panjalu yang rutin digelar pada bulan Rabiulawal.

Dengan melaksanakan Shalat Istisqo di kawasan ini, kita menyatukan ikhtiar spiritual dengan penghormatan terhadap warisan leluhur.

Ikhtiar Lahir: Menjaga Air dan Lingkungan

Shalat Istisqo bukan hanya doa, tetapi juga momentum memperbaiki diri dan lingkungan. Mari hemat air, tidak membuang sampah ke danau, menjaga kebersihan Situ Lengkong, dan merawat sumber air. Doa dan ikhtiar lahir berjalan bersama.

Cara sederhana yang bisa dilakukan:

  • Membawa kembali sampah pribadi.
  • Tidak memberi makan ikan sembarangan.
  • Tidak menebang atau merusak vegetasi di tepi danau.
  • Menggunakan air secara bijak.

Ajakan untuk Seluruh Warga

Mari kita melaksanakan Shalat Istisqo sebagai ikhtiar spiritual memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang berkah di tengah musim kemarau. Semoga Allah mengabulkan doa kita, menurunkan hujan yang bermanfaat, dan menjaga Desa Panjalu.

Penutup

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Kantor Desa Panjalu. Mari hadir dengan niat ikhlas, pakaian sederhana, dan hati yang tawadu.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Shalat Istisqo wajib?
Tidak. Hukumnya sunnah muakkadah, sangat dianjurkan saat musim kemarau panjang.

Apakah perempuan boleh ikut?
Boleh, dengan menjaga adab, pakaian sopan, dan mengikuti arahan panitia.

Apakah harus membawa sorban?
Bagi yang memiliki, dianjurkan membawa selendang/sorban sesuai imbauan panitia.

Apakah boleh tidak membawa sajadah?
Dianjurkan membawa sendiri untuk kebersihan dan kenyamanan.

Kapan waktu terbaik melaksanakan Shalat Istisqo?
Shalat Istisqa umumnya dilaksanakan pada siang hari, seperti waktu shalat Id, dan dapat dilanjutkan hingga sore hari selama bukan waktu yang dilarang.

Apa doa yang dibaca saat Shalat Istisqo?
Doa yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW dalam istisqa’ antara lain: “Ya Allah, jadikanlah hujan yang bermanfaat” (HR. Bukhari Muslim).

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *